
Jam menunjukkan pukul 06.00 pagi dan tanpa diduga Aleta sudah bangun lebih dulu pagi itu, tanpa drama si bibik gedor pintu dulu.
"Ta Renata bangun woi ayuk joging yuk" ucap Leta sambil menggoyang-goyangkan tubuh Renata supaya bagun.
"Eng" hanya itu yang keluar dari mulut Renata, dan hanya merubah posisi dari semula miring kekanan jadi tengkurap.
"Ayo Ta bangun" Leta tidak menyerah membangunkan sahabatnya itu. Bahkan bukan menggoyangkan lagi sekarang malah digoncang keras.
"Hadeh tumben si lu Ta ngajak joging?, biasanya juga lu bangun setelah ayam jago tidur" ucap Renata setengah sadar.
"Nah maka dari itu gue juga bingung tumben bisa bangun pagi, ah bodo amat lah pokoknya ayo bangun kita joging" jawab Aleta setengah maksa.
Dan dengan berat hati, jiwa dan raga sambil ngantuk-ngantuk Renata berjalan gontai menuju kamar mandi hanya untuk cuci muka dan gosok gigi.
Setelah lima menit kemdian dia keluar kamar mandi dengan wajah yang sudah segar. "Eh pinjem baju olahraga lu dong, masak gue pakai gaun tidur begini" ucap Renata.
"Ada noh di lemari lu cari aja, sekalian sepatunya jua lu milih sendiri" jawab Leta sambil menggunakan sepatunya. Karena memang baju dan ukuran sepatu mereka sama, kadang mereka juga saling bertukar barang.
"Udah yuk" ajak Renata setelah selesai berganti.
"Yuk ah" jawab Leta.
Mereka beriringan bergandengan tangan menuju lantai dasar bibik yang melihat itu agak terheran-heran.
"Non Leta tumben udah bangun? Mau kemana udah rapi aja pakai baju olahraga?" tanya bibik penasaran.
"Mau joging dong bik, biar sehat" jawab Leta sambil mengangkat tangannya menunjukkan otot-ototnya.
"Oh oke non hati-hati" ucap si bibik.
"Siap bik, oh ya kalau nanti bang Rion nanyain bilang aja joging ya bik" ucap Leta.
"Oke non, tapi den Rion belum pulang dari semalem non" jawab si bibik memberitahu.
"Lah kapan perginya bik, prasaan kemarin ada dirumah?" Tanya Leta. Pasalnya kemarin abangnya itu menemuinya dikamar.
"Tengah malam tadi non, pas bibik tanya mau kemana malah bibik dicuekin" ucap bibik sedikit curhat.
"Oh oke deh bye bye bibik" pamit Leta menuju jogging track yang ada dikompleknya.
*********
Ditempat Jogging.
"Ta laper nih, makan dulu yuk itu ada bubur ayam" ajak Leta, menunjuk tukang bubuk ayam yang nangkring di food cort taman.
"Baru juga bentar udah laper aja lu" ledek Renata.
"Lah lu tau sendiri gue paling gak bisa kalau udah lihat makanan" jawab Leta.
"Oke cus kayaknya gue udah lapar juga" ucap Renata.
"Uh dasar" balas Leta.
__ADS_1
Akhirnya mereka berdua menuju abang-abang penjual bubur ayam. Dan akhirnya juga mereka joging hanya sebentar sisanya hanya wisata kuliner. Berbagai macam makanan mereka beli.
Pukul 09.00 akhirnya mereka memutuskan untuk pulang karena sudah kenyang dan mulai lelah.
***********
Dikamar
"Jadi ke mall gak Ta?" Tanta Leta merebahkan diri dikasur empuknya.
"Skuy lah kita girl time mumpung gue disini juga" jawab Renata.
"Sip, lo atau gue dulu yang mandi?" Tanya Leta.
"Lo aja deh gue masih gerah" jawab Renata mengusap sedikit keringatnya.
Aleta bergegas menuju kamar mandi, setalah satu jam kemudian dia selesai dan gantian Renata yang mandi.
********
Di mall
Pukul 12. Mereka baru sampai di mall.
"Kemana dulu kita Ta?" Tanya Renata.
"Nyalon apa shoping dulu enaknya?" Aleta malah balik bertanya.
"Shoping aja deh Ta mumpung banyak diskon ini" jawab Renata dengan mata berbinar. Biasa kaum betina kalau sudah lihat barang diskonan mata langsung silau.
Pada akhirnya mereka memburu berbagai barang diskonan, mulai dari baju, tas, make up dan yang lainnya. Keluar masuk dari satu toko ke toko yang lainnya.
Tanpa diduga oleh kedua nya, Renata melihat sosok seperti Rino sedang bersama cewek lain. 'itu bukannya si Rino, sama siapa?' Tanya Renata Membantin. Renata mulai memperhatikan mereka berdua.
"Ta, helow, Ta lo kesambet apa?" Jawab Aleta sambil melambaikan tangan nya didepan wajah Renata. Pasalnya sejak tadi dipanggil tidak aja jawaban.
