My Girl, My Inspiration

My Girl, My Inspiration
Membantu Jesselyn Menyelesaikan Masalahnya


__ADS_3

Sepulang sekolah, sesuai dengan janjinya, Fahmi menemui Jesselyn di taman belakang sekolah. Disitu Jesselyn sudah menunggu Fahmi.


"Eh... Jes, kamu dari tadi disini?" Tanya Fahmi.


"Gak kok, Mi, aku baru nyampe sini" kata Jesselyn.


"Mi, jujur, aku malu ceritakan ini, cuma aku gak tahu harus cerita ke siapa dan cuma kamu orang yang aku percaya" lanjut Jesselyn.


"Ya udah, kamu ceritakan aja, Jes, gak usah malu, aku siap dengerin" jawab Fahmi. Lalu mengalirlah cerita tentang pekerjaan yang beberapa bulan belakangan ini dia tekuni dan sekarang justru membuatnya terjerat pada suatu masalah yang baru. Karena pada akhirnya ada yang mengetahui perihal pekerjaannya tersebut, yaitu, Jodi. Bahkan Jodi memanfaatkan situasi tersebut untuk bisa mendapatkan uang lebih, dari yang sudah dia dapatkan dari orang tuanya.


"Begitu ceritanya, Mi, sekarang aku bingung harus berbuat apa, karena sekarang Jodi merekam saat aku dan pria paruh baya itu berduaan sambil berciuman di depan sebuah wisma" terlihat dari raut wajah Jesselyn, begitu kebingungan.


"Sekarang Jodi menggunakan video itu untuk menuruti keinginannya, yaitu bersedia untuk menemani seorang pengusaha, yang berteman dengan temannya Jodi itu. Menemaninya selama 2 minggu, termasuk melayaninya diranjang layaknya suami istri. Jujur saja, aku mau mengakhiri ini semua, tapi, justru sekarang aku jatuh semakin dalam dan sulit untuk keluar dari masalah ini" air mata Jesselyn bercucuran di pipinya.


"Cuma kamu satu-satunya orang yang bisa membantuku, keluar dari masalah ini, aku takut kalau Jodi menyebarkan video itu, meskipun dia udah janji gak akan melakukannya, tapi, aku gak bisa percaya sepenuhnya dengan kata-kata dia, please, Fahmi, bantuin aku, kamulah satu-satunya harapanku" Jesselyn memohon-mohon dan berlutut di depan Fahmi.


"Jes, bangun, kamu gak perlu seperti ini, aku pasti bantuin kamu" Fahmi mengangkat tubuh Jesselyn dan kembali duduk disampingnya.


"Aku akan bantuin kamu, aku gak tega melihat kamu seperti ini" kata Fahmi.


"Sekarang kita berpikir, gimana caranya kita bisa dapatkan handphone Jodi dan menghapus video yang ada di handphone-nya, agar dia tidak bisa lagi memanfaatkan kamu dengan video itu" lanjut Fahmi.


"Aku tahu, Jes, gimana kalau nanti pas upacara, kamu ambil handphone Jodi didalam tasnya, terus kamu buka dan hapus video itu, gampang kan" Fahmi memberi usul.


"Iya sih, Mi, tapi, itu masih 4 hari lagi dan selama 4 hari itu, aku gak tahu apa yang akan diperbuat Jodi, bisa saja kan dia berbuat yang lebih nekat lagi, misalnya menjual aku pada lelaki hidung belang diluar sana" tangis Jesselyn pecah, membayangkan hal itu akan menimpa dirinya.

__ADS_1


"Berat juga masalah kamu, Jes, kamu yang sabar yah, pasti akan ada jalannya kok untuk keluar dari masalah ini, yang penting dari niatmu untuk benar-benar meninggalkannya, sebelum kamu terjerat semakin dalam" kata Fahmi.


"Iya, Mi, jujur aja, aku menyesal sudah menjalani pekerjaan seperti ini. Awalnya cuma untuk nambahin uang jajan aja, tapi, seiring berjalannya waktu, membuat aku seperti keenakan bahkan ketagihan. Justru itulah yang menimbulkan masalah, sampai pada akhirnya, Jodi tahu itu dan malah memanfaatkannya demi keinginan dia itu" raut wajah Jesselyn terlihat sangat menyesal, dengan apa yang telah dia perbuat beberapa bulan kebelakang.


"Eh... Bentar, Mi, ada telpon" Jesselyn merogoh tasnya dan menjawab panggilan.


