
Jam menunjukkan pukul 7 malam, dan itu tepat saat dimana Leta mulai bangun dari hibernasinya.
"Hoam emang tidur tuh enak banget bestie" gumam Leta, dengan merenggangkan otot-ototnya yang kaku. Dia menoleh ke arah jam diding yang menempel di kamarnya.
"Udah jam 7 aja padahal kayak baru aja tidur, perfect dah langsung cus makan malam cacing gue udah pada konser" kemudia Leta bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelah selesai, Aleta begegas turun untuk menuruti cacing yang ada diperutnya yang sudah mulai minta makan.
"Eh non Leta akhirnya bangun juga, bibik kira mau lanjut tidur sampai pagi" goda bibik pada Leta.
"Lagian bibik tumben gak gedor-gedor kamar aku, biasanya bibik paling berisik tuh" jawab Leta, sambil mendudukan bokong cantiknya dikursi.
"Wah bener-bener nih non Leta, dari tadi tuh bibik udah gedor-gedor kamar non Leta, sampai bibik masuk terus goyang-goyangin non Leta tetep aja gak bergerak, ya udah akhirnya bibik biarin aja dah nanti lapar juga bangun sendiri" cerita bibik agak kesal kalau soal membangunkan nona cantiknya yang satu ini. Beda banget dengan abangnya.
Leta hanya nyengir tanpa rasa bersalah. "Oh ya bik masak apa malam ini?" Tanya Leta karena perutnya sudah keroncongan.
"Ada cumi asam manis, daging sapi lada hitam, mau yang mana non biar bibik siapin" tanya bibik pada Aleta.
"Emm" Leta nampak berfikir, "semuanya aja hla bik laper banget Leta" jawab Leta dengan Tengilnya. Ya jangan salahkan dia, dia bangun karena memang dia lapar. Dan disisi lain dia juga lapar karena tadi habis ketemu Rino dan mikirin Rino itu bagi Aleta menguras tenaga banget.
"Bang Rion belum pulang bik?" Tanya Leta pada si bibik yang sedang menyiapkan makan malam untuknya. Karena sejak bangun dia tidak melihat abangnya.
"Belum pulang dari kantor non, mungkin bentar lagi atau gak ya nanti malam non" jawab si bibik. "Ya udah non makan dulu" bibik mempersilahkan nonanya itu untuk makan.
Arion atau Exel adalah abang sekaligus pengangganti papa untuk Aleta, meskipun kadang dia bersikap tengil dengan abangnya itu sebenarnya dia sangat menghormatinya, karena hanya abangnya yang saat ini ada disampingnya. Untuk paman dan bibinya sekarang sudah menetap di luar negeri semenjak Rion bisa mengurus perushaannya sendiri.
Tak berapa lama kemudian Leta selesai dengan aktivitas makan malamnya, Leta sudah terbiasa makan malam sendirian karena sang abang jarang pulang tepat waktu. Tetapi dia bersyukur mempunyai abang yang bertanggung jawab seperti Rion.
"Hah kenyang sekali perut ini" ucap Leta dengan mengelua perutnya.
Bibik yang melihat itu hanya geleng-geleng kepala, pasalnya semua makanan yang dihidangkan dimeja makan bersih tak tersisa. Kadang dia bingung Aleta adalah gadis mungil tetapi bisa menghabiskan makanan sebanyak itu.
"Wah non Leta ini emang juara kalau makan selalu habis, emang gak takut gemuk non?" Tanya bibik penasaran. Karena biasanya perempuan akan sangat menjaga pola makannya biar tetap langsing.
"Yang penting kenyang bik, badan sehat walafiat" jawab Leta santai, dan itu membuat bibik hanya bisa melongo.
"Gak pengen diet gitu non?" Tanya bibik lagi.
"Apanya yang diilangin bik, aku makan banyak aja gak gemuk-gemuk gini, tetep segini aja nih badan, cacingan kali ya?" Jawab Leta asal.
"Hahahah" si bibik hanya tertawa mendengan jawaban asal sang nona. "Ya udah bibik nyuci piring dulu ya non" ijin bibik lalu berlalu meninggalkan Aleta sendiri di meja makan.
Karena tak ada kerjaan, akhirnya Leta mengikuti sang ART ke dapur, dan nangkring di atas kursi. Melihat itu si bibik heran, kenapa ni orang ngikutin dia ke dapur.
"Ada apa non? Apa non Leta masih lapar?" Tanya bibik.
"Gak bik Leta gabut aja bingung mau ngapain" jawab Leta.
__ADS_1
"Lah biasanya kan non Leta main atau sekedar ngegosip dengan non Renata?" Tanya si bibik heran, pasalnya sudah beberapa hari ini juga dia tidak melihat sahabat Leta tersebut.
"Gak bik kayaknya dia lagi sibuk" jawab Leta lesu.
"Ya kan non Leta punya pacar, kencan sana gih sama pacarnya" ucap si bibik sambil mencuci piring-piring kesayangannya.
Tak ada jawaban dari Leta, dan itu membuat si bibik bingung Leta masih disana atau sudah pergi ngacir meninggalkan dirinya sendiri. Akhirnya karena penasaran si bibik menoleh dan melihat Leta menunduk lesu dan rambut panjangnya menutupi seluruh wajahnya. Itu membuatnya mirip dengan kuntil ibu ya kalau kuntil anak kecil.
"Non Leta?" Panggil sang bibik, berharap ada pergerakan atau sautan dari nona nya tersebut.
"Iya bik" saut Leta sambil mendongakkan kepalanya.
"Non Leta kenapa? Masih lapar? Masih ada sisanya kok makanannya mau bibik panasin?" Tawar bibik.
"Masih kenyang bik, lagian kalau aku makan semua nanti kalau Bang Rion pulang mau makan apa?" Jawab Leta.
Bibik nyengir. "Terus non Leta kenapa Lesu gitu?" Tanya bibik penasaran dengan perubahan sikap Leta yang tiba-tiba.
"Lagi ambekan sama pacar" jawab Leta singkat.
"Lah emang ada apa non? Kayak anak kecil aja pakek ngambek segala" goda si bibik.
"Idih si bibik malah ngeledek, bibik gak tau sih apa yang dia lakuin pada ku" jawab Leta tambah lesu.
"Ya emang gak tau non, wong non Leta gak ngasih tau bibik" jawab Bibik asal.
"Masak si non?" Jawab bibik tidak percaya, karena tidak ada yang pernah membentak nona nya itu bahkan abangnya.
"Iya bik beneran, dia tiba-tiba aja berubah sering ilangan, gak ngasih kabar, sekali ketemu malah bertengkar" ucap Leta sedih.
"Ya udah tinggalin non, putusin aja biar tau rasa sekalian" ucap si bibik jengkel.
"Yah gak bisa dong bik masih cinta ini" jawab Leta melow.
"Ya elah non belum jadi suami aja udah berani kayak gitu, nanti kebiasaan membentak lama-lama bisa mukul non Leta, udah tinggalin aja non" saran bibik.
"Ye si bibik malah doain" jawab Leta agak kesal.
"Bukannya doain non, tapi anstisipasi kan bisa aja terpramennya tinggi bisa main tangan kan dia, lagian juga hidup rumah tangga gak hanya butuh cinta non" debat bibik mulai menggebu-gebu.
"Bibik mikirnya kejauhan ih Leta belum mau berumah tangga" balas Leta.
"Nah bagus, udah putusin aja non" si bibik malah jadi kompor.
"Udah ah Leta mau kekamar dulu, si bibik gak kasih solusi malah bikin tambah pusing" akhirnya Leta beranjak dari tempat duduknya menuju kamarnya.
"Lah itu tadi kan udah dikasih solusi non PUTUSIN" teriak bibik dengan menekankan kata putus.
__ADS_1
"Bodo amat a bik" balas Leta cuek.
**************
Dikamar
Setelah masuk kamar Aleta hanya berguling-guling diatas kasurnya, tidak mod melakukan apa-apa setelah mendengar wejangan dari si bibik tadi. Kalau dipikir-pikir menang ada benernya juga saran dari si bibik.
"Enaknya ngapain ya? Bosen banget gue"
Gumam Aleta.
Kemudian melanjutkan berguling-guling lagi
"Aha ganguin bestie aja deh"
Aleta bergegas mengambil ponsel yang terletak tak berdaya diatas nakasnya.
Menekan nomor bestie nya, bisa dibilang satu-satunya bestie yang tahan dengan keabsurdan Aleta
Setelah sekian lama menunggu akhirnya diangkat juga oleh bestie nya.
"Lama bener ngangkatnya princess pegel nih nungguin" ucap Leta dengan nada tengilnya.
"Najis banget loe ta" saut suara dari sebrang.
"Hehehe...Ta gabut nih, jalan yuk?" Ajak Leta.
"Astaga Leta lu gak ada kerjaan apa,ini udah malem dodol, dan gue baru pulang kerja" jawab sang bestie
"Emang lu kerja ya? Sejak kapan" tanya Aleta heran, pasalnya sang besti adalah anak konglomerat.
"Astoge noge, kan gue udah bilang beres sekolah gue pengen kerja" balas snag besti agak kesal.
"Ya elah Renata udah miskin lu kerja giat banget" ledek Letta
"Sialan lu, bukannya gitu yee, gue pengen cari suasana baru aja gabut banget gue dirumah gak ada orang, bosen lihat para pembokat terus" jawab Renata asal.
"Oh begindang, terus kita jadi keluar gak? Sumpah gue gabut banget ini pengen curhat juga, galau batin gue" rengek Leta.
"Idih sok ngedrama lu, bentar lagi gue ganti baju dulu, habis itu gue samperin kerumah lu, gelar karpet merah dan keluarin semua makanan yang lu punya" klik, Renata langsung mematikan ponsel nya sebelum Leta menyumpah serapahnya.
Di sisi lain Letta makin kesal karena belum juga mengutuk bestie nya sudah dimatiin duluan.
"Untung bestie kalau nggak udah gue santet lu" Leta ngomong sendiri dengan ponsel nya.
Leta kemudian meneruskan kegabutannya dengan menonton tivi dikamarnya.
__ADS_1