My Mine (Emergency Future)

My Mine (Emergency Future)
Bab 7 : Arion dan Aleta


__ADS_3

"Darimana kamu dek? Seharian ini, malam gini baru pulang" sambut Rion depan pintu.


Hal Itu membuat Aleta kaget, pasalnya baru juga membuka pintu dia sudah dikagetkan dengan sang abang yang sudah berdiri didepannya.


"Abang ih kebiasaan tau gak bikin adeknya kaget" seru Leta agak sewot, abangnya satu itu selalu membuatnya kaget.


"Darimana?" Tanya Rion lagi dengan nada datar dan dingin.


'Nih orang kenapa tiba-tiba berubah jadi kulkas?' batin Aleta dan mulai merinding dengan aura yang dikeluarkan sang abang.


"Dilara Grizelle Alleta Putri Dominic jawab abang" ucap Rion Lantang, membuat Aleta tersentak tesadar dari lamunannya.


"Eh iya dari shoping bang sama Renata" jawab Leta agak takut, pasalnya baru kali ini abangnya itu terlihat marah.


"Bener cuma itu, gak ada lagi?" Tanya Rion penuh selidik.


"Iya abang ku sayang, lagian abang kenapa sih marah-marah baru juga Aleta pulang disambut dengan hangat kek ini malah diintrogasi, lagi PMS?" ucap Leta kembali dengan mode tengilnya.


"Segera ganti baju setelah itu ikut abang" tanpa membalasal perkataan sang adik dan tanpa menunggu jawaban sang adik, Rion pergi meninggalkan Aleta.


"Ya Tuhan abang adeknya baru pulang bukannya disuruh istirahat malah mau diajak pergi lagi" gerutu Leta sambil berjalan menuju kamarnya untuk bersih-bersih.


Tak lama kemudian Aleta selesai dan segera turun mencari abangnya. Sampai di lantai bawah Aleta celingukan mencari keberadaan si abang.


"Sudah siap?" Tanya Rion muncul dari belakang Aleta.


"Si....siap bang" jawab Aleta agak gugup karena kaget dengan kemunculan abangnya yang tiba-tiba.


"Ok ikut abang" Rion berjalan mendahulu Aleta, dan Aleta mengekor di belakang Rion. Mereka beruda menuju garasi mobil. Beberapa mobil mewah keluaran terbaru berjajar rapi di garasi mereka.


Piliha Rion jatuh pada mobil Audi RS7 Sportback. Mereka berdua segera memasuki mobil. Setelah itu mobil melesat dengan cepat membelah kegelapan malam.


"Abang mau ajak aku kemana malam-malam gini?" Tanya Leta akhirnya penasaran.


"Nanti juga kamu tau sendiri" jawab Rion datar, tanpa menoleh ke adiknya.


Mendengar jawaban dari sang abang yang sangat menyebalkan baginya Aleta hanya bisa mengembungkan pipinya sambil mengerucutkan bibirnya. Rion hanya melirik sekilas kelakuan adinya itu, kemudian dia lanjut berkonsentrasi ke jalan.


Hening beberapa saat.

__ADS_1


"Dek abang mau tanya sesuatu boleh?" Tanya Rion dengan nada lembut kembali ke mode seperti biasanya. Mendengar itu Aleta menoleh 'ni orang kesambet apa ya tiba-tiba marah, tiba-tiba lembut' batin Aleta. "Eh iya bang mau tanya apa?" Akhirnya kalimat itu yang keluar dari mulutnya.


"Tadi beneran kamu hanya ke mall?" Tanya Rion mengulang pertanyaan dirumah tadi.


"Iya abangku sayang masak gak percaya sih?" Tanya Aleta balik. Bukannya tidak percaya pasalnya Rion mendapat laporan bahwa sang adik tidak hanya berdua dengan Renata tapi ada Rino dan dua cewek lainnya.


"Sama siapa?" Tanya Rion ingin mengetahui langsung dari mulut Aleta.


"Ya sama Renata bang sama siapa lagi tadi kan Leta juga udah kasih tau, dan temen aku juga kan cuma dia doang" jawab Aleta agak kesal pasalnya abangnya itu mulai aneh. Sejurus kemudian Aleta memalingkan wajah ke arah jendela karena tiba-tiba jalanan yang ramai kendaraan lalu lalang terlihat lebih menarik baginya.


"Beneran cuma berdua?,tadi abang dapat laporan ada si Rino disitu"  Tanya Rion lagi.


Ucapan Rion langsung membuat Aleta menoleh, "abang ngirim penguntit ya buat mata-matain Leta?" Bukannya menjawab Aleta malah balik bertanya.


"Bukan penguntit Ta, cuma orang yang abang kirim buat ngejaga kamu dari bahaya. Lagian cuma kamu adik tengil abang gak ada yang lainnya" jawab Rion kembali ke mode tengilnya.


"Ya sama aja bang, tapi terima kasih abang ku sayang, tadi si emang ketemu Rino tapi ya dia gak tau juga kalau aku ada disitu" jawab Leta.


"Kok bisa, abang kira kalian berkencan?" Tanya Rion dengan nada penuh selidik.


