
Satu bulan sudah Aleta menjalani pendidikanya di kota Paris, dan dia sangat menikmati hari harinya di kota tersebut.
"Dilara" panggil salah satu teman Aleta. Di Paris Aleta berganti panggilan dengan Dilara atau Lara.
"Oh hai Rea" sapa Aleta. Rea adalah teman Aleta dikampus. Saat ini Aleta sedang bersantai ditaman kampusnya, jam pelajarannya telah usai tetapi dia masih malas untuk kembali ke apartemen.
"Sedang apa kau disni Lara? Kau tidak kembali ke apartemen mu?" Tanya Rea duduk disebelah Aleta.
"Oh aku sedang bersantai saja Rea, masih malas untuk kembali ke apartemen" jawab Aleta.
"Oh begitu, oh ya tadi didepan ada seorang yang mencarimu" ucap Rea memberi tahu.
"Mencariku? Siapa?" Tanya Aleta bingung pasalnya dari sekian banyak orang dan murid di kampusnya hanya Rea yang paling dekat dengannya.
"Mana aku tahu, tapi dia seorang pria yang tampan" jawab Rea dengan mata berbinar.
"Seorang pria" Ucap Aleta makin dibuat bingung, siapa yang telah mencarinya.
"Barangkali itu kekasihmu Lara, cepat kau temui dia, sebelum dia diambil orang" ucap Rea menggoda Aleta.
"Aku tidak mempunyai kekasih Rea, kau ini ada ada saja, baiklah aku akan menemuinya dulu bye" balas Aleta beranjak dari tempat duduknya. Dia juga penasaran siapa yang mencarinya.
Aleta berjalan santai menuju depan universitasnya. Dari kejauhan dia melihat seorang pria berdiri disamping sebuah mobil mewah dan membelakanginya. Dari postur tubuhnya sepertinya Aleta mengenali siapa dia.
"Hem siapa ya?" Gumam Aleta berjalan makin mendekat.
"Permisi Tuan apakah Tuan mencari saya?" Tanya Aleta setelah sampai pada tempat pria tersebut berdiri.
Mendengar suara Aleta Pria tersebut membalikkan badannya. Dan betapa terkejutnya Aleta dengan siapa yang berada di depannya.
"Kak Daniel?" Ucap Aleta kaget dengan keberadaan Daniel yang tiba-tiba berada di universitanya.
"Suprise darling" balas Daniel dengan merentangkan tanggannya.
"Kok kakak bisa tau aku ada disini dan kuliah disini?" Tanya Aleta.
"Apa sih yang kakak gak tau didunia ini" jawab Daniel dengan sombongnya.
"Idih mulai deh sombongnya, pasti juga Bang Rion yang ngasih tau" ucap Aleta menebak.
__ADS_1
"Gak tuh, Rion mana mau ngasih tau. Oh ya kamu mau kakak anter ke apartemen atau mau jalan-jalan dulu nih?" Tanya Daniel.
"Ehh makan dulu deh kak, Aleta laper" jawab Aleta nyengir. Kebiasaan Aleta yang tidak bisa menahan rasa lapar.
"Dasar tukang makan, oke mau makan apa Tuan Putri?" Ucap Daniel.
"Apa ya enaknya? Pizza enak kali ya?" Ucap Aleta membayangkan sebuah pizza yang lezat.
"Oke mari kita meluncur, kaka tau restoran pizz ternak disini" balas Daniel. Mereka berdua memasuki mobil dan menuju restoran pizza yang cukup terkenal dikota Paris.
******
Restoran pizza
"Kak Daniel kok ada disini memang gak kerja?" Tanya Aleta setelah mereka duduk dan memesan makanan.
"Kakak disini ada urusan, jadi sekalian mampir buat ketemu kamu, untuk kerjaan sudah ada yang menghendle kantor yang ada di indonesia" jawab Daniel dengan santainya.
Ya, Daniel berada di Paris karena orang yang dicarinya menurut informasi sedang berada di kota mode tersebut. Daniel berhasil menangkap kaki tangan orang yang telah menyuruh menghabisi orang tua Aleta.
Begitu tau keberadaan orang tersebut Daniel langsung terbang ke Paris. Dan Rion belum mengetahui hal ini, Daniel sengaja tidak memberitahunya karena dia ingin memastikan kebenarannya terlebih dahulu.
"Idih pede bener kamu ya" balas Daniel. Tak berapa lama kemudian pesanan mereka datang. Dan mereka memakannya dengan khidmad. Tak butuh waktu lama mereka telah menghabiskan semua makanan yang ada diatas meja.
