
"Alhamdulillah, kita terhindar dari kejahatan yang direncanakan oleh Bari itu" Fahmi merasa lega.
"Iya, Mi, Alhamdulillah, aku juga lega banget sekarang" Kinan tersenyum.
"Rasain tuh si Bari, akhirnya dia kena batunya kan, kejahatannya kini sudah berakhir dan akan mendekam dalam penjara untuk waktu yang sangat lama, siapa suruh berbuat jahat sama kita, hahaha.....!!" Jesselyn tertawa senang.
"Udah ah, kita buka lagi nih makanan yang udah dibungkus ini" kata Kinan.
"Eh... Eh... Itu ada apa, kenapa orang-orang itu jalannya rame-rame menuju kemari" Jesselyn terkejut melihat segerombolan orang berjalan kearah mereka.
"Iya, kayak orang mau demo aja, duh... Gimana ini" Kinan terlihat sedikit panik.
"Oh... Kalian berdua tenang aja, mereka itu para pekerja proyek pembangunan mall itu, mereka kemari mau makan siang, seperti kemarin, mereka inilah yang aku ceritakan sama kalian" Fahmi menjelaskannya pada Kinan dan Jesselyn, yang membuat kedua sahabatnya itu menjadi lebih tenang.
"Mas, kita balik lagi, seperti yang kita bilang kemarin" katanya.
"Iya, mas, silahkan duduk deh, digeser aja, meja sama kursinya" Fahmi mempersilahkan.
"Oh iya, mas, waktu menuju kemari, kita semua lihat, pemilik warung pinggir jalan depan itu ditangkap polisi" celetuk yang lain.
"Oh... Itu, mas, dia sama ada satu orang komplotannya, ditangkap karena kasus pengedaran uang palsu, bahkan nyaris aja kita jadi korban, untung aja kita cepat mengetahuinya dan langsung melaporkannya ke pihak berwajib" jelas Kinan.
"Oh ya? Kok bisa?" Tanyanya penasaran.
"Jadi, kemarin itu, komplotan si Bari, yang punya warung itu, memesan makanan sama kita. Setelah diselidiki dan polisi juga memeriksanya, ternyata itu uang palsu yang dipake untuk membayar makanan pesanannya itu, nyaris kita rugi banyak" Jesselyn menjelaskan.
"Waduh... Jahat juga yah bapak itu, tega banget berbuat seperti itu" pria itu menggelengkan kepala, seolah tidak percaya.
"Kata polisi, si Bari itu buronan polisi yang selalu berhasil kabur, tapi, akhirnya dia tertangkap juga" Kinan menambahkan.
"Baguslah kalau seperti itu, dihukum dengan hukuman setimpal, biar ada efek jeranya gitu, kasihan pedagang kecil seperti kalian gini, kalau dijahatin seperti itu" katanya. Semua pembelinya menikmati makanan yang disajikan Fahmi dan Kinan dengan begitu lahapnya. Selang 30 menit kemudian, semuanya sudah selesai makan dan masing-masing membayar makanan yang mereka makanan.
__ADS_1
"Makasih yah, untuk mas-mas semuanya" kata Fahmi.
"Iya, mas, kalau gitu kita semua pamit, mau balik kerja lagi, udah dikejar deadline soalnya sama bos" satu persatu pun beranjak pergi dari hadapan Fahmi dan kedua sahabatnya.
.......
"Gitu ceritanya, sehingga kita punya restoran sebesar ini, kita harus melewati berbagai ujian dan cobaan yang silih berganti datang menghampiri" Fahmi mengakhiri cerita panjangnya tersebut.
"Terus gimana ceritanya bisa bangun restoran sebesar ini?" Tanyanya.
"Jadi, gini, dulu ini kan distro. Terus kita berdua memutuskan untuk merombak toko itu jadi restoran kayak sekarang ini dan semua biayanya ini kita bagi dua, makanya nama resto ini tuh "FK Resto", yang merupakan inisial dari nama kita berdua" terang Fahmi. Semua yang mendengarkannya menganggukkan kepalanya.
"Permisi, mas Fahmi dan mbak Kinan, ada yang mau ketemu, katanya dia teman baiknya mbak Kinan" seseorang menghampiri Fahmi dan Kinan, yang tengah ngobrol dengan para tamu.
"Oh... Ya udah kalau seperti itu, kita akan temui dia" kata Kinan, lalu seseorang itu pun pergi.