"Jadi gini" Aleta bercerita awal mula dia bertemu Rino mengalir begitu saja dari mulut Aleta, tanpa di tambah ataupun dikurangi. Aleta bercerita kepada kakaknya apa adanya. Termasuk Rino berbohong masalah nganterin nyokapnya.


"Kenapa kak?" Tanya Aleta penasaran pasalah raut wajah abangnya menunjukkan kemarahan yang amat sangat.


"Huf" Rion menghembuskan napas kasar "gak kenapa kenapa, udah kita fokus dulu sama tujuan awal kita" Rion mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Kita sebenernya mau kemana sih bang?" Tanya Leta mulai penasaran lagi, pasalnya mereka sudah memasuki kawasan hutan yang lebat.


"Nanti juga kamu tau sendiri" jawab Rion kembali ke mode datarnya.


Aleta hanya mengedikkan bahu, dan mencoba mencari posisi tidur yang nyaman. Pasalnya dia sangat letih karena dia baru pulang berbelanja  terlebih Rion tak membiarkan dia beristirahat dahulu, Akhirnya Aleta tertidur. Rion yang melihat itu hanya menggelengkan kepala kemudian fokus untuk mengemudi.


Mobil yang ditumpangi mereka telah sampai di tengah hutan. Tak lama kemudian bangunan rumah dengan tembok dan gerbang tinggi menjulang mulai terlihat. Sesampainya di depan gerbang tin.. tin Rion membunyikan klaksonnya dan secara otomatis pintu gerbang terbuka.


Rion segera melajukan mobilnya kehalaman rumah tersebut. "Ta, Aleta bangun udah sampai" Rion mencoba membangunkan Aleta. Tetapi sekian kali Rion mencoba, Aleta tak kunjung bangun. Rion mendengus kesar.  "Dasar putri tidur" gumam Rion.


Tanpa menunggu lama Rion menggendong Leta Ala brydal style. "Kau sudah menyiapkan kamar yang aku pesan tadi?" Tanya Rion kepada asistennya.


"Sudah Tuan, kamar non Aleta sudah siap" jawab Raka asistennya.

__ADS_1


Tanpa menunggu lama lagi Rion berjalan santai menuju kamar Aleta. Setelah sampai Rion membaringkan Aleta di tempat tidur. "Ya ampun dek badan mu aja kecil tapi berat banget" gumam Rion sambil merenggangkan otot tangannya yang pegal.


Meskipun tubuh Aleta kecil kecil bukan berarti pendek ya karena tinggi aleta 167cm cukup tinggi untuk ukuran seorang perempuan cuma memang badannya tidak bisa gemuk mungkin istilahnya dia tumbuh ke atas. Dan untuk tinggi rion sekitaran 187cm dengan badan yang berotot, ya kerana dia rajin olahraga tidak seperti adiknya yang suka mager.


Setelah meletakkan adiknya dikamar, Rion bergegas meninggalkan Aleta. Dan berjalan menuju  satu ruangan yaitu ruangannya, dan di sana sudah ada assistenya yang sudah


menunggu.


"Bagaimana perkembangan kasusnya?" Tanya Rion pada sang asisten, setelah duduk di kursi kebesarannya.


"Belum ada titik terang Tuan, para pelaku sepertinya sangat profesional sehingga tidak meninggalkan bukti dan jejak sekecil apapun" jawab Raka.


"Arrrrggg" Rion mengacak rambutnya prustasi, pasalnya bertahun-tahun dia mencari pelaku tersebut tapi belum juga menemukannya. Pelaku sangat ahli tidak meninggalkan jejak dan bukti yang berarti barang sekecil apapun.


Setelah agak tenang kemudian Rion bertanya lagi. "Bagaimana menurutmu kalau aku memberitahu Aleta tentang Rino?" Tanya Rion tiba-tiba meminta pendapat pada Raka.


"Kalau menurut saya lebih baik jangan dulu Tuan, biarkan non Aleta mengetahuinya sendiri" saran Raka.


"Kasihan adikku dong Ka?" Jawab Rion agak protes.


 'nah kan salah lagi' gerutu Raka yang hanya bisa membatin. Ya karena dia tidak berani menentang Rion bisa mati konyol nantinya.


"Ya kalau itu terserah Tuan saja bagaimana baiknya untuk nona" akhirnya hanya itu jawaban yang pas keluar dari mulut Raka.


"Baiklah akan ku pikirkan nanti" ucap Rion akhirnya


Sejurus kemudian "Belum ada kabar juga dari Daniel?" Tanya Arion lagi.


"Belum juga Tuan, beberapa hari ini Tuan Daniel belum memberikan kabar" jawab Raka.


Rion hanya terdiam mendengar jawaban Raka. Pasalnya Daniel saja kesulitan apalagi dirinya. Dan setelah itu tidak ada lagi obrolan setelahnya. Raka memelih pamit.


"Kalau sudah tidak ada yang ditanyakan lagi saya mohon pamit dulu Tuan" ucap Raka pamit.


"Baiklah kau boleh pergi" jawab Rion.


"Saya permisi Tuan, kalau perlu sesuatu Tuan bisa memanggil saya" ucap Raka.


"Ehm" hanya itu jawaban yang keluar dari mulut Rion. Akhirnya Rion larut dalam pikirannya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2