
"Non Leta bangun udah sore, jangan tidur terus nanti jadi putri tidur" teriak bibik dengan sedikit menggedor pintu kamar sang majikan. Karena Leta kalau sudah tidur mau hujan badai, hujan salju, angin topan, ****** beliung juga gak bakalan bangun.
Sedangkan dikamar Leta menggeliat karena merasa terganggu dengan suara-suara gedoran. Dia melirik jam yang ternyata sudah pukul 5.30 sore.
'udah sore ternyata, pantes si bibik berisik banget' batin Leta.
"Non bangun, udah bangun apa belum sih" teriak si bibik agak sedikit kesal, karena Leta tak kunjung menyaut.
"Udah bik, bibik boleh pergi" teriak Leta balik. Setelah itu dia mengumpulkan nyawanya yang udah tercecer kemana-kemana.
....
Malam hari Leta kembali terbangun hampir tengah malam dan tidak bisa memejamkan mata kembai.
"Ck ni mata gak bisa diajak kampromi banget, jam segini gak bisa merem lagi" akhirnya dia beranjak dari kamar dan berkeliling lagi.
Karena sendirian, dia kepikiran lagi dengan Rino. Alleta bingung sebenernya ada apa dengan kekasih nya itu, selama ini dia sangat romantis dan perhatian, beberapa hari tidak bertemu dia mulai berubah, bahkan sampai membentaknya hanya karena masalah sepele.
'apa dia lagi pusing mikirin tugas sekolah kali ya?, atau ada masalah keluarga?, Atau jangan jangan-jangan' akhirnya Leta berfikiran yang tidak-tidak dengan kekasihnya itu. Dan dia teringat dengan orang yang mirip dengan Rino yang tak segaja dia temui di mall kemarin.
"AHHHHH sudah lah pusing gua mikirin si dia yang membagong kan hati ini" Alleta mengacak rambutnya prustasi.
Tanpa Leta ketahui dibelakangannya seseorang sedang memperhatikan tingkah laku konyolnya itu.
"Kok gue tiba-tiba merinding ya" gumam Leta, dengan mengusap tengkuknya, bulu kuduknya mulai berdiri.
"Hahahahahhahahahaha", tiba-tiba Dibelakangnya ada yang tertawa, itu membuat Alleta terjingkat dan agak merasa takut, karena ini sudah lewat tengah malam.
"Anjritt.... Siapa itu yang tertawa? Gak sopan banget ngetawain orang yang lagi galau" omel Letta ditengah ketakutannya..
"Hihihihihi aku adalah hantu, hantu tertampan dari semua hantu, bahkan edward cullen pun kalah denganku.. hihihihi....." Suara itu terdengar pede sekali.
Alleta yang mendengar itu sedikit perpikir dia sangat mengenal suara tersebut bahkan sering dia dengar di rumah ini.
"Tunggu?......" Alleta berbalik "kampreeettt kak Daniel,ihhh resek amat ngerjain Letta". Gerutu Leta memancungkangkan bibirnya setelah tau ulah usil siapa.
Setelah itu Leta menyerang Daniel dengan membabi buta mencubiti Daniel.
"Auww auuwww hahaha auuww, lagian kamu jam sigini belum tidur gabut banget pake ngegalau lagi" ejek Daniel.
"BIARIN, Letta gak bisa tidur jadi ya ngegalau aja" jawab Leta sewot.
"Yakk elah udah cowok kayak empal rawon gitu gak usah dipikirin terlalu dalam nanti bisa stroke" ledek Daniel.
"Empal rawon? Siapa yang kakak maksud?" Tanya Leta bingung.
"Ya cowok mu itu lah masak aku yang ganteng ini" jawab Daniel dengan tengilnya.
"Ihh najis bangetz, ehh bay the way kakak kok belum pulang? Aku kura tadi sudah pulang" Leta sadar kenapa jam segini Si Daniel belum pulang.
"Kira kalik bukan kura, ya tadi ada urusan sama kakak kamu jadi gak pulang-pulang" kawab Daniel sekenanya.
"Ohhh hehehe begituw, udah ganti ya?" Jawab Leta dengan nada tengilnya.
"Kamu yang ganti, Ya udah kau cepat tidur udah mau pagi, kakak mau pulang dulu" Daniel beranjak dari tempat dia berdiri.
