
Hari minggu adalah hari yang sangat ditunggu oleh semua kaum manusia karena bisa bersantai dari rutinitas sehari-hari. Sedangkan disebuah kamar seorang gadis masih setia dengan tidurnya.
"Non Aleta bangun udah mau siang ini" tariak bibik dibalik pintu. Ya siapa lagi kalau bukan Aleta si gadis mager demen tidur pasalnya sudah mau jam 10 pagi dan dia masih setia dibalik selimutnya.
"Masih pagi bik, udah teriak-teriak aja" jawab Aleta dengan nada serak khas orang bangun tidur.
'kalau bukan anak majikan udah ku geret nih orang satu' batin si bibik. "Udah mau jam 10 non, itu den Rion sudah nunggu di bawah" ucap sang bibik akhirnya.
'ck banh Rion mengganggu saja orang mau hibernasi seharian juga' batin Aleta kesal. Dan Tanpa memperdulikan teriakan sang bibik Aleta melanjutkan tidurnya yang sempet bersambung.
Tak lama kemudian Aleta mendengar suara langkah kaki mendekat ke arah kamarnya.
"Sudah bangun belum bik?" Tanya suara lain, yang jelas bukan suara si bibik.
"Tadi udah ada sautan Den, tapi ini bibik gedor lagi udah sunyi senyap" jawab sang bibik.
"Oh ya udah bik, bibik bisa turun biar aku sendiri yang bangunin" Tak lain dan tak bukan dia adalah Rion abang dari Aleta. Rion membukan pintu kamar Aleta dan bejalan mendekat ke ranjang.
"Dek bangun udah siang, dan ada banyak hal yang harus kita lakukan hari ini" ucap Rion mencoba membangunkan sang adik.
"Hm apaan lagi si bang?" Mencoba duduk "gangguin aja deh Aleta mager nih, Kapan-kapan aja lah urusannya Aleta mau bobok" balas Aleta kembali keposisi tidurnya.
Rion yang mendengar itu agak kesal dengan kelakuan sang adik. Tanpa menunggu lagi Rion menganggakat tubuh Aleta, dan menggendongnya seperti menggendong karung beras. Aleta yang mendapat perlakuan seperti itu seketika berteriak.
"Abang apaan sih turunin woi" teriak Aleta.
"Kalau gak gini kamu gak balakan beranjak dari tempat tidurmu" jawab Rion cuek, dia berjalan menuruni anak tangga dan langsung menuju ke halaman rumah.
"Ih abang Aleta masih ngantuk tau" balas Aleta.
"Nanti lanjutin tidur dimobil" ucap Rion.
Sesampainya dihalaman rumah sebuah mobil Bugatti La Voiture Noire yang sudah dimodifikasi dilengkapi dengan beberapa fitur tambahan seperi anti peluru dan alat tembak.
Arion mendudukan sang adik dibagian kursi penumpang, kemudian dia memutar mengambil posisi pengemudi.
"Pakai sabuk pengamanmu" ucap Rion. Aleta dengan malas memasang sabuk pengamannya. Setelah urusan sabuk pengaman beres dan sudah keluar dari area rumahnya, Rion melajukan mobilnya dengan kecepan tinggi.
__ADS_1
"Bang pelang-pelan donk, aku gak mau m*ti muda ya" protes Aleta karena sang abang melajukan mobilnya diatas rata-rata.
"Udah kamu diam aja, tidur sana, lagian juga kita hampir telat gara-gara kamu dibangunin susah banget" balas Rion datar.
"Lagian kita mau kemana sih bang? Buru-buru banget" Tanya Aleta malas.
"Kamu lupa hari ini hari kamu akan memulai debutmu sebagai putri pewaris satu-satunya keluarga Dominic?" Jawab Rion kesal pasalnya adiknya itu melupakan hari penting untuk hidupnya.
"Eh, itu hari ini ya? Aku kira masih besok atau lusa" ucap Aleta ngengir, karena dia melupakan hal sepenting itu.
"Mangkannya jangan galau mulu, udah lupain aja dia masih banyak cowok diluaran sana yang lebih hebat dari mantan kamu itu" ucap Rion datar.
"Ye siapa yang galau cobak, gak tuh" balas Aleta dengan tengilnya.
"Terserah, mending tidur sana" ucap Rion.
"Udah gak ngantuk" jawab Aleta malas.
Akhirnya selama perjalanan yang tersisa hanya keheningan yang melanda. Tak lama kemdian mobil yang ditumpangi Aleta telah sampai di sebuah mansion yang mewah.
"Ini mansion siapa bang?" Tanya Aleta penasaran.
