My Mine (Emergency Future)

My Mine (Emergency Future)
Bab 8 : Jati Diri Keluarga Dom


__ADS_3

Pagi menjelang, matahari mulai menunjukkan eksistenisnya dengan malu-malu. Sedangkan disebuah rumah didalam kamar Aleta menggeliat mulai membuka matanya.


Setelah terbuka sempurna, dia melihat sekeliling setelah sadar sepunuhnya kalau itu bukan kamarnya dia langsung terduduk.


'ini bukan kamar tercinta gue, asing banget sama kamar ini' batin Aleta.


Sejurus kemudian dia ke mode absurdnya "Ya Tuhan aku dimana? Bersama siapa? Apakah sedang diculik?" Tanya Aleta entah pada siapa dengan nada yang cukup keras.


Arion yang kebetulan lewat didepan kamar Aleta terkejut dengan teriakan sang adik, dan langsung masuk kekamar sang adik.


"Kamu kenapa dek?" Tanya Arion dengan nada kuatir.


"Eh abang, gak pa-pa bang aku kira sedang diculik" jawab Aleta nyengir.


"Dasar abang kira kenapa, lagian siapa juga yang mau nyulik kamu" balas Rion kembali ke mode tengilnya.


"Eh jangan salah ya, aku ini cantik mempesona, tajir apa lagi ya? Ah pokoknya cocok untuk diculik" balas Leta tak kalah tengil.


"Percaya diri sekali" balas Rion datar.


"Harus dong. Oh ya bang ini kita dimana? Kok rasanya gak asing sama tempat ini, tapi juga ngerasa asing si" tanya Aleta.


"Ini markas keluarga Dominic" jawab Rion santai.


"Markas?" Gumam Leta tampak berfikir.


"Nanti abang jelasin, sekarang kamu bersih-bersih dulu terus kita sarapan. Kamar mandi ada di sebelah situ" kata Rion sambil menunjukkan letak kamar mandi.


Mendengar kata sarapan Aleta sudah semangat 45 tanpa disuruh dua kali dia langsung meloncat dari kamar tidur menuju kamar mandi yang juga ada didalam kamar tersebut.


Baru juga Rion ingin melangkahkan kaki keluar kamar, kepala Aleta menyembul dari balik pintu. "Bang aku pake baju ganti apa? Aku gak bawa baju ganti?" Tanya Leta bingung.


"Disitu ada walk in closet dan disana juga ada semua keperluan kamu" jawab Rion santai.


"Oh oke" balas Leta, kemudian masuk lagi kekamar mandi melanjutkan ritual mandinya yang belum dimulai.


"Abang tunggu dibawah, kalau sudah selesai ada Raka yang menunggu di depan pintu" ucap Rion agak berteriak.


"Oke bang" jawab Leta setengah berteriak juga.


************


Di meja makan

__ADS_1


Aleta mendaratkan bok*ng cantiknya di atas kursi, dan disana sudah ada Rion yang sedang menunggunya.


"Makan dulu dek, setelah ini abang jelasin semua yang perlu kamu tau" ucap Rion.


"Oke bang, selamat makan" jawab Aleta. Mereka kemudian makan dengan khidmad hanya ada suara detingan sendok.


Tak butuh waktu yang lama mereka menyelesaikan acara makan paginya. "oke Aleta siap mendengarkan penjelasan abang" kata Aleta.


"Ikut abang" Rion berdiri kesuatu tempat dan diikuti oleh Aleta. Mereka menuju kesebuah ruangan yang banyak terdapat pintu, dan sampai diujung ruangan Rion menghentikan langkah kakinya.


"Kamu sudah siap?" Tanya Rion menyakinkan adiknya.


"Ehm" jawab Leta mengganggukkan kepalanya tanda dia sudah siap.


Kemudian Rion membuka pintu ruangan tersebut yang ternyata mirip dengan sebuah perpustakaan. Rion berjalan ke rak paling ujung dan mengambil sebuah buku. "Kamu baca ini dulu, nanti kalau ada yang gak ngerti kamu bisa menanyakannya pada abang" ucap Rion menyerahkan sebuah buku yang lumayan agak tebal.


Aleta yang hobi mager dikasih buku setebal itu protes "yang bener aja bang, buku setebel kamus bahasa inggris gini suruh aku yang baca? Kenapa gak langsung abang jelasin aja sih?" Jawab Leta.


"Baca" hanya itu yang keluar dari mulut Rion. Dan menyodorkan buku tersebut pada sang adik.


Leta yang dipaksa pun terpaksa menerimanya, dengan cemberut dia mulai membuka buku tersebut dan mulai membacanya. Setelah beberapa lembar dia membaca, dia membulatkan kedua matanya.


"Bang jadi kita?" Tanya Leta pada sang abang. Rion hanya menganggukkan kepalanya.


"Keren?, Kamu gak takut atau apa gitu" Tanya Rion pada Leta.


