My Mine (Emergency Future)

My Mine (Emergency Future)
Bab 20 : Masa Lalu


__ADS_3

   "Kalian sudah menemukan wanita itu?" Ucap Daniel pada bawahannya dalam sambungan telepon. 


   "Kami masih kesulitan untuk melacak keberadaannya Tuan, karena dia selalu beganti identitas dan rupa" balas sang bawahan agak takut. 


    "Cari terus sampai dapat dan harus dalam keadaan hidup" ucap Daniel dingin. 


     "Baik Tuan kami akan berusaha sekuat kami" balas sang bawahan. 


     "Hem" kemudian telepon dimatikan oleh Daniel. 


     "Sial, kau mau bermain dengan ku rupanya wanita j*l*ng akan ku cari kau sampai ke neraka sekalipun" ucap Daniel geram. 


     Clara, dia adalah satu-satunya wanita yang bisa mencairkan gunung es di hati Daniel. Dulu, dulu sekali Clara menempati posisi tertinggi di hati Daniel hanya dia yang bisa mendekatinya. 8 tahun mereka menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih. 


     Karena rasa cinta, sayang dan kepercyaan yang begitu besar pada sang kekasih Daniel selalu menuruti semua keinginan Clara. Bahkan dia rela menyakiti saudara kembarnya Dani, hingga meregang nyawa ditangannya sendiri. Itu semua Daniel lakukan karena hasutan Clara, kenapa? Karena Dani mengetahui niat jahat kekasih kakaknya itu. 


     Karena memang Daniel sudah dibutakan oleh cintanya dia termakan hasutan Calara dan sampai hati melakukan hal keji itu. 


     Namun naas, hubungan yang manis itu kandas karena sebuah penghianatan yang terbongkar. Tanpa Daniel ketahui Clara ada musuh dalam selimut, dia dikirim untuk mencuri dokumen rahasia milik clan Black Angel. 


    Setelah Daniel mengetahui semuanya Clara sudah menghilang tanpa jejak. Dan sekarang rasa cinta itu berubah menjadi dendam yang teramat dalam. 


    "Dani, maafkan kebodohan kakak, seandainya kakak tau lebih awal takkan kakak lakukan hal semenjijikkan ini" gumam Daniel menyesal. Nasi sudah menjadi bubur hanya ada penyesalan yang tersisa sekarang. 


     "Kakak berjanji akan menemukan wanita j*l*ng itu dan mengh*b*si nya dengan cara yang tak pernah ia bayangkan" ucap Daniel bertekat, tangannya mencekram kemudi mobil dengan kuat hingga kuku kukunya memutih.


      Tanpa disadari Daniel melajukkan mobilnya ke arah pemakaman. Setelah memarkirkan mobilnya dia menuju kedalam ke tempat peristirahatan terakhir sang adik. 


    "Hai Dan mungkin permintaan maaf kakak takkan membuatmu hidup lagi, tapi ketahui lah kakak merasa menjadi orang terbodo did dunia karena lebih mempercyai wanita itu daripada kau adik ku sendiri" ucap Daniel duduk disamping pusara sang adik. 


    "Kau tau Dady sangat marah pada kakak waktu tau kau meregang nyawa ditangan kakaknya sendiri, tetapi Dedy tak bisa berbuat banyak. Dan pada saat itu kakak sadar kakak telah berbuat hal yang memalukan mencoreng nama besar clan kita, kaka mencoba mencari wanita itu tetapi tak kakak temukan keberadaan nya sampai saat ini" curhat Daniel. Tak terasa air matanya menetes mengingat itu semua. 


     Kraakk sreeg tiba-tiba Daniel mendengar ranting terpijak. Insting siaga Daniel mualai ia pasang. Karena dia merasa ada orang yang telah mengawasinya. Daniel tak bergeming dari tempatnya. Secara perlahan dia mengambil sebuah pistol yang selalu tersimpan dalam saku jasnya. 


    "Keluar kalian, aku tau kalian ada disini" teriak Daniel tanpa menoleh. Dua orang keluar dari tempat persembunyiannya. Mereka berbadan kekar dan berwajah sangar. 


    "Apa yang kalian mau dariku?" Tanya Daniel dingin. 

__ADS_1


    "Kau sedang mencari wanita bernama Clara bukan?" Tanya balik salah seorang dari mereka. 


    "Bukan urusan kalian" jawab Daniel datar. Kemudian meninggalkan mereka berdua. Tanpa diduga mereka malah menyerang Daniel. Meskipun kalah jumlah dan postur tubuh tetapi kekuatan dan bela diri Daniel tak diragukan lagi. 


    Dua orang tukang pukul tersebut kualahan menghadapinya yang hanya seorang diri, meskipun mereka sudah mengerahkan seluruh kekuatan dan tenaga satu pukulan pun tak dapat mengenai sasaran. 


