My Girl, My Inspiration

My Girl, My Inspiration
Merasa Beruntung Memiliki Sahabat Yang Baik


__ADS_3

Jam 9 malam, Fahmi serta Kinan dan Jesselyn, tutup warung dan menghitung keuntungan hari ini.


"Ini penghasilan kita hari ini, walaupun gak seberapa, tapi, Insya Allah berkah. Penjualan bakso totalnya 75rb, terus penjualan nasi goreng 90rb dan hasil penjualan online shop 200rb" Kinan menghitung total pendapatan mereka hari ini.


"Mi, uang penjualan nasi goreng kamu itu, biar kamu aja yang handle, terus untuk online shop, sistemnya bagi hasil, jadi, aku 50rb, sisanya buat Jesselyn, nih... Jes, untuk kamu" Kinan memberikannya pada Jesselyn.


"Nan, apa ini gak kebanyakan yah, aku kan cuma modal posting aja, barang yang aku posting juga, punya kamu" kata Jesselyn.


"Gak apa-apa, Jes, aku ikhlas kok, lagian kamu kan banyak kebutuhan pasti, mau beli kuota juga, belum biayamu sehari-hari dan lainnya" jawab Kinan.


"Makasih yah, Nan, kamu itu baik banget" Jesselyn tersenyum.


"Oke, kalau gitu, kita balik sekarang yuk, udah malam nih, sampai jumpa besok lagi yah" Fahmi beranjak pergi.


"Iya, Mi, Insya Allah besok kita jualan lagi dan semoga besok rejeki kita lebih banyak lagi dari hari ini" harap Kinan.


"Amiin...!" Fahmi dan Jesselyn menjawab bersamaan.


"Ya udah kalau gitu, aku balik yah, kalian berdua hati-hati dijalan yah, see you tomorrow" Fahmi beranjak pergi dari hadapan Kinan dan Jesselyn.


"Oh iya, Jes, kamu pulang bareng aku aja, aku anterin sampai depan kost kamu" kata Kinan.


"Gak usah, Nan, aku pulang sendiri aja" Jesselyn menolak tawaran Kinan.


"Udah, gak usah pake nolak gitu, lagian ini udah malam, kendaraan juga gak ada yang lewat sini, jauh kamu jalannya, aku anterin aja, aku ikhlas kok lakuinnya" Kinan sedikit memaksa. Jesselyn mengangguk dan akhirnya menerima tawaran tersebut. Baru saja mereka mau masuk ke mobil, ada seseorang yang memanggil.


"Woy... Mbak, tunggu!" Seseorang berlari kearah mereka.


"Ada apa yah? Terus mas ini siapa?" Tanya Kinan pada pria tersebut.


"Aku mau nanya, diantara kalian yang namanya Jesselyn, yang mana?" Tanyanya.


"Aku Jesselyn" Jesselyn angkat bicara.

__ADS_1


"Oh... Ternyata ini, sama seperti di foto, kalau gitu bisa kali malam ini sama aku" berjalan mendekati Jesselyn dan mencolek dagunya.


"Kamu apa-apa'an sih! Jangan kurang ajar yah" Jesselyn memelototinya.


"Udah lah, Jes, kamu gak usah sok marah gitu, kamu emang cewek gituan kan, berapa sih tarif kamu" pria menatapnya dengan tatapan genit.


"Sebaiknya mas pergi dari sini atau aku teriak, biar mas dipukulin sama warga sini" Kinan mengancam.


"Udah, yuk, ikut aku, aku akan bikin kamu puas malam ini" pria itu semakin berani dan malah menarik tangan Jesselyn, memaksanya untuk ikut dengannya.


"Tolong..... Tolong.....!" Kinan berteriak meminta pertolongan. Tak berapa lama kemudian, ada 2 orang yang kebetulan lewat, mendengar teriakan Kinan.


"Heeh! Ada apa ini! Lepasin gak atau mau dihajar!" Katanya, saat melihat tangan Jesselyn ditarik-tarik dan dipaksa oleh pria tersebut. Tanpa berkata apa-apa, pria itu langsung lari dari tempat tersebut.


"Kalian berdua gak di apa-apa'in kan sama laki-laki tadi?" Tanyanya untuk memastikan.


"Gak apa, makasih udah bantuin kita" Kinan mengucapkan terima kasih pada dua laki-laki yang menolongnya.


"Iya, benar, kok kamu bisa tahu" Kinan terlihat heran.