"Wah wah salut kakak sama kamu, makanan sebanyak ini kamu bisa habisin" ucap Daniel salut dengan selera makan Aleta.
"Ya jelas dong Aleta" balas Aleta dengan sombongnya.
"Gak takut melar badan kamu?" Tanya Daniel hati-hati. Karen itu adalah topik sensitif bagi kaum perempuan.
"Gak tuh, dari dulu Leta juga banyak makan tapi ya segini gini aja badannya gak gemuk-gemuk" jawab Aleta dengan tengilnya.
"Kamu cacingan kali, mangkannya gak bisa gemuk" balas Daniel dengan nada mengejek.
"Enak aja, gak lah aku kan rutin minum obat cacing" balas Aleta sengit.
Dan disaat bersamaan Daniel merasa ada yang memperhatikannya. Sikap waspada dan awas Daniel tingkatkan, pasalnya dia datang menemui Aleta sendirian tanpa pengawalan.
Dia tidak mau Aleta kenapa-napa atau lebih parahnya lagi trauma masa kecilnya datang lagi. Walaupun kata Rion trauma Aleta sudah mulai berkurang tetapi Daniel tak mau ambil resiko.
"Leta kita kembali ke apartemen ya, kakak antar" ucap Daniel dia tak mau ambil resiko lebih jauh kalau tetap berada disana.
__ADS_1
"Yah padahal Leta mau jalan-jalan dulu kak" rengek Aleta.
"Kakak antar ke apartemen ya? Besok kakak janji, kakak temenin kamu keliling Paris" ucap Daniel mencoba membujuk Aleta.
"Maunya sekarang kak" rengek Aleta kekeh dengan kemauannya. Daniel mencoba tenang.
"Besok kakak janji oke, sekarang kakak antar kamu ke apartemen" ucap Daniel tegas dan datar.
Aleta yang baru pertama kali melihat raut wajah Daniel yang datar dan tegas tidak mampu untuk menolak lagi ucapan Daniel, aura dingin yang menusuk dan mengintimidasi mulai keluar dari dalam diri Daniel.
Akhirnya dengan langkah yang berat Aleta beranjak meninggalkan restoran tersebut dan masuk ke dalam mobil menuju apartemennya. Didalam mobil hanya ada aura dingin dan sunyi yang Aleta rasakan.
Baru kali ini dia melihat Daniel dengan aura seperti itu, karena biasanya sikap yang ditunjukkan oleh Daniel adalah aura yang positif, ceria dan tengil.
Tanpa membutuhkan waktu yang lama mereka sudah sampai didepan gedung apartemen Aleta. Daniel turun dan membukakan pintu mobil untuk Aleta.
"Terima kasih kak" ucap Aleta.
"Hem" hanya itu yang keluar dari mulut seorang Daniel. Dan Aleta dibuat bingung dengan sikap Daniel. Apakah dia membuat kesalahan sehingga membuat Daniel bersikap dingin.
"Hah bodo amat lah" gumam Aleta cuek, dan berjalan masuk menuju ke kamar apartemennya.
Disisi lain Daniel merasa lega karena orang yang mengintainya tadi tidak mengukuti mobilnya saat mengantar Aleta ke apartemennya. Apartemen Aleta adalah tempat teraman bagi Aleta karena sudah ada penjagaan yang ketat bahkan Rion menyewa seorang sniper untuk menjaga adik nya itu.
Keamanan Aleta terjamin jika berada diapartemen. Penjagaan yang sangat ketat, teknologi yang canggih serta sistem keamanan yang dilengkapi dengan fitur canggih sengaja Rion siapkan pada tempat tinggal sang adik untuk kenyamanan dan keamanan Aleta.
****
Di sisi Daniel
"Joe cari orang yang tadi menguntit saya" ucap Daniel melalu sambungan telepon pada salah satu asistennya bernama Joe.
"Siap Tuan, malam ini juga anda akan mendapatkannya" balas Joe.
"Bagus" ucap Daniel.
"Baik Tuan saya melanjutkan pekerjaan saya terlebih dahulu" ucap Joe pamit.
"Hem" Kemudian Daniel mematikan sambungan teleponnya. Dia tersenyum menunjukkan smirk iblisnya. "Kau mau bermain dengan ku rupanya" ucap Daniel dalam smirknya. Dia melajukkan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju markas yang ada di Kota Paris.
__ADS_1