"Halo, ini siapa?" Tanya Jesselyn, saat menjawab panggilan.


"Apa benar kamu Jesselyn, temannya Jodi?" Katanya berbalik bertanya.


"Iya, benar, ini siapa?" Jesselyn penasaran pada seseorang tersebut.


"Aku Hardi, semalam Jodi kirim nomer handphone kamu ke aku, makanya aku nelpon. Gini, malam ini kamu datang di hotel Marina jam 10 malam yah, sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati dengan Jodi dan aku juga sudah transfer uang ke Jodi" jelasnya.


"Ingat, kamu jangan coba-coba untuk tidak datang, kamu akan tahu akibatnya" lanjutnya dengan sedikit mengancam.


"Oke, aku akan datang kesana dan gak akan mangkir kok" jawab Jesselyn.


"Oke, kalau begitu, aku tunggu yah, see you, baby" pria itu menutup telponnya.


"Telpon dari siapa, Jes?" Tanya Fahmi penasaran.


"Telpon dari si pengusaha yang aku ceritakan tadi, Jodi ngasi nomer aku ke dia dan dia juga udah transfer uang ke Jodi" kata Jesselyn. Jesselyn meneteskan air matanya.


"Ya udah yah, Mi, aku pamit, mau balik ke kost-an, makasih udah mau dengerin curhatanku" Jesselyn melangkah pergi, dengan langkah lunglai.

__ADS_1


"Aku gak tega lihat Jesselyn seperti itu, kayaknya aku harus bertindak secepat mungkin deh ini" pikir Fahmi. Sambil melangkah menuju kerumahnya, Fahmi terus memikirkan cara untuk menghapus video di handphone Jodi tersebut dan membuat Jesselyn terlepas dari masalah itu. Dijalan, Fahmi berpapasan dengan Jodi dijalan dan saat itu pula muncul ide brilian Fahmi.


"Aku tahu, aku akan pinjam handphone Jodi dengan alasan mau menelpon seseorang, terus aku cari video itu dan hapus, selesai" batin Fahmi.


"Eh... Jodi, kamu disini toh? Ngapain disini?" Tanya Fahmi.


"Oh... Gak, cuma lagi nungguin angkot aja" jawab Jodi seadanya.


"Naik angkot? Gak salah tuh! Mobil kamu mana? Dibengkel atau gimana nih?" Fahmi merasa heran.


"Iya, mobil aku dibengkel, biasalah di servis rutin gitu deh" kata Jodi, yang setidaknya menghentikan pertanyaan Fahmi tentang mobilnya itu.


"Oh iya, Jod, aku mau minta tolong nih, boleh pinjam handphone kamu gak, mau nelpon teman" pinta Fahmi.


"Berhubung karena aku lagi senang hari ini, kamu boleh pinjam, nih" Jodi memberikan handphone-nya pada Fahmi. Setelah handphone Jodi ditangannya, Fahmi langsung mencari video itu dan segera menghapusnya. Fahmi sedikit paham menggunakan handphone, karena pernah diajari oleh Winda dulu.


"Ini dia nih videonya, aku hapus cepat, mumpung Jodi gak perhatiin" batin Fahmi dan langsung menghapus video tersebut.


"Beres deh, Dengan begini, Jesselyn udah terbebas dari masalah ini dan gak perlu takut lagi akan ancaman Jodi" dalam hatinya, Fahmi senang bisa membantu Jesselyn terbebas dari ancaman Jodi, yang ingin menyebarkan video tersebut jika tidak mengikuti apa yang diinginkan oleh Jodi.


"Nih... Jod, udah kok, makasih yah udah mau pinjemin handphone kamu" Fahmi mengembalikan handphone Jodi.


"Eits... Tunggu dulu, Mi, aku juga mau minta tolong, kamu jemput Jesselyn nanti malam sekitar jam 7 lah di kost-nya, terus bawa dia ke alamat ini, bisa kan" kali ini Jodi meminta bantuan Fahmi.


"Kamu kan cukup dekat tuh sama Jesselyn, pasti dia percaya sama kamu, okey" lanjut Jodi dan memberikan secarik kertas pada Fahmi. Fahmi hanya mengangguk dan mengambil secarik kertas itu dari tangan Jodi.

__ADS_1


"Kamu pikir, aku akan ikuti kemauan kamu, Jod, sorry, tapi, aku sahabatnya Jesselyn, aku gak mungkin menjerumuskan sahabatku sendiri kedalam hal yang seperti ini" batin Fahmi.


__ADS_2