My Mine (Emergency Future)

My Mine (Emergency Future)
Bab 10 : Pengakuan dan Putusnya Tali Silahturahmi


__ADS_3

Sampai dirumah Aleta mulah memikirkan hubungannya dengan Rino. Apakah harus memaafkan atau sudahi hubungan mereka.


   'kalau gue putus gue jomblo, kalau gak putus gue juga yang sakit hati' batin Aleta mulai berparang dengan hati dan pikirannya.


"Ah bodo amat lah sudahi aja, daripada gue sakit hati dan kenak str*k mending gue jomblo" grutu Aleta.


Aleta bergegas mengambil ponselnya diatas nakas dan menguhubingi Rino. Setelah sekian musim dia menghubingi akhirnya diangkat juga.


"Halo Rino?" Sapa Aleta


"Halo Ta, iya ada apa?" Balas Rino.


"Besok ada waktu buat ketemu gak? Ada hal penting yang mau aku omongin" tanya Leta.


Rino berfikir sejenak "ngomong sekarang apa gak bisa Ta?" ucap Rino.


"Gak bisa No ini penting banget soalnya" jawab Leta kekeh.


"Oke deh gue usahain, ketemu dikafe biasa kita ketemu aja ya" balas Rino akhirnya.


"Iya aku besok jam 10 ya, aku tunggu" ucap Aleta.


"Oke" balas Rino, dan tanpa menunggu jawaban dari Aleta Rino memutuskan sambungan teleponnya.


"Dasar kadal ngesot" umpat Aleta kesal.


*************


Pukul 10 pagi Aleta bersiap-siap ke kafe tempat dia janjian dengan Rino kemarin. Aleta melangkah santai dari kamar nya dengan sahabatnya Renata, kenapa dengan Renata karena Aleta merengek minta