My Girl, My Inspiration

My Girl, My Inspiration
Mengungkapkan Siapa Kinan Sebenarnya


__ADS_3

"Ternyata benar yang selama ini Winda katakan sama aku, kalau kamu gak sebaik yang aku kira, aku menyesal mengenal gadis seperti kamu, detik ini juga hubungan kita berakhir dan jangan pernah temui aku ataupun hubungi aku lagi, aku benar-benar benci dan muak sama kamu, ngerti!" Dimas pun langsung beranjak pergi dari hadapan Jesselyn.


"Sayang, tunggu dulu, aku bisa jelaskan, ini gak seperti yang kamu kira, aku punya alasan dibalik ini semua" Jesselyn mencoba menjelaskannya.


"kamu gak usah capek-capek untuk jelaskan ke aku, karena aku gak akan peduli sama apa yang kamu katakan, keputusanku tetap, hubungan kita berakhir sampai disini!" Dimas menegaskan dan langsung tancap gas, menjauh dari kost Jesselyn.


"Baru aja tadi aku bahagia karena terlepas dari si Jodi, sekarang malah hubungan aku dengan Dimas yang berakhir" Jesselyn meneteskan air mata.


"Kenapa ini semua harus terjadi sama aku, aku gak menyangka kalau om Dika itu ayahnya Dimas, andai aku tahu akhirnya akan seperti ini, aku gak akan pernah menjalani pekerjaan ini" Jesselyn benar-benar menyesali yang selama ini dia lakukan.


Sementara itu, Jodi bingung bagaimana cara menyampaikan pada Hardi, kalau dia ternyata tidak bisa membawa Jesselyn padanya. Padahal Jaka sudah membayarnya sesuai dengan kesepakatan awal.


"Duh... Gimana ini, aku harus bilang apa sama bang Hardi, pasti dia akan marah gara-gara ini, mana dia udah transfer uangnya ke rekening aku lagi" runtuk Jodi. Handphone Jodi berdering, saat diperjalanan pulang ke rumahnya.


"Tuh... Kan, bang Hardi nelpon lagi" Jodi melihat nama yang muncul di layar handphone-nya, ternyata Hardi yang menelponnya.


"Angkat aja deh, ngomong apa adanya aja" Jodi pasrah dan langsung menjawab panggilan dari Hardi.


"Halo, Jod, mana nih, kenapa si Jesselyn itu belum datang juga?" Tanya Hardi.


"Maaf, bang, Jesselyn gak mau, aku udah pake ngancam juga, tapi, justru video itu tiba-tiba aja terhapus, jadi, gak bisa aku jadikan senjata untuk ancam Jesselyn, maaf yah, bang" terang Jodi.


"Kamu ini gimana sih, udah aku transfer uangnya, tapi, Jesselyn gak datang. Pokoknya aku gak mau tahu, kamu bawa Jesselyn kesini atau kamu balikin yang sudah aku transfer, tanpa ada yang kurang sedikitpun, ngerti!" Hardi pun langsung menutup telponnya, saking kesalnya sama Jodi.

__ADS_1


"Dasar gak berguna, sia-sia aku transfer uang ke dia, si Denis juga gimana sih, punya teman payah seperti itu, aku nyesel udah percayakan ke dia untuk nyari cewek, tahu gitu, aku cari sendiri aja, toh tarifnya beda sedikit, meskipun agak mahal dari si Jesselyn itu" Hardi benar-benar menyesal telah mempercayakannya pada Denis dan Jodi.


"Mau gak mau, aku harus balikin uang itu, gagal deh dapat uang itu dan senang-senang bareng anak-anak lagi, video itu pake terhapus lagi, nyebelin banget!" Jodi memukul-mukul stir mobil, saking kesalnya.


"Apa jangan-jangan, Fahmi lagi yang hapus video itu, kan dia sempat pinjam handphone aku dengan alasan mau nelpon temannya" Jodi mencurigai Fahmi.


"Tapi, Fahmi kan gak ngerti soal handphone yang kayak gini, suatu hal yang gak mungkin" batin Jodi.


"Auu Ah... Aku balikin aja uangnya sama bang Hardi, biar masalah kelar" pikir Jodi, lalu fokus kembali ke jalan.


...*****...


Tak terasa sudah 6 bukan lamanya, Fahmi bekerja di distro milik Kinan. Sejalan Fahmi berkerja di tempat tersebut, penjualannya meningkat pesat dan membuat Kinan berhasil membuka cabang.