"Siap bos laksanakan" dengan tangan hormat "aku antar sampek pintu kak biar ngga nyasar" Leta melangkah mendahului Daniel menuju pintu depan.
"Terserah kamu dah terserah" berjalan mengekor dibelakang Leta. "Ya udah kakak pulang dulu ya" pamit Daniel dan mengacak rambut Letta.
"Ihhh kebiasaan deh rambut Letta kan jadi berantakan, udah pulang sana" Sewot Leta dengan merapikan rambutnya.
setalah mobil yang ditumpangi Daniel sudah hilang ditelan pagar rumah Letta, letta berbalik arah.
"Ya ampun abang, kenapa tiba-tiba ada dibelakang Letta? kaget tau" teriak Letta sambil ngelus dada biar jantungnya tetap ditempat tidak copot.
__ADS_1
"Kamu ngapain dek malem-malem belum bobok?" bukannya merespon Letta Kakaknya malah balik bertanya.
"Letta lagi gabut jadi ngga bisa bobok" jawab Letta asal.
"Bilang aja lagi galau, dasar bucin" Tanpa menunggu respon adiknya Exel meninggalkan Letta menuju kamar karena udah ngantuk berat.
"ihhh kakak sok tau banget" jawab Leta.
"Bodoh amat, jangan lupa tutup pintunya" perintah Exel dengan cueknya.
"Ihh dasar kak Ecel" begitulah Alleta memanggil nama kakaknya dengan seenak jidatnya.
Akhirnya Alleta bingung mau ngapain, karena masih tidak bisa bisa tidur..
Rasa kantuknya tak kunjung mendatangi nya, Alleta hanya muter-muter lagi didalam rumah.
Mulai dari ruang tamu, ruang tengah, kolam renang, dapur, sampai kamar mandi pun tak luput dari jelajah kaki nya yang gabut.
Dan akhirnya Dia pun menyerah dan berhenti tepat di ruang keluarga.
Dimana disana ada foto keluarga nya yang masih lengkap. Ada papanya ada mamanya ada dia yang masih bocil dan juga kakaknya.
******************
Hari minggu ini adalah hari yang ditunggu oleh Aleta, karena hari ini dia akan berangkat berlibur bersama kakak dan kedua orang tuanya. Momen yang sangat ditunggu-tunggu oleh gadis yang masih berusia 10tahun tersebut.
Sudah beberapa kali liburan ditunda karena papanya sangat sibuk dengan semua urusan bisnisnya.
Rencana yang sudah direncanakan beberapa kali dan selalu gagal, akhirnya terlaksana juga. Alleta si gadis kecil berumur 10 tahun telah sibuk mempersiapan bawaan untuk dibawa besok.
"Dek lagi ngapain?". Tanya Rion si abang.
"Lagi mandi" jawab Letta sewot.
"Ye ditanya serius juga jawabnya ngelantur" balas Rion.
"Ya kan basa basi dek elah gitu aja mulutnya maju 1 meter" ledek abangnya.
"Ihh kakak udah sana jangan ganggu aku, gak ada kerjaan lain apa" usir Leta pada abangnya.
"Gak ada abang lagi gabut aja, bingung mau ngapain" jawab Rion asal.
"Emang abang gak packing?" Tanya Leta heran.
"Udah selesai" jawab Rion santai.
"Ohhh" Letta beroh ria dan melanjutkan packing nya.
"Ya udah, udah malam kakak bobok dulu, kamu cepat bobok, biar besok pagi fresh" Akhirnya Rion berlalu dari kamar adiknya, menuju kamarnya untuk beristirahat.
"Siap abang" jawab Leta dengan gaya hormat.
"Ah akhirnya selesai juga packing nya, capek banget euyy" Letta merenggangkan otot-ototnya.
"Jam berapa ini" sambil melirik jam, "yah udah mau tengah malem, bobok dulu ah". Dia merenggangkan otot-ototnya.
Setelah itu dia sudah berada di alam mimpi Tak lama kemudian.
Doorrrr,,,,,,,,,,
Dorrrrr,,,,,,,,,,
Dorrrrr,,,,,,,,,,
Dorrrrr,,,,,,,,,, T
__ADS_1
erdengar beberapa kali suara tembakan di lantai bawah.