"Gak tuh aku malah merasa keren, tapi bisa jelasin kenapa keluara kita disebut Red Demond?"  Tanya Leta penasaran karena tak ada penjelasan tentang itu disitu hanya tertulis bahwa keluarga Dom adalah sekelompok keluarga mafia.


"Karena kita ada diposisi ke 2 keluarga mafia berperngaruh di dunia gelap diseluruh asia dan sebagian amerika, dan kenapa Red Demond? Kita bisa menghukum dengan sadis siapapun tanpa pandang bulu, bahkan kalau jika dia adalah keluarga kita sendiri yang mengusik keluarga kita" jelas Rion.


"Oh terus dalam dunia gelap apa saja bisnis kita?" Tanya Leta mulai penasaran dengan bisnis keluarga nya di dunia gelap. Apakah sama besarnya dengan dunia atas.


"Ada obat, senjata dan lainya" jawab Rion.


"Pantes kita sekaya itu, ya meskipun bisnis papa banyak tapi aku gak nyangka kalau papa juga punya bisnis lain seperti ini, apa abang sudah tau dari dulu?" Tanya Aleta.


"Abang juga baru tau saat abang baru menjadi pewaris sah dan mengelolah semua bisnis papa" jawab Rion.


"Apa semua keluarga kita menjalankan bisnis seperti ini?apakah ini bisnis yang diturunkan dari opa?" Tanya Aleta penasaran.


"Yup ini diturunkan dari opa dan tidak semua anak opa menjalankan bisnis seperti ini, mereka bebas memilih hanya papa dan paman yang berada dalam bisnis ini" jawab Rion.


"Apakah Red Demond terbagi 2? Maksud Leta dengan paman Ric" tanya Leta lagi, dia semakin penasaran dengan keluarga nya itu.

__ADS_1


"Tidak, Red Demond seluruhnya jadi milik papa , karena paman Ric mendirikan kelompok sendiri bernama Black Demon" jelas Rion.


"Apakah mereka sama kuatnya dengan kita?" Tanya Leta lagi.


"Mereka ada di urutan ke 3 dibawah kita" ucap Rion.


"Lalu siapa yang menduduki peringkat pertama bang?" Lagi dan lagi Leta dibuat penasaran dengan dunia bawah.


"Namanya Black Angel, kelompok terkuat dan paling berpengaruh di Eropa, Amerika, dan Asia" jawab Rion Lagi.


"Wow, keren namanya juga pasti ada makna dibalinya" ucap Leta kagum.


"Kamu betul Black Angel memiliki makna dua sisi, disisi lain Angel atau malaikat disisi lain Demon atau Iblis. Karena mereka bisa menjadi malaikat dan iblis secara bersamaan. Untuk yang setia kepada kelompok mereka bisa menjadi seorang malaikat dan untuk yang berani menentang atau mengusik mereka, mereka bisa menjadi iblis yang paling kejam" jelas Rion panjang lebar.


"Wah ternyata sekeren itu dunia bawah, tapi agak ngeri juga sih pasti banyak pembunuhan sadis dan karena ini juga abang sering keluar tengah malam dan kembali pada malam harinya" ucap Leta merasa kagum sekaligus ngeri membanyangkan keadaan dunia bawah.


"Betul sekali,Sekarang kamu sudah mengetahui jati diri keluarga Dominic, keluarga kita, abang harap kamu bisa lebih berhati-hati dengan orang lain" ucap Rion memperingatkan adiknya itu.


"Siap abang" jawab Leta dengan hormat.


"Dan ada satu lagi kenapa kamu merasa tidak begitu asing dengan kamar yang kamu tempati? Itu adalah kamar kamu dulu sewaktu masih umur sekitaran 4tahun dan abang juga baru mengahuinya bahwa saat kecil kita pernah tinggal disini" ucap Rion


"Oh pantes" jawab Leta singkat.


"Oh ya bersiaplah 1 minggu dari sekarang kau akan diumumkan sebagai putri keluarga dominic jadi persiapan dirimu dengan baik" Ucap Rion memberitahu adiknya.


"Hah?" Hanya itu yang keluar dari mulut Aleta, dan melongo.


Tanpa memperdulikan eksprsi sang adik, Rion bergegas meninggalkan ruangan tersebut menuju ruangan pribadinya.


***********


Ruang pribadi Arion


"Bagaimana persiapan untuk Aleta Raka?" Tanya Rion pada asistennya itu.


"Sudah 85 persen Tuan" jawab sang asisten.


"Lakukan dengan baik, aku tidak mau ada yang terlewat semua harus sempurna" ucap Rion dengan nada agak mengancam, karena Rion adalah orang yang perfectsionis.


"Baik Tuan, siap laksanakan" jawab Raka.


"Kalau semua tidak sesuai,kau akan ku bunuh" ucap Rion dingin.

__ADS_1


"Baik Tuan" balas Raka pasrah 'kena lagi deh' batin Raka.


__ADS_2