
Selang 30 menit kemudian, Kinan dan Jesselyn sampai ditujuan mereka. Namun, mereka dikejutkan dengan kondisi tempat jualannya yang berantakan, padahal semalam mereka ingat betul, mereka sudah merapikannya sebelum pulang.
"Ini ada apa? Kok bisa berantakan gini" Kinan bingung melihatnya.
"Iya, Nan, perasaan semalam sebelum balik, kita udah beresin deh, kok sekarang malah kayak gini, siapa yang lakuin ini yah? Apa jangan-jangan ada yang sengaja lakuin ini ke kita?" Jesselyn bertanya-tanya.
"Ya udahlah, Jes, kita beresin aja, siapapun yang lakukan ini, semoga aja dia dapat karmanya" Kinan pasrah dan membereskan barang-barangnya yang berserakan. Jesselyn ikut membantu membereskannya.
"Loh... Nan, Jes, ini kenapa bisa berantakan seperti ini?" Tanya Fahmi yang baru datang dan melihat kondisi tempat jualannya berantakan.
"Gak tahu nih, Mi, aku sama Kinan aja kaget lihat barang-barang kita berantakan gini pas kita baru nyampe" jawab Jesselyn.
"Ini pasti ada yang gak suka nih, kalau kita jualan disini" lanjut Jesselyn. Tanpa berkata apa-apa, Fahmi turut membantu Jesselyn dan Kinan.
"Permisi!" Seseorang datang menghampiri ketiganya.
"Iya, mbak, ada yang bisa dibantu?" Fahmi menoleh dan bertanya.
"Aku udah janjian ketemu dengan Jesselyn ditempat ini" katanya.
"Oh... Jadi, mbak, yang mau beli baju itu yah? Aku Jesselyn, mbak" Jesselyn pun menghampiri seseorang tersebut.
"Maaf yah, mbak, ini berantakan, yah... Ada orang iseng gitu yang sengaja lakuin ini, mari ikut aku kedalam toko, barangnya ada di dalam" ajak Jesselyn. Gadis itu pun mengikuti langkah Jesselyn.
"Nah... Mbak, ini dia baju yang ada di postingan itu" Jesselyn memberikan baju yang dimaksud pada gadis tersebut.
"Aku coba dulu yah" katanya.
"Iya, silahkan, kamar pasnya ada disana, tepat dibelakang meja kasir" Jesselyn menunjuk ruangan kecil dibelakang meja kasir. Selang beberapa menit kemudian, gadis itu keluar dari kamar pas.
"Gimana, mbak, pas ukurannya?" Tanya Jesselyn.
"Iya, pas, nyaman juga dipakai, aku ambil yang ini, mbak" katanya.
"Ya udah, aku bungkusin dulu yah" Jesselyn mengambil baju itu dan membungkusnya.
"Mbak Jesselyn, aku lihat distro ini namanya Kinan store, kenapa di postingan berubah jadi JK store?" Tanyanya.
"Jadi, gini, toko ini emang milik Kinan dan berdiri dari 6 tahun yang lalu, cuma karena ketatnya persaingan dan toko juga penjualannya makin menurun, terpaksa toko ini tutup dan beralih ke jualan online, kebetulan aku yang handle, karena Kinan sibuk jualan bakso di depan itu" jelas Jesselyn. Gadis itu mengangguk-angguk.
__ADS_1
"Ini yah, udah aku bungkusin" Jesselyn menyerahkannya pada gadis tersebut. Gadis itu memberikan uangnya pada Jesselyn.
"Makasih yah, mbak" Jesselyn tersenyum dan menerima uang gadis tersebut.
"Ya udah kalau gitu, aku langsung aja yah, mbak, next time aku kesini lagi mau nyobain baksonya mbak Kinan" berjalan pergi dari hadapan Jesselyn. Jesselyn membalas dengan anggukan kepala.
"Jes, gadis tadi, jadi, beli baju kita?" Tanya Kinan.
"Iya, Nan, jadi, dia ambilnya sesuai dengan yang di postinganku" jawab Jesselyn. Tak berapa lama, ada yang datang, hendak membeli.
"Silahkan, mbak, mau beli apa?" Tanya Kinan dengan ramah.
"Aku mau bungkus nasi goreng 5 bungkus, terus bakso 6 bungkus" katanya.
"Ya udah, ditunggu yah, mbak, silahkan duduk dulu" Kinan pun segera menyiapkan pesanan gadis tersebut.
"Mi, nasi goreng 5 yah, dibungkus!" Kata KInan pada Fahmi.
