
Semilir angin malam menerobos masuk ke sela-sela jendela dan membawa hawa dingin ke dalam kamar Minjoo.
Minjoo sekarang sedang duduk di kursi belajar yang terletak tidak jauh dari ranjangnya. Minjoo memakan cemilannya sembari membaca dan membalas pesan dari temannya, Kim Chaewon.
Hyewon
Online
Minjoo, kamu tadi siang disuruh ngapain sama Bu Eunbi?
7.12 p.m.
Kamu di hukum?
7.14 p.m
Terus tadi Junho juga?
7.18 p.m.
Jadi kamu tadi berduaan
sama Junho??
7.23 p.m
Asik dong... ๐
7.24 p.m.
Eh tapi aku beneran bingung
sama si Junho. Dia tuh dihukum
cuma karena ijin ke toilet.
7.28 p.m
__ADS_1
Beneran.. Tadi dia ijinnya
ke toilet. Tapi nggak tau kenapa
kok dia nggak balik-balik. Baru
balik pas jam pelajaran fisika
selesai
7.32 p.m.
Menurut kamu Junho bohong
nggak sih?
7.34 p.m.
๐ฟ๐ฟ๐ฟ
Minjoo mengamati isi pesan percakapannya dengan Hyewon beberapa saat lalu, sebelum akhirnya Minjoo mematikan ponselnya dan meletakkannya lagi ke dalam laci meja.
Minjoo terpekur sesaat.
Dalam otak Minjoo saat ini, bergelayutan puluhan tanda tanya imaginer.
"Ah.. Tidak mungkin. Memangnya aku siapanya dia? Aku bukan siapa-siapa. Mungkin saja dia memang waktu itu mau ke toilet, cuma tidak sengaja berpapasan denganku." Tepis Minjoo.
Minjoo merasa angannya terlalu tinggi untuk itu.
"Tapi tetap saja. Aku telah membuatnyaย dalam masalah." Imbuhnya seraya tertunduk.
๐ฟ๐ฟ๐ฟ
Minjoo mengambil pena yang ada di dalam pouch warna biru miliknya.
Dia juga mengambil buku paket dan kertas folio di dalam tas ranselnya.
Minjoo harus segera mengerjakan hukumannya, yakni menyelesaikan rangkuman materi yang sudah ditugaskan oleh Bu Eunbi.
Minjoo membuka lembar demi lembar dari buku paket fisikanya. Terlihat ada bekas coretan menggunakan highlighter disana. Tentu, itu adalah Junho pelakunya.
Entah. Minjoo biasanya paling tidak suka jika ada bekas coretan dalam buku paketnya. Pokoknya harus bersih. Tapi kali ini, Minjoo malah menyukainya.
__ADS_1
Minjoo berhenti pada salah satu lembar dan melihatnya sepintas mata, kemudian tersenyum.
Junho meninggalkan jejak dalam bukunya. Tentu, itu menjadi penyemangat bagi Minjoo. Dengan cekatan, Minjoo menulis hasil rangkuman Junho di kertas folio.
๐ฟ๐ฟ๐ฟ
Mama Minjoo mengintip dari balik pintu kamar anaknya yang terbuka sedikit, dan melihat anaknya masih sibuk belajar meskipun sudah hampir larut malam.
Mama Minjoo mengetuk pintunya dan membukanya sedikit lebih lebar, sehingga membuat Minjoo menoleh ke sumber suara.
"Minjoo, ini sudah hampir larut malam. Belajarnya di lanjut besok saja!"
Minjoo tersenyum sekilas.
"Iya ma. Tinggal sedikit lagi selesai."
"Oke. Kalau sudah selesai, langsung tidur supaya besok bangunnya tidak kesiangan. Jangan lupa tutup gorden jendelanya!"
Minjoo mengangguk.
๐ฟ๐ฟ๐ฟ
"Have done."
Selesai sudah pekerjaan Minjoo. Lumayan melelahkan ternyata. Merangkum materi satu bab, cukup membuat tangan Minjoo pegal-pegal dan jari-jari tangannya keriting.
Minjoo meregangkan tangannya, kemudian kembali memasukkan penanya ke dalam pouch setelah selesai menulis rangkumannya.
Minjoo melihat-lihat hasil tulisannya, dan mencocokkannya ke hasil rangkuman Junho di buku paket fisika miliknya. Minjoo hanya ingin memastikan apakah tulisannya ada yang terlewat atau tidak.
Setelah di rasa tidak ada yang terlewat. Minjoo memasukkan kertas folionya ke dalam tas ransel.
Minjoo juga hendak memasukkan buku paket fisikanya ke dalam tas, tapi urung Minjoo lakukan.
Minjoo membuka lagi buku fisikanya dan tersenyum simpul melihat isi bukunya yang penuh dengan coretan menggunakan highlighter. Minjoo mengusap-usap bukunya.
"Malam ini, aku akan bermalam dengan buku ini dan mimpi indah."
Minjoo menutup gorden jendelanya dan segera berbaring di atas ranjang. Tak lupa, dia juga mematikan lampu kamarnya.
Minjoo tidur dengan memeluk erat buku paket fisikanya dan bahkan mengabaikan boneka tedy bear besar miliknya yang biasa dia peluk ketika ia tidur.
์์~~
๐ฟ๐ฟ๐ฟ
__ADS_1
Note. Jangan lupa vote dan comment!