"Jadi, gini, berdasarkan laporan yang dibuat oleh Laras, penjualan kita bulan ini meningkat pesat. Berkat penjualan kita yang meningkat itu, finally, aku berhasil membuka cabang. Ini semua tidak terlepas dari kerja keras kalian semua, terutama Fahmi, yang tidak mengenal kata lelah untuk promosi Kesana kemari. Maka dari itu, aku memutuskan untuk menunjuk Fahmi sebagai Store Manager dan bertanggung jawab mengelola cabang kita itu, sedangkan yang ini, aku percayakan sepenuhnya pada sahabatku, Laras" Kinan memberi pengumuman pada semua karyawannya. Mereka semua bertepuk tangan.


"Fahmi, selamat yah, aku yakin kamu pasti bisa, kamu kan juga udah belajar banyak sama aku dan juga Kinan" Laras memberi ucapan selamat pada Fahmi.


"Yah... Meskipun awalnya, aku sempat meragukan kamu sih, tapi, dengan kerja keras kamu selama 6 bulan ini, kamu mampu mencapai ini, ini hal yang luar biasa" lanjut Laras.


"Tapi, tunggu dulu deh, apa owner-nya itu setuju dengan semua yang telah diputuskan Kinan ini? Kenapa bukan beliau sendiri yang mengumumkannya" Fahmi terlihat bingung. Kinan dan Laras saing pandang, lalu tersenyum.


"Nan, sepertinya udah saatnya deh, Fahmi tahu yang sebenarnya" kata Laras.

__ADS_1


"Oke... Oke, kalau gitu kamu ikut kita berdua, terus untuk yang lain, lanjut kerja lagi yah" kata Kinan pada semua karyawannya.


"### Fahmi beruntung banget yah, bisa dapat kepercayaan dari Mbak Kinan sebagai Store Manager dan mengelola toko kedua itu" celetuk salah satu karyawan.


"Wajar sih, menurutku, Fahmi emang gencar banget promosiin ke orang-orang, sampai distro ini makin banyak customernya" sahut yang lain.


"Makanya itu, kalau mau seperti Fahmi, kita harus bekerja keras juga, mana tahu kita bisa seperti Fahmi, bahkan menjadi owner seperti mbak Kinan, harus tetap semangat pokoknya" yang lainnya lagi pun ikut menyahut.


-


"Fahmi, aku mau jujur sama kamu, sebenarnya owner distro ini adalah aku sendiri. Aku sengaja menyembunyikan ini, karena aku ingin menguji, siapa yang benar-benar serius kerja, siapa yang hanya sekedar kerja saat ada atasan demi kebaikan jabatan, itu tujuan aku yang sebenarnya. Pada akhirnya aku menemukan orang yang tepat itu, yang sesuai dengan kriteria yang aku cari" Kinan mengutarakan yang sebenarnya.


"Kalau seperti itu, aku manggilnya ibu Kinan, kan harus menghormati owner" kata Fahmi.


"Fahmi, asal kamu tahu, Kinan itu gak suka ada embel-embel di depan namanya, itu terkesan kaku dan seolah ada jarak kalau seperti itu" celetuk Laras.


"Satu hal lagi yang perlu kamu tahu, aku sebenarnya hanya pura-pura jadi orang miskin, sebenarnya aku berasal dari keluarga yang kaya, tapi, aku punya alasan tersendiri, aku hanya ingin mencari teman yang benar-benar, seperti kamu, yang tidak memandang status sosial dalam mencari teman, aku gak mau orang berteman dengan aku karena hartaku aja" Kinan mengutarakan alasannya.


"Jadi, selama ini, aku titipkan mobil dan juga rumahku ke Laras dan memilih nge-kost yang tidak jauh dari distro ini" lanjut Kinan.


"Tapi, kenapa justru mengutarakan hal ini ke aku?" Tanya Fahmi yang masih terlihat bingung.


"Karena aku percaya sama kamu, aku juga melihat keseharian kamu disekolah, juga saat sedang kerja disini, aku yakin kalau kamu orang yang tepat dan juga orang yang bisa menjaga rahasia. Yah... Sedikit banyaknya aku tahu tentang kamu itu dari sahabat kamu, Jesselyn, aku sempat ngobrol banyak hal dengan dia" terang Kinan.

__ADS_1


__ADS_2