"Siap!" Teriak Fahmi dan segera menyiapkan pesanan tersebut.
"Oh iya, di dalam ini, distro yah, soalnya aku lihat namanya tuh" katanya.
"Iya, mbak, dulunya ini emang distro, mbak Kinan itu yang punya, cuma karena distronya lagi lesu, makanya sekarang beralih ke bisnis kuliner gini" jawab Jesselyn.
"Semuanya berapa?" Tanyanya sambil merogoh kantong celananya.
"110rb, mbak" jawab Kinan
"Duh... Mbak, maaf, uang aku kurang 10rb, mbak kurangin aja bakso 1, jadi, pas 100rb" katanya.
"Ya udah, gini, mbak ambil aja ini, gak apa-apa kok, anggap aja bonus, mbak" Kinan menerima uang gadis tersebut dan memberikan pesanan gadis itu sesuai dengan yang dikatakannya diawal.
"Beneran gak apa-apa, mbak?" Tanyanya untuk memastikan.
"Iya, beneran" jawab Kinan meyakinkan.
"Makasih yah, mbak, semoga dagangan mbak dan masnya laris manis, banyak yang datang beli" katanya.
"Amiin...." Fahmi, Jesselyn dan Kinan menyahut bersamaan. Gadis itu pun pergi dari hadapan ketiganya.
__ADS_1
"Nan, kok kamu gratiskan sebungkus, gak takut rugi kamu?" Tanya Jesselyn.
"Gak ada ruginya kalau kita berbuat baik, Insya Allah akan menjadi berkah jualan kita, benar gak, Mi" Kinan melirik kearah Fahmi.
"Benar banget tuh, Nan, kebaikan kamu itu kelak akan berbuah manis nantinya" Fahmi menimpali. Jesselyn hanya mengangguk.
"Woy...! Uang keamanan! Buruan!" Gertak seseorang yang menghampiri ketiganya.
"Uang keamanan? Kok ada uang keamanan sih, bang, kemarin gak ada, kenapa sekarang tiba-tiba ada, bang?" Tanya Fahmi bingung.
"Yee.... Banyak bacot lagi, udah buruan! Mau gerobaknya dihancurin!" Katanya sambil memelototi Fahmi.
"Bang, abang itu gak punya hak, karena ini juga tempat aku yang punya, ini toko aku dan lengkap semua surat ijinnya, jadi, gak ada tuh istilah uang keamanan, abang juga bukan hansip kan, cuma preman yang gertak pedagang kecil" Kinan menantang.
"Ini cewek nantangin, berani kamu! Sini maju!" Katanya yang berbalik menantang Kinan.
"Udah deh, aku tuh berusaha untuk baik-baik yah, buruan kasi uang keamanan 30rb" katanya dengan memaksa.
"Ini sih malak bukan minta uang keamanan, bang, ini sih kita yang rugi" protes Jesselyn.
"Udah deh, diam! Sebelum aku tampar mulutmu itu" menunjuk kearah Jesselyn.
"Woy! Ada apa ini, ribut-ribut disini!" Beberapa orang lainnya datang.
"Kebetulan ada kalian, ini nih, mereka bertiga datang-datang malak, minta uang keamanan, kita udah capek-capek jualan juga, malah dipalak" kata Kinan.
"Apa hak kalian malak pedagang disini? Anak mana kalian bertiga? Sebelum kita semua hajar kalian bertiga, sebaiknya kalian pergi, cepat!" Gertaknya pada ketiga laki-laki tersebut.
"Bos, lebih baik kita pergi aja, daripada babak belur" bisik temannya. Tanpa berkata apa-apa lagi, ketiga laki-laki itu pergi dari tempat tersebut.
"Kalian gak apa-apa kan? Gak ada yang dirusak atau apa gitu?" Tanyanya.
"Alhamdulillah, gak ada, makasih yah udah bantuin kita" Fahmi mengucapkan terima kasih atas bantuannya.
"Iya, sama-sama, kita cuma gak suka aja kalau ada yang menindas pedagang kecil seperti kalian, karena kita juga rakyat kecil sama seperti kalian, jadi, harus saling bantu" katanya.
"Ya udah, kita pamit yah, Assalamualaikum!" Laki-laki itu bersama teman-temannya berpamitan.
"Waalaikumsalam!" Sahut Fahmi dan Kinan bersamaan.
__ADS_1
"Mereka baik banget yah, mau bantuin kita" kata Kinan.
"Iya, Nan. Suatu saat nanti kalau aku udah sukses dan bertemu mereka lagi, akan aku balas kebaikan mereka itu" Fahmi bertekad kuat dalam hatinya.