
Sudah seminggu ini sejak kejadian Rino membentak Leta, tidak ada kabar sama sekali dari laki-laki tersebut. Sms, ngechat, telpon pun tidak apalagi minta maaf, Leta dibuat dongkol olehnya.
"Gila nih orang satu udah bikin kesalah malah seminggu gak ada kabar pula ilang apa udah meninggoy?" Gerutu Leta.
Saat ini dia sedang duduk sendiri di gazebo halaman rumahnya. Sudah kebiasaan dipagi hari, jikalau dia bangun pagi, setelah sarapan dan abangnya berangkat dia pasti ngepos di situ. Hanya sekedar untuk melamun atau menghitung jumalah ART nya yang sedang bekerja. Ya segabut itulah kehidupan sang Aleta.
"Sumpah ya kalau telepon gak akan aku respon lu" grutu Leta melihat horor ponselnya yang sepi sekali.
Tak lama teredengar suara kaki mendekat.
"Hei ngapain disini sendirian sambil ngomel lagi" sapa Daniel, kemudian duduk disebelah Aleta.
"Ih kakak hobi banget ngagetin aku, dan ini lagi gak kerja apa jam segini malah nangkring dirumah orang" jawab Leta sewot.
"Idih jangan galak-galak nanti cepet tua dan keriput bari tau rasa kami" goda Daniel.
"Ngadi-ngadi nih orang bukannya jawab malah ngatain" jawab Leta makin sewot.
"Ya elah gitu aja ngambek, iya iya maaf, kakak kerja agak siangan lagi males" jawab Daniel akhirnya.
"Yee tau iye yang punya kantor sama rumah sakit jadi seenak jidat kalau masuk, bangkrut baru tau rasa" jawab Leta asal.
"Gak akan ya rumah sakit dan kantor kakak kan banyak gak disini aja wlek" ejek Daniel.
"Ya ya ya percaya yang kantornya ada dimana-mana" jawab Leta malas.
"Lah kamu sendiri ngapain bengong disini sambil ngomel gak jelas?" Tanya Daniel, karena dia tadi mendengar Leta menggerutu.
"Gak papa lagi gabut aja" jawab Leta asal.
"Huft" Daniel menghembuskan nafas kasar, atas jawaban Leta. Hening beberapa saat, hingga akhirny.
Drrrttt ....
Drrrttttt....
Drrrrrrt
Ponsel Aleta berbunyi
"Tuh si empal rawon telepon tuh" sahut Daniel ketika melihat siapa yang menelpon.
"Lah masih disini aja ni sayur lodeh" sambil bergerak angkat telepon.
"Halo Ren" sapa leta
"....."
"Iya bisa kok, jam berapa?"
"......"
"Ditempat biasakan?"
__ADS_1
"......."
"Oh oke aku siap-siap dulu ya"
Klik telepon dimatikan
Aleta beranjak dari tempat duduk ternyamannya dan begegas menuju ke lantai atas kamar nya untuk mandi dan bersiap menemui pujaan hati yang sudah seminggu bak hilang ditelan bumi.
"Mau kamana le?" Tanya Daniel melihat Leta beranjak pergi.
"La...le...la....le emang Letta lele, kak Daniel ini udah dibilangin jangan panggil Ale, Panggil Letta atau Aleta apa susahnya isshh" protes Leta.
Yang di protesin cuma nyengir aja
"Dah ah Letta mau mandi terus siap-siap mau ketemu pujaan hati yang sudah hilang seminggu ini bagai kan ditelam bumi yang membuat letta bingung setengah mati" jawab Leta.
Daniel hanya melongo mendengar adik kesayangannya itu bernarasi bergaya seperti membaca puisi .
"Woi mau dianterin gak? sekalian kakak mau ke rumah sakit?" Teriak Daniel dari lantai bawah.
"Gak usah kak, nunggu letta nanti kelamaan, mandi letta kayak putri dari negeri dongen lama bener" teriak letta dari kamarnya agar suaranya terdengar oleh Daniel.
Akhirnya sepeninggal Leta, Daniel pergi menuju ke rumah sakit.
************************
Aletta sudah sampai di cafe, tempat yang biasanya dia dan Rino berkencan atau sekedar hanya ngomongin masa depan, yang entah bisa terwujud atau tidak.
"Kamu kemana aja seminggu ini gak ada kabar? Ditelepon gak diangkat, bikin aku galau tingkat akhirat" tanya Leta to the pont, setelah mendaratkan bokong cantiknya di kursi.
"Huffttt" Reno hanya menghembuskan nafas kasar.
"Aku nanya nya kepanjangan ya?" Tanya Leta sambil menundukkan kepalanya. Kebiasaan Leta kalau nanya gak bisa direm.
"Nggak kok, aku cuma lagi capek aja seminggu ini tugas kuliah numpuk banget, maaf ya ngga ngabarin dan bikin kamu galau" sesal Rino.