"Aku dulu pernah kerja sama mbak Kinan, sebelum toko ini tutup kan" katanya.


"Oh... Kamu Zainal bukan" Kinan mencoba mengingat-ingat.


"Iya, benar, mbak" jawabnya.


"Sekali lagi makasih banyak yah, untung ada kalian berdua yang datang, kalau gak, gak tahu gimana jadinya kita berdua" kata Jesselyn.


"Iya, kalau misalkan ada apa-apa atau digangguin lagi kayak tadi, tinggal hubungi aku aja, mbak Kinan, ini nomer aku, aku tinggal di daerah sini" Zainal memberikan nomernya pada Kinan. Kinan mengangguk.


"Ya udah, kita berdua pamit yah, mari, mbak" Zainal dan temannya itu, beranjak pergi dari hadapan Kinan dan Jesselyn. Kinan dan Jesselyn pun segera pergi dari tempat itu, lalu mengantar Jesselyn ke kost-annya.


"Kamu kenapa, Jes, mata kamu berkaca-kaca gitu? Kamu baik-baik aja kan?" Tanya Kinan yang terlihat sedikit khawatir. Jesselyn hanya menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Apa karena yang tadi itu yah?" Kinan menerka-nerka.


"Aku gak ngerti, kenapa orang-orang masih banyak yang menganggap aku cewek begituan, padahal aku udah lama meninggalkan pekerjaan itu, cobaan kok malah berat banget gini yah" Jesselyn tertunduk sedih.


"Jes, perlu kamu ingat, menjadi orang baik itu banyak cobaannya, justru disitulah tantangannya, seberapa kuat kamu menghadapi segala ujian dan cobaan itu. Kalau niat kamu memang ingin menjadi lebih baik lagi, aku yakin kamu akan kuat menghadapi ini semua" Kinan menasehati Jesselyn.


"Yang namanya manusia, pasti selalu aja mencari tahu tentang aib seseorang, setelah tahu, akan menyebarkan pada yang lainnya lagi, jadi bahan obrolan mereka, seolah-olah mereka itu gak pernah melakukan kesalahan dan khilaf dan belum tentu lebih baik dari orang yang dia omongin itu, bisa jadi malah lebih parah, kita kan gak tahu. Ibaratnya seperti panas setahun yang dihapus hujan sehari, yang artinya sebanyak apapun kita berbuat baik akan terhapus dengan sebuah kesalahan, butuh waktu yang lama untuk mendapatkan kepercayaan orang pada kita" lanjut Kinan.


"Iya, Nan, apa yang kamu katakan itu semuanya benar dan aku akan tetap kuat demi untuk menjadi seorang yang lebih baik lagi" Jesselyn bertekad kuat dalam hatinya. Kinan mengangguk-angguk sambil tersenyum.


"Eh... Nan, aku turun depan situ aja" kata Jesselyn.


"Kost-an kamu yang ini?" Tanya Kinan saat mobilnya berhenti.


"Iya, Nan, makasih yah udah anterin aku sampai sini" Jesselyn turun dari mobil Kinan.


"Kalau gitu, aku pamit yah, sampai jumpa besok yah, bye" mobil Kinan beranjak pergi dari hadapan Kinan.


"Aku beruntung banget bisa bertemu dengan sahabat-sahabat yang baik hati seperti Fahmi dan Kinan, mereka tidak pernah mengucilkan aku karena masa laluku, seperti yang dilakukan oleh teman-temanku, justru mereka senantiasa membantuku disaat aku ada masalah, aku janji akan menjaga persahabatan ku dengan mereka ini dengan sebaik-baiknya" batin Jesselyn.


"Assalamualaikum!" Fahmi masuk kerumahnya.


"Waalaikumsalam, eh... Fahmi, udah pulang, nak" ibunya menyambut Fahmi.


"Gimana hari pertama jualan, lancar?" Tanya ibunya.


"Alhamdulillah lancar, bu, meskipun tadi ada sedikit insiden sih, tapi, bisa teratasi kok dan ini uang hasil jualan hari ini, ibu aja yang simpan" Fahmi menyerahkan uang hasil penjualannya pada ibunya.


"Makasih yah, nak, mudah-mudahan besok rejekimu dan juga teman-temanmu lebih banyak lagi dari hari ini" kata ibunya.


"Amiin...." Fahmi mengaminkan.


"Ya udah, kamu bersih-bersih badan dulu, abis itu makan, udah ibu siapkan makanannya diatas meja" lanjut ibunya.

__ADS_1


__ADS_2