My Mine (Emergency Future)

My Mine (Emergency Future)
Bab 1 : Kurang Kerjaan


__ADS_3

Sore hari yang rada mendung Aleta yang biasa disapa Letta sedang duduk termenung di sebuah gazebo di halaman rumahnya.


"Ya Tuhan garing banget dah gue seharian cuma ngelilingin rumah mulu" Leta bermonolog dengan dirinya sendiri.


Setelah lulus dari sma Aleta belum ada nafsu untuk melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi alias kuliah karena hobi mager nya yang luar biasa.


"Eh non Leta ngapain ngelamun disini sendirian? Nanti kesambit hlo eh kesambit maksudnya" tiba-tiba si bibi muncul dari belakang.


"Ya ampun bik ngagetin aja sih, udah tau orang lagi menata hidup malah dikagetin" gerutu Leta.


"Menata hidup apanya wong dari tadi bibi lihat ngelamun aja, bibi panggil juga nggak nyaut, bibi kira kesambet" balas si bibi ngeles.


"Idih bibik sok tempe banget, eh bik boleh tanya nggak" tanya Leta kemudian.


"Sok atuh non mau nanya apa sama bibik" jawab si bibik dengam logat sundanya.


"Aku lagi gabut banget nih bik, nggak ada kerjaan, enaknya ngapain ya bik?" Tanya Leta.


"Non Leta beneran mau kerjaan nih?" Jawab si bibik dengan antusias.


"Beneran bik, gabut banget aku tuh dari tadi diem mulu kayak patung pancoran" jawab Leta manyun.


"Sini bibik bisikin non" si bibik mendekatkan mulutnya ketelinga Letta.


"Idih ogah bik, enak di bibik nggak enak di akunya donk" Leta mulai ngegas.


"Lah kan itu kerjaan non, nyuci, nyapu, ngepel, masak de el el " cerocos bibik, sambil melanjutkan nyapunya yant tertunda.


"Idih ogah, ya udah lah aku ngemal aja ngabisin duit si abang", kemudia Leta bergegas menuju kamarnya untuk bersiap siap. "oh ya bik nanti kalau abang udah pulang, dan nanyain adik kesayanganya ini bilanga aja, aku ngemo ngabisin duit jatah dulu" , kemudian dia lanjut naik kekamarnya.


"Siap non, orang kaya mah bebas" teriak si bibik.


Letta yang mendengan itu cuma cekikikan aja kayak mbak kunti.


................


Dikamar.......


Leta temenung lagi.


  'masak gue ke mall sendirian sih, nggak asik banget deh' batin Leta.


"Aha telponin ayang aja ah udah semingguan ini nggak chatan, apalagi ketemuan kangen banget dah" sebuah ide cemerlang langsung keluar.


Kemudian Leta bergegas mengambil ponsel yang tergeletak tak berdaya diatas nakas karena tidak ada notif chat masuk sama sekali.


"Horor bener ponsel gue kayak kuburan sepi banget, kuburan aja masih ada penguhuninya hla ponsel gue?" Gerutu Leta.


Tak lama kemudian dia mencari nomor ayang beb nya.


"Lagi apa sih ni satpam komplek telpon dari princes nggak diangakat-angkat" Leta mengomel sendiri.


Sampai 20 kali panggilan tak ada satupun jawaban dari ayang beb.


Akhirnya dengan hati yang sangat dongkol abis Leta bersiap-siap.


"Ya udah lah pergi sendiri aja, gini nih punya cowok tapi rasa jomblo" gerutu Leta ngenes.


....................

__ADS_1


Sementara sisi lain........


"Eh No hp kamu bunyi terus itu angkat gih siapa tau penting" ucap seorang gadis kepada teman cowoknya.


"Nggak penting kok santai aja, udah lanjutin aja makannya" ucap sang cowok.


"Ya udah" balas sang gadis cuek.


.................................


Leta telah sampai di mall tempat dia akan menghabiskan kegabutannya.


"Aha akhirnya sampai juga, waktunya memenanjakan jiwa dan raga" ucap Leta ngomong sendiri.


"Pak tunggu disini ya, tapi kalau bosen nungguin aku boleh lah ngupi-ngupi santai dulu, dahh", ucap Leta dengan gaya tengilnya, sang supir hanya tersenyum dan mengangguk.


Leta berjalan ke arah Lift karena mobil nya dipakir di basemant mal tersebut.


  'enaknya kemana dulu ya? Nyalon apa belanja dulu?' bantinnya.


Setelah dia berperang melawan hati dan pikirannya akhirnya dia putuskan untuk makan dulu.


Leta memasuki sebuah restoran yang berada di mal tersebut. Baru sampai pintu masuk, dia menemukan sosok yang mirip ayang beb nya


  'ah hanya mirip kali' batin Leta. akhinya dia memasuki restoran tersebut dan memesan beberapa makanan. Setelah makan dia melanjutkan acara berbelanjanya.


..................


Dirumah


"Halo, ayang beb kemana aja ditelponin sang pemaisuri dari tadi baru angkat? " Cerocos Leta setelah telpon ayang beb yang kesekian kali nya akhinya diangkat juga.