Yap setelah lulus sma Rino melanjutkan kuliah di salah satu universitas ternama dibandung.
Berbeda dengan Aleta yang hanya rebahan dan guling-guling di rumah. Bukannya dia bodoh sebenarnya Aleta adalah anak yang pandai ya kalah aja sama sifat percaya diri dan malas nya
"Oh iya nggak papa kok aku ngerti,tapi jangan gitu lagi ya?" Balas Leta. 'nih orang gak minta maaf apa kapan hari udah bentak aku, lupa apa pura-pura lupa ni pejantan' gerutu Leta dalam hati.
"Iya" jawab Rino singkat.
"Janji?" Balas Leta
"Iya janji" jawab Rino membentuk peace dengan dua jarinya.
Setalah itu hening sesaat.
"Kamu gak ada yang mau diomongin gitu?" Pancing Leta akhirnya.
"Oh iya ada" balas Rino.
__ADS_1
'inget juga nih orang akhirnya' batin Leta
"Kamu nggak ada niatan gitu pengen kuliah daripada cuma rebahan aja di rumah, apa nggak bosen Ta?" Pertanyaan Rino diluar ekspetasi Leta.
Leta hanya bisa melongo mendengar kata yang keluar dari mulut Rino, bukan permintaan maaf malah tanya kuliah.
"Ya belum kepikiran sih, lagian dirumah juga biasanya aku jahilin kak Exel, kadang juga recokin kak Daniel jadi ya gak bosen" jawab Aleta sambil garuk kepala yang agak gatal.
Mendengar ada nama Daniel disebut Reno agak kesal, dan sedikit menyulut emosinya.
"Ta bisa nggak, nggak usah deket-deket sama itu orang?" Jawab Rino kesal.
"Lah itu orang siapa maksud kamu?" Tanya Leta bingung dengan perubahan sikap Rino.
"Ya Daniel itu aku nggak suka kamu dekat-dekat dia" jawan Rino sewot.
"Hahaha kamu cemburu ya?" Goda Leta.
"Ya bukannya cemburu,nggak suka aja kalau kamu dekat dengan dia" balas Rino.
"Halah ngaku aja kamu, lagian kak Daniel baik kok udah kayak kakak aku sendiri" jawab Leta tanpa dosa.
"Kalau aku bilang jangan deket-deket ya jangan deket-deket, dibilangin juga ngenyel banget. Beda ya sama Sheril dibilangin sekali langsung nurut" bentak Reno kemudian berlalu meninggalkan Aleta, Aleta yang mendengar ucapan Rino kaget.
'Sheril?, Apakah Reno masih berhubungan dengannya?' Batin Aleta mulai bertanya-tanya.
Sheril adalah teman sekelas Aleta di waktu sma sekaligus mantan pacar Reno waktu smp.
"Apakah sheril yang membuat Reno berbah sikap gini?" Gumam Leta. "Gue mesti menyelidikinya kalau beneran gara-gara dia, gue cincang kalian berdua" geram Aleta.
Akhirnya Aleta pulang dengan perasaan yang campur aduk, sedih, marah, dan kecewa. Bukannya mendapatkan permintaan maaf, malah dikejutkan denggan sikap Rino yang lagi-lagi membentaknya hanya dengan masalah sepeleh.
*********
Aleta sampai dirumah dengan ngedumel sendiri. Tanpa Leta sadari ada sang abang yang sedang bersantai diruang keluarga, sambil nonton kartun dua tuyul gundul.
"Kenapa lu dek pulang-pulang ngomel sendiri?" Tanya Rion yang teganggu dengan omelan sang adik.
"Astaga abang hobi banget ngagetin adeknya kalau jantungan terus Leta meninggoy gimana?" Balas Leta sengit.
"Lagian kamu ganggu orang liat kartun kesayangan aja" jawab Rion cuek, kembali menonton kartun kesayangannya.
"Lah jam segini juga kenapa abang udah dirumah, malah nonton dua tuyul kembar" Tanya Leta. Karena biasanya sang abang akan pulang malam setelah makan malam atau larut mala.
"Lagi males aja dek, lagian juga udah aja Raka yang ngurisin semuanya" jawab Rion santai.
"Terserah dah yang penting awas aja kalau jatuh miskin Leta gadein ke penggadean abang nanti" balas Leta sambil berjalan menuju kamarnya.
"Dasar adek durhaka kau" teriak Rion dari Ruang keluarga.
"Bodo amat yang penting cuan" balas Leta dengan berlari ke arah kamarnya.
Sesampainya dikamar Leta merebahkan badannya kekasur queen size nya. Dan tak lama kemudian suara dengkuran halus sudah terdengar. Begitulah Leta kalau sudah bertemu kasur langsung merem.
__ADS_1