Aletta kaget dan terbangun oleh suara tembakan itu.
"Ssttttt, diem ya dek jangan teriak nanti kita ketahuan, kita sembunyi di dalam lemari yuk" Rion berusaha menenangkan adik nya yang mau teriak dan akan menangis.
Aletta hanya menggangguk dan berjalan mengikuti Exel masuk kedalam lemari.
******************
"Hosshh...hoshh... Sial mimpi itu datang lagi" dada Aletta terasa sesak, mimpi itu selalu datang ketika dia mengingat kedua orang tuanya, yang telah meninggal dibunuh dan sampai saat ini pembunuhnya belum diketahui.
"Gua gak akan nyerah, sampek lubang semut pun gua cari terus" tekat Aleta dengan mengepalkan tangannya.
Bersamaan dengan itu pintu diketuk.
Tokk.. tok... Tok....
"Non Aleta sudah bangun? Kalau sudah ayo sarapan bibi sudah siapin sarapan untuk non Aleta". Seru bibik dari balik pintu.
"Bentar bik Aleta mandi dulu, baru bangun" teriak Leta dari dalam kamarnya.
"Oke non". Dengan melangkah meninggalkan kamar sang nona.
Setelah itu aleta bergegas kekamar mandi untuk membersihkan diri. Walau sebenarnya hanya cuci muka. Karena kebiasaan Aleta mandi diatas jam 10 siang. Setelah selesai cuci muka dan gosok gigi Aleta turun ke meja makan.
"Hai ale sudah bangun?" Sapa Daniel dengan senyum khasnya.
"Lah ni hantu masih pagi udah disini aja, gak dibuatin sarapan sama nyokap?". Sindiri Leta
"Yak elah masih pagi udah pedes aja itu mulut, kayak mulut tetangga". Jawab Daniel dengan wajah yang dibuat sedih.
"Bercanda kali kak, baper amat". Jawab Leta sewot.
"Iya tau adik manis", jawab Daniel dengan suara dibuat seimut mungkin.
"Loh bang exel kemana kok gak ikut sarapan?" Tanya Leta pada si bibik, karena tak menemukan Rion di ruang makan.
"Udah berangkat kekantor dari pagi buta tadi non, katanya ada yang mau diurus" saut bibik disela kesibukkannya.
"Ohhhh" Letta beroh ria sambil menyuap nasi goreng ke mulutnya dengan lahap.
"Eh Ale kamu gak ada niatan gitu bantu abangmu ngurusin perusahaan papa kamu?" Tanya Daniel disela kunyahan nya.
Aleta nampak sedang sangat berfikir keras. Padahal otanya masih berfungsi dengan baik atau tidak aja tidak ada yang tau.
"Ehmmm.. gimana ya? Gak ah aku yang kaum rebahan mana cocok kerja dikantor abang". Sahut Leta dengan tengilnya.
"Astaga ini anak jawabannya selalu sama kalau ditanyain soal itu". Jawab Daniel gemas dengan jawaban Leta.
"Lah terus aku harus jawab gimana? Gini ya kak warisan aku itu gak akan abis sampek 20turunan". Sombong Leta.
"Buset banyak amat biasanya itu ya cuma 7 turunan kamu kok beda sendiri". Tanya Daniel heran.
"Iyalah secara perusahaan papa kan ada dimana-mana, diberbagai belahan bumi utara sampai selatan, jadi ya aku tinggal leha-leha, terima jatah dari abang" ucap Letta sambil menaik turunkan Alisnya..l
"Terserah kamu lah, yang penting kamu happy" jawab Daniel pasrah.
Letta hanya menanggapinya dengan anggukan Setelah mereka menyelesaikan kegiatan makan pagi. Lanjut Letta rebahan di depan ruang tivi. Daniel yang melihat itu hanya geleng-geleng kepala.
"Rencana mau kemana atau ngapain hari ini le?". Tanya Daniel kemudian.
"Lah kakak ngga kerja udah pukul 8 hlo ini, aku kira tadi berangkat kekantor malah ngintilin aku lihat tivi". Bukannya menjawab pertanyaan Daniel, dia malah balik tanya.
"Nanti aja lagian lagi longgar". Jawab Daniel santai.
__ADS_1
"Ohhh" jawab leta melanjutkan nonton kartun kesukaan nya spongebob.