"Ayo turun, jangan mengotori mobil abang dengan iler mu itu" ucap Rion kesal melihat sang adik tak kunjung turun malah melongo.
Aleta yang mendengar itu kesal "Iya-iya aku turun, lagian siapa juga yang ileran" jawab Aleta dengan nada kesal dan turun dari mobil.
"Masih gak mau ngaku? Itu ada bekas iler masih nempel, lagian kayak gak pernah lihat kayak gini aja sampai melongo ileran lagi" Ledek Rion.
"Ihh abang tega baget sama aku" ucap Aleta.
"Udah sana kamu siap-siap dulu, sore nanti acara akan segera dimulai" suruh Rion. Kemudian Rion memanggil beberapa maid untuk membantu sang adik.
*******
Sore hari acara sudah dimulai, para tamu dari kalangan dunia bawah mulai berdatangan satu persatu. Mereka mengagumu mension keluarga Dominic yang begitu mewah dan megah.
"Mohon perhatian semuanya" suara seorang mc acara telah terdengar pertanda akan segera dimulai. Semua undangan mulai terfokus pada sang mc.
__ADS_1
"Terima kasih atas perhatiannya, acara ini akan segera kita mulai, langsung saja kita panggil kepala keluarga Red Demon Tuan Exell Orion Raefal, waktu dan tempat kami persilahkan" ucap sang mc. Rion berjalan menuju podium. Sebutan belakang nama keluarga besar memang sengaja tidak disebut di dunia bawah, karena itu dapat meminimalisir untuk diketahui musuh.
"Selamat sore semua, sebelumnya saya ucapkan terima kasih karena berkenan hadir di acara penting klan kami, hari ini kami akan mempublikasikan putri satu-satunya klan kami, Dilara Grizelle Alleta" ucap Rion. Tak lama terlihat seorang gadis cantik menuruni anak tangga.
Menggunakan gaun merah, Aleta dengan anggun menuruni satu persatu anak tangga.
"Hai semuanya perkenalkan nama saya Dilara Grizelle Alleta kalian bisa memanggil saya Dilara atau Aleta, terima kasih telah datang di acara saya yang sederhana ini dan silahkan mencicipi hidangan yang tersedia " ucap Aleta dengan anggun. Rion yang melihat itu lega karena sang adik bisa bersikap layaknya seorang putri, bukan gadis tengil yang menyebalkan.
"Wah benar-benar cantik dan anggun"
"Seperti dewi-dewi dalam mitologi yunani" dan masih banyak lagi pujian-pujian untuk Aleta dari para undangan yang datang.
Aleta yang mendengar pujian itu melayang dan mulai bangga dengan dirinya sendiri.
"Dek tumben kamu bisa anggun gitu? Biasanya juga tengil?" Tanya Rion heran setengah berbisik.
"Idih ngadi-ngadi nih abang satu, serba salah aku nanti aku tukar tambahin baru tau rasa kau bang" ucap Aleta kesal.
"Coba aja kalau berani, abang coret dari dafta ahli waris tau rasa kamu, dan blackcard yang abang kasih abang ambil lagi" ancam Rion.
"Kan kan ancamannya selalu itu" balas Aleta. Belum sempat Rion membalas perkataan sang adik, seorang pria datang menghampiri mereka.
"Permisi Tuan Rion" ucap sang pria dengan sopan. Rion dan Aleta pun menoleh.
"Ya?" Ucap Rion datar.
"Perkenalkan Tuan saya Richard Assisten dari kepala keluarga Black Angel ingin memberikan ini pada Nona Aleta, dan sekaligus menyampaikan permintaan maaf atas tidak bisa hadirnya kepala keluarga Black Angel" ucap Richard tersebut dan memberikan sebuah kotak kepada Aleta. Aleta menerima kotak tersebut.
"Hem" hanya anggukan yang diberikan Rion.
"Terima kasih paman" ucap Aleta.
"Sama-sama Nona kalau begitu saya permisi dulu Tuan, Nona" ucap Ricard pamit pada mereka.
"Ya" balas mereka bersamaan.
Setelah kepergian Richard, Aleta merasa penasaran dengan isi kotak tersebut dan membukanya. Setelah terbuka dia terkejut dengan isi kotak tersebut. Dalam kotak tersebut terdapat cicin dengan hiasan berlian merah mudah berbentuk emerald yang sangat indah. Dan dia mulai penasaran siapa kepala keluarga klan Black Angel.
__ADS_1
Acara sangat meriah dan banyak klan memanfaatkan ini untuk memperluas bisnisnya. Tak terasa waktu sudah larut dan Aleta mulai bosan dan capek. Dia meminta izin pada abangnya untuk kembali kekamarnya yang ada di mansion tersebut.