     "Hanya itu kemampuan kalian?" Tanya Daniel mengejek. 


     "Dasal kau b*j*ng*n kecil" salah satu dari mereka mulai geram dan maju untuk menghantam wajah Daniel. Dan untuk kesekian kalinya dia berhasil menghindar. 


     "Ck dasar lemah, hanya begitu saja kemampuan kalian dan itu membuatku bosan" setelah mengatakan itu Daniel berjalan dengan santainya menghapiri salah satu dari mereka tanpa aba-aba dan dengan gerakan yang cepat Daniel menghantam rahang salah satu tukang pukul tersebut dengan keras, sehingga terdegar patahan tulang rahang yang amat menyakitkan telinga. 


    Tak sampai disitu kemudian Daniel menghantam titik vital dari tubuh sang tukang pukul dan tak butuh waktu lama tukang pukul tersebut meregang nyawa. 


     "Orang lemah seperti ini yang mereka kirim untuk menghadapi ku, sungguh membuang-buang waktu ku saja" gumam Daniel membalikkan badan. 


     "A..apa yang kau lakukan pada teman ku?" Tanya seorang dari mereka dengan raut wajah yang ketakutan setelah melihat aksi Daniel. Dia begitu tenang saat menghabisi lawannya itu membuat sang tukang pukul bergidik ngeri. 


    "Oh aku lupa masih ada kau" Daniel berjalan mendekat, membuat tukang pukul tersebut berjalan mundur. 


   "A..apa yang akan kau lakukan? Mundur jangan bergerak atau aku akan memghabisimu" ucap sang tukang pukul dengan suara yang gemetar mencoba mengintimidasi Daniel. 


   Kemudian ada seorang pria muncul dari gelapnya malam. Dia berjalan mendekati Daniel. 


   "Kau tidak berubah dari dulu selalu bersikap tenang dan waspada apapun situasinya" puji pria tersebut.


   "Apakah kau yang mengirim mereka untuk menyerangku?" Tanya Daniel dingin. 


   "Ya begitulah, aku hanya ingin bermain-main sebentar denganmu, tapi kau malah menghabisi salah satu bawahku" jawab pria tersebut dengan tersenyum ramah. 


   "Kau selalu saja menyebalkan Deryl" balas Daniel datar. 


   "Ya anggap saja sebagai ucapan selamat datang ku padamu" ucap Deryl tanpa dosa. 


   "Dasar aneh, aku jadi merasa tidak enak telah menghabisi bawahnmu" kata Daniel dengan nada dan wajah yang dibuat seolah sangat menyesal. 


   "Jangan memasang wajah yang bodoh seperti itu, aku tau kau sangat menikmatinya bukan?" Ejek Deryl. 

__ADS_1


   "Sialan kau" ucap Daniel datar. 


    "Oh ya apakah kau kembali kesini untuk mencari jejak Clara?" Tanya Deryl kepo. 


    "Ya, dari informasi yang ku dapat dia sedang berada disini, dan sekarang bawah ku masih mencarinya, susah sekali mencari wanita ****** itu" ucap Daniel dingin. 


    "Dari yang ku tau dia selalu mengganti identitas dan wajahnya, aku sedang mencarinya juga saat ini" kata Deryl. 


    "Apa yang dia lakukan padamu sehingga kau mencarinya?" Tanya Daniel penasaran. 


   "Dia mencuri dokumen rahasia klan ku dan menjualnya pada musuh" jawab Deryl penuh amarah. 


   "Darimana kau tau kalau itu perbuatan Clara?" Tanya Daniel. 


    "Aku sempat mencocoknya DNA nya, pada saat masuk dalam clan ku dia mengganti nama menjadi Ana" jawab Deryl. 


     "Oh" hanya itu tanggapan yang keluar dari mulut Daniel. 


     "Ya, bagaimana kalau kita bekerja sama untuk mencarinya?" Tanya Deryl mencoba mengajak Daniel bekerja sama. 


     "Akan ku pikirkan nanti" jawab Daniel cuek. Kemudian berjalan pergi meninggalkan Deryl yang masih berada didalam pemakaman. 


    "Hey kau selalu saja begitu,ayolah" bujuk Deryl dan mengejar Daniel. 


    "Jika kau memaksa aku tak segan untuk menghabismu" ancam Daniel dengan gerakan mengambil pistol dari dalam saku jasnya. 


    "Wo santai brody oke, oke kalau kau berubah pikiran kau bisa menghubungi ku" ucap Deryl akhirnya menyerah. Dia tak ingin m*t* koyol ditangan Daniel yang terkenal kejam dan tanpa belas kasih. 


    Tanpa memperdulikan Deryl, Daniel melajukkan mobil sportnya keluar dari area makam dan menuju apartemennya. Dia sudah sangat lelah, dan ingin beristirahat sejenak. 


      


      


    


   

__ADS_1


       


      


__ADS_2