"Oh begitu, eh tadi aku kan kemall ya gegara gabut dirumah nggak ngapa-ngapain, eh pas aq makan direstoran aku lihat orang kayak kamu deh mirip banget" Cerita Leta pada ayang beb nya.


"Kamu kangen aku kalik yang, mangkannya selalu terbanyang-banyak wajahku" goda si ayang beb.


"Jelas lah kangen udah seminggu nggak chatan, nggak vidio call, nggak telponan, nggak ketemu" jawan Leta sambil cemberut.


"Maaf yang aku beneran sibuk banget ini kalau ada waktu nanti kita ketemu ya sayang ku" Jawab ayang beb.


"Beneran hlo awas kalau bohong, aku guling-guling nih dikasur" ancam Leta tidak niat.


"Idih lucunya ayangku ini" goda ayang beb Leta.


Akhirnya mereka telponan sampek subuh.


............


Pukul 10.00 wib


"Leta bangun woi ada yang nyariin tuh" Teriak Rion Abang Leta.


"Apaan sih bang masih pagi juga gangguin aja" gerutu Leta menutup telinga dengam bantalnya.


"Pagi pala lu pagi ini udah jam 10" Omel Rion.


"Masih pagi abang ku sayang" Leta bersiap-siap melanjutkan tidur cantiknya lagi.


Rion yang melihat itu cuma geleng-geleng kepala melihat tingkah laku adiknya itu.

__ADS_1


"Ohh mau tidur lagi? Oke Rino aku suruh pulang aja lah", mendengar omongan sang abang, Leta langsung bangkit dari kasur menuju kamar mandi.


Alleta sudah menjalin hubungan dengan Rino sejak kelas 1 sma, kurang lebih sekitaran 3 tahun terakhir mereka bersama.


Tetapi beberapa minggu belakangan ini Rino sering ilang-ilangan kayak jelangkung.


Kadang juga suka marah-marah nggak jelas, itu membuat Leta agak bingung dengan sikap Rino belakangan ini.


Dan sekarang tak ada angin, tak ada hujan, tak ada badai menerjang dia datang kerumah secara tiba-tiba, benar benar kayak jelangkung kan si Reno ini.


Setelah membersihkan diri Leta turun menemui honey, bunny, sweety nya.


"Hai no" sapa Leta dengan senyum yang dibuat semenawan mungkin.


"Hai Ta" Balas Rino.


"Tumben kamu kesini ada apa? Oh ya mau minum apa" Tanya Leta .


"Apa aja deh asal jangan sianida" kekeh Rino.


"Hahaha Ya kali aku ngeracunin kamu. Pertanyaan ku belum kamu jawab hlo" balas Leta setelah tawanya.


"Ya kangen aja sama kamu Ta, emangnya nggak boleh ya ketemu pacar sendiri?" Balas Rino dengan wajah yang dibuat-buat sedih.


"Ya bukan gitu, aku malah seneng banget kamu mau kesini, udah semingguan ini juga nggak ketemu" Jawab Leta.


"Mangkannya aku kesini sayang" Balas Rino


"Ekhem" Rion berdehem.


"Eh ada abang, ngapain nguping disitu?" Tanya Leta penuh selidik.


"Idih ngadi-ngadi, geer sangat, abang cuma lagi lewat aja tuh" Balas Rion sinis.


"Emang abang nggak kerja apa jam segini masih dirumah?" Tanya Leta kemudian..


"Ntar agak siangan dek". Balas Rion lagi.


"Ohh" Leta hanya ber oh ria.


Tak lama kemudian ponsel milik Rino berbunyi menandakan pesan masuk. Rino meraih ponselnya setelah itu dia pamit pada Aleta dengan terburu-buru.


"Ada apa No" tanya Leta penasaran.


"Ta aku pamit dulu ya ada hal urgen dirumah ini mama baru aja kirim pesan" balas Rino.


"Ada apa No, aku ikut ya? Siapa tau nanti kamu butuh aku" Mohon Leta.


"Nggak usah aku buru-buru, nanti kamu malah ngerepoti aku" Jawab Rino dengan nada agak membentak.


Aleta kaget, "maksud kamu apa No? Kalau gak boleh ya udah tapi jangan bentak-bentak" jawab Leta agak kesal.


"Udah ah gak ada waktu berdebat, aku pamit" . Akhirnya Rino pergi dengan meninggalkan Leta yang dongkol hatinya.


Dari lantai atas Arion memperhatikan Leta dan Rino. Dia merasa kesal adik kesangannya di bentak oleh orang lain. 'aku pastikan kau akan menyesal Rino, berani-beraninya kau membentak adikku' batin Arion dengan tangan mengepal.


Aleta dan Arion tinggal hanya berdua, mereka diasuh sang paman dan bibi mereka, semenjak orang tua mereka meninggal kerena pembantaian sadis yang dilakukan oleh seseorang. Dan hingga saat ini pelaki belum juga tertangkap.


Disisi lain Aleta melanjutkan tidurnya yang terganggu tadi hingga sore hari.

__ADS_1


__ADS_2