"Bapak-bapak dan ibu-ibu semua, kita tinggal sebentar yah, ada yang mau ketemu kita berdua" kata Fahmi.
"Oh... Silahkan, mas Fahmi" jawab salah satunya.
"Maaf, mbak, kata salah satu waiter, mbak katanya mau ketemu kita yah?" Tanya Kinan pada seorang wanita yang duduk membelakanginya. Wanita itu berbalik dan sontak membuat Kinan terkejut.
"Laras? Ya ampun, long time no see" Kinan langsung memeluk Laras.
"Aku udah kangen banget sama kamu" kata Laras.
"Oh iya, aku ucapkan selamat yah untuk grand launching restoran kalian ini, aku benar-benar bangga sama kalian berdua" Laras tersenyum semringah.
"Terus gimana dengan cita-cita kamu itu, yang katanya bermimpi jadi seorang DJ?" Tanya Kinan penasaran.
"Aku udah berhasil jadi seorang DJ dan udah cukup banyak tawaran job juga sih" jawab Laras.
__ADS_1
"Bukan cuma itu aja, aku kesini juga mau kenalin sama kalian, calon suamiku dan rencananya bulan depan kita berdua mau nikah, kalian jangan lupa datang yah, gak boleh tidak loh" lanjut Laras dan memberikan undangan pernikahannya.
"Kamu tuh yah, baru ketemu udah bawa kabar gembira kayak gini, aku doakan semoga dilancarkan sampai hari pernikahanmu tiba" Kinan mendoakan.
"Nah... Ini dia nih, calon suami aku" Laras memperkenalkan seorang pria yang baru saja datang. Fahmi dan Kinan menyalaminya. Ditengah asiknya mereka mengobrol, ada pasangan yang datang menghampiri dan menyapanya.
"Hai, guys" sapanya pada Fahmi, Kinan dan juga Laras.
"Loh... Jesselyn! Wah... Makin cantik aja kamu" Fahmi terlihat kaget melihat Jesselyn.
"Selamat yah untuk launching resto kalian berdua yah, semoga kedepannya resto ini bisa berkembang pesat" Jesselyn menyalami keduanya.
"Eh... Tunggu dulu, ini bukannya Marcell yah" Laras seperti mengenali pria yang datang bersama Jesselyn.
"Iya, Ras, aku Marcell" pria itu membenarkan perkataan Laras.
"Kok bisa jadian sama Jesselyn?" Tanya Laras penasaran.
"Bukan jadian lagi, Ras, bahkan kita udah nikah, setahun yang lalu" jawab Marcell. Kinan dan Fahmi terkejut mendengar Jesselyn dan Marcell sudah menikah.
"Kok gak ngundang sih" protes Kinan.
"Iya, maaf, lagian juga pada waktu itu kan, situasinya gak memungkinkan karena Covid juga waktu itu, jadi, yang datang cuma keluarga dekat aja" jelas Jesselyn.
"Iya, gak apa-apa, lagiannya situasinya saat itu gak memungkinkan untuk ngumpul kan, yang terpenting doa yang terbaik untuk kalian berdua, semoga langgeng dan bahagia sampai akhir hayat" Fahmi mendoakan.
"Amiin...." Jesselyn dan Marcell mengaminkan.
"Jesselyn sama Marcell kan udah nikah, terus aku sama calon suamiku ini bulan depan udah mau nikah, terus kalian berdua kapan nih, meresmikan hubungan kalian" Laras menatap Fahmi dan Kinan bergantian.
"Iya, kalian resmikan aja udah, udah klop banget loh, se-frekuensi juga, apa lagi yang kalian tunggu" Jesselyn menimpali. Fahmi dan Kinan hanya tersenyum.
__ADS_1
"Ya udah kalau gitu, sekarang kalian langsung nikmatin aja tuh makanan disebelah sana, mumpung lagi gratis nih, soalnya besok bayar, hihihi...." Kinan tertawa kecil.
"Finally, aku udah berhasil mendirikan sebuah restoran yang aku impikan, ditemani dengan seorang sahabat yang sejak awal selalu memberikan support dan selalu membantuku sampai aku sukses seperti ini. Aku hanya berharap aku dan Kinan bisa jadi sahabat dan partner bisnis untuk selamanya, meskipun gak menutup kemungkinan akan jadi partner hidup, biarkan waktu yang menjawab semua misteri ini kedepannya, sekarang aku hanya ingin fokus untuk mengembangkan bisnisku ini menjadi lebih pesat dan mempunyai beberapa cabang kedepannya".