Renata yang sadar mulai mengerjap-ngerjapkan matanya. "eh gak kok" jawab Renata agak salah tingkah.
"Lu kenapa sih aneh banget, kayak lihat setan aja" ucap Aleta.
"Ngasal aja. Eh iya Ta lu masih chatan atau telponan sama si Rino?" Tanya Renata hati-hati.
"Udah empat hari ini sih dia gak ada kabar, kenapa?" jawab Aleta sok cuek.
"Coba sekarang lu telepon dia" suruh Renata.
"Ada apa sih Ta?" Tanya Leta mulai curiga.
"Udah telepon aja" ucap Renata agak memaksa.
"Iya-iya bawel" akhirnya Aleta menyerah, dia merogoh tasnya mencari ponselnya kemudian menelpon Rino.
Setelah sekian purnama akhirnya diangkat oleh empunya yang punya ponsel.
__ADS_1
"Halo Rino" sapa Aleta.
"Iya ada apa Ta?" Tanya Rin
'mau gebukin lu" batin Renata. Renata bisa mendengar percakapan mereka karena meminta Aleta untuk meloudspeaker ponselnya.
"Eh gak, mau ngajak keluar sekarang bisa gak?" Jawab Leta berbohong.
"Maaf Ta gak bisa, gue nganterin nyokap ke doker" balas Rino. Aleta yang mendengar kata GUE keluar dari mulut Rino dan ditunjukkan padanya membuat Aleta agak sedikit sakit hati.
'ni orang udah mulai elo gue ya" Aleta membantin.
Renata yang mendengar itu agak marah, dia masih mengamati, gerak-garik Rino dari jauh. Dari gelagatnya ada yang tidak beres dengan pacar sahabatnya itu, dengan menganggat telepon menjauh dari si cewek dan mendengar kata gue yang ditunjukkan pada Aleta. Fix ada apa-apa diantara mereka.
"Oh ya udah kalau gitu nitip salam buat tante" ucap Aleta pada akhirnya.
"Oke, aku tutup dulu ya" balas Rino, langsung memutuskan sambungan teleponnya tanpa menunggu jawaban dari Aleta.
"Lu percaya dia nganterin nyokap nya ke dokter?" Tanya Renata.
"Ya percaya aja lagian kalau dia boong juga urusan dia" jawab Aleta cuek.
"Beneran? Kalau gitu noh di ujung sono sapa noh kalau bukan cowok lu, tuh lagi sama cewek lain" ucap Renata menunjukan posisi Rino dengam cewek yang diduga Renata adalah selingan Rino.
Aleta menoleh mengikuti pandangan Renata. Awalnya dia sedikit agak emosi mengetahui cowoknya bersama cewek lain, apalagi menggunakan alasan nganterin mamanya.
Tetapi setelah Aleta amati lebih detail sepertinya dia tau cewek yang bersama Rino. 'tunggu kayak kenal itu cewek?" Batin Aleta sambil mengingat cewek yang bersama Rino tersebut.
Setelah beberapa detik mengingat akhirnya dia tepok jidat "Ya ampun Ta, lo tau siapa itu?" Tanya Aleta pada sahabatnya itu.
"Ceweknya kan" jawab Renata dengan nada kesal dan marah.
"Bukan Renata sayang, itu sepupunya anak dari adiknya nyokapnya Rino" jawab Aleta yakin, pasalnya dia pernah bertemu dengan Tina sepupu Rino sewaktu berkunjung ke rumah nya.
"Yakin lo?" Tanya Renata penuh selidik.
"Yakin Ta nyokapnya sendiri yang ngenalin kita" jawab Aleta.
"Tapi kenapa dia mesti boong sama lu dia nganterin nyokapnya cobak?" Tanya Renata belum yakin dengan jawaban Aleta.
"Kalau itu gue gak tau,tapi yang jelas itu emang sepupunya dia si Tina" jawab Aleta.
Tanpa mereka ketahui bahwa ada satu cewek lagi yang bersama mereka. Dia sedang berada di sisi lain toko mencari keperluannya.
'gue gak yakin pasti ada sesuatu sama si kadal ngesot itu,tapi moga aja feeling gue salah kasihan Aleta' batin Renata. Pasalnya dia tidak rela sahabatnya itu disakiti apalagi dengan seorang cowok modelan Rino.
Dan pada akhirnya mereka melanjutkan acara shoping mereka dengan khidmad. Hampir pukul 10 malam mereka baru selesai melaksanakan hobi para wanita tersebut. Aleta kemudian mengantar Renata pulang ke rumahnya.
"Makasih udah dianterin Ta" ucap Renata.
"Sama-sama Ta, gue juga makasih udah mau nemenin gue dan ada waktu buat gue" jawab Aleta.
"No problem, ya udah balik gih udah larut" kata Renata.
__ADS_1
"Oke gue balik dulu ya" pamit Aleta melambaikan tangan.
"Oke hati-hati" balas Renata.