My Girl, My Inspiration

My Girl, My Inspiration
Awalan


__ADS_3

"Finally, akhirnya aku bisa mendirikan restoran ini dengan hasil jerih payahnya selama 15 tahun melewati lika liku dan cobaan berat. Aku bisa membuktikan pada semua orang bahwa aku bisa sukses meskipun minim skill. Namun, dengan usaha serta tekad yang kuat, aku bisa mendapatkan apa yang aku mau" Fahmi memandangi restoran yang kini berdiri didepannya dengan perasaan bahagia.


"Maaf, pak bos, anda sudah ditunggu didalam, untuk acara grand launching restoran ini" salah satu karyawannya menghampiri.


"Iya, saya akan segera masuk, katakan pada semua yang didalam acara akan segera dimulai, nanti saya menyusul, saya masih menunggu seseorang dan dia adalah tamu istimewa" ucap Fahmi pada karyawannya tersebut.


"Baik, pak" karyawannya itu pun berlalu dari hadapan Fahmi.


Dari kejauhan, Fahmi melihat seorang wanita tengah berlari kecil dengan dress coklatnya. Fahmi tersenyum melihatnya dan melambaikan tangan padanya. Itu Kinan, wanita yang selalu setia menemaninya dari nol hingga sukses seperti sekarang ini.


"Maaf, aku telat, soalnya jalanan macet banget, jadi, terpaksa aku turun dari mobil dan lari kesini" terang Kinan.


"Tapi, tenang aja, ada supir kok yang bawa mobil, nanti dia jemput kesini" lanjut Kinan.


"Udah, kamu santai, Nan, acaranya belum mulai juga" ucap Fahmi santai.


"Gara-gara lari, rambut kamu berantakan gitu, sini aku rapikan, ini juga jidat kamu basah karena keringat" Fahmi merapikan letak rambut Kinan yang sedikit berantakan dan mengusap keringatnya dengan tissue.


"Meskipun kamu udah sukses, kamu gak berubah, masih tetap perhatian seperti ini" Kinan tersenyum.


"Prinsip aku sih, aku akan tetap bersikap apa adanya, sekalipun dengan kesuksesan yang telah aku raih, aku gak akan berubah, akan tetap sama dengan Fahmi yang dulu" ucap Fahmi.


"Udah, Yuk, kita masuk sekarang" Fahmi menggandeng tangan Kinan dan berjalan beriringan masuk kedalam restorannya. Semua yang ada didalam restoran bertepuk tangan begitu keduanya masuk sebagai penyambutan.


"Aku ucapkan terima kasih untuk bapak-bapak dan ibu-ibu yang berkenan hadir dalam acara grand launching FK resto hari ini" Fahmi mengawali pidato sambutannya.


"Aku sangat senang dengan berdirinya restoran ini. Ini adalah buah dari kerja keras aku selama ini dan tentu saja dengan bantuan semua karyawan dan karyawati yang ada disini, yang turut memberikan kontribusi besar. Serta seorang wanita yang dari awal selalu membantu aku dalam situasi apapun, selalu memberikan support dan menyemangati aku. Disaat aku ingin menyerah, dia tidak pernah putus asa dan tidak ada rasa bosan sedikitpun untuk melakukannya, dialah wanita yang memakai dress berwarna cokelat Disana, Kinan!" Lanjut Fahmi. Semua yang ada disitu menoleh kearah Kinan dan tersenyum sambil bertepuk tangan.


...*****...

__ADS_1


15 tahun yang lalu, sebelum dia meraih kesuksesannya saat ini. Fahmi berjuang keras demi menggapai impiannya menjadi pengusaha di bidang kuliner, seperti yang selalu dilihatnya ditivi.


"Wah... Enak banget yah hidupnya. Punya mobil, punya rumah mewah, terus usahanya lancar dan buka cabang dimana-mana, kapan yah aku bisa seperti dia" Fahmi berkhayal.


"Aduh.... Fahmi, berkhayal terus, mimpi kamu itu ketinggian, nanti kalau kamu jatuh, sangat sakit rasanya. Berpikir realistis aja lah, Fahmi. Jangan yang macam-macam deh" ucap ayahnya yang sepertinya ingin menjatuhkan semangat Fahmi.


"Fokus aja tuh sama sekolah kamu, setelah kamu lulus sekolah, terserah kamu, mau mengkhayal sampai subuh juga gak peduli, yang penting sekolahmu dulu, bapak udah bekerja keras untuk biayai sekolah kamu, asal kamu tahu aja!" Lanjutnya.


"Bapak jangan kayak gitu dong, harusnya bapak itu doakan Fahmi, supaya dia bisa meraih apa yang dicita-citakannya" ucap ibunya menasehati.


"Iya, tapi, mimpinya dia itu ketinggian, pengen jadi pengusaha sukses yang kayak ditivi itu, gimana mau jadi pengusaha, dia jualan pismab goreng disekolahnya saja, kadang masih banyak yang tidak laku" ucap ayahnya sinis.


"Pak, perlu bapak ingat, di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin, kalau Allah berkehendak, semuanya bisa terjadi, bahkan hal yang mustahil bagi manusia sekalipun" kata ibunya.


"Udah... Udah, aku mau ke sawah dulu, nanti keburu siang lagi" ayahnya buru-buru ingin pergi, karena malas mendengarkan nasehat istrinya.


"Iya, bu, semangat Fahmi gak hilang, karena Fahmi yakin Allah akan mengabulkan doa Fahmi, cepat atau lambat" ucap Fahmi dengan penuh keyakinan. Ibunya hanya tersenyum mendengarnya.


"Oh iya, bu, hari ini Fahmi mau jualan di lapangan yang disana itu, bu, ada banyak orang yang olahraga Disana, apalagi ini hari minggu, boleh yah, bu" Fahmi meminta izin pada ibunya.


"Tapi, apa kamu yakin, nak?" Ibunya terlihat ragu.


"Fahmi yakin, bu" Fahmi meyakinkan ibunya.


"Ya sudah kalau gitu, ibu cuma bisa mendoakan yang terbaik, kamu boleh pergi, tapi, kamu harus hati-hati, jalan menuju lapangan itu kan ramai kendaraan lalu lalang" ibunya mengingatkan.


"Iya, bu, Fahmi akan hati-hati, ya udah Fahmi berangkat sekarang yah, bu, Assalamualaikum!" Fahmi berangkat dengan sepedanya, setelah semuanya sudah siap.


"Waalaikumsalam!!"

__ADS_1


Sekitar 15 menit perjalanan yang ditempuh dari rumahnya menuju ke tujuannya tersebut. Fahmi melihat sudah banyak orang yang lalu lalang.


"Jualan dimana yah" Fahmi mencari-cari tempat untuk dia mangkal.


"Bang, saya izin mangkal sini yah, disamping abang" ucap Fahmi pada pedagang cilok yang mangkal.


"Gak bisa, ini tempat udah ada yang punya, cari tempat lain sana" katanya dengan wajah yang sedikit kesal. Fahmi segera beranjak pergi dan mencari tempat lain.


"Bang, izin mangkal sini yah" Fahmi berhenti dan meminta izin pada penjual gado-gado.


"Eh... Jangan, nanti ada teman saya yang mau mangkal disini, bentar lagi dia datang, cari tempat lain aja" katanya.


Fahmi kembali mendorong sepedanya dan mulai terlihat kebingungan mencari tempat untuk mangkal dan menjajakkan dagangannya.


"Duh... Nyari tempat dimana lagi yah, aku gak tau harus nyari kemana lagi, kalau gak dapat, mending aku pergi aja deh, keliling kayak biasanya" Fahmi mulai putus asa.


"Hei, belum dapat tempat untuk mangkal?" Tanya seseorang yang menghampirinya.


"Iya, aku nyari-nyari dari tadi, tapi, gak ada, beberapa pedagang yang aku jumpai, pada ngelarang, gak bolehlah, ada juga yang bilang udah ada temannya yang tempatin, bingung aku" jawab Fahmi.


"Gimana, kalau kamu mangkal Disamping kakak aku aja, kosong kok, yuk" ajaknya.


"Tapi, kalau aku mangkal disitu, apa kamunya gak takut dagangan kamu gak laku karena ada aku juga disitu" ucap Fahmi.


"Pikiran macam apa itu, aku gak pernah berpikiran seperti itu loh, karena aku yakin rejeki tiap orang itu udah ditakar, kalau dagangan kamu laris dibanding aku, itu udah rejeki kamu" katanya.


"Nah... Ini dia lapak aku, aku jualan kue pukis, terus juga jual baju gitu deh" gadis itu menunjukkan tempatnya berjualan pada Fahmi.


"Kamu jualan disini aja sama aku, kalau misalkan ada yang beli, kamu tolong bantuin yah, siapa tahu ada yang beli baju ini juga secara bersamaan. Harga kue pukis itu seribu, terus uangnya kamu tolong pegang dulu, nanti dihitung, okey" katanya.

__ADS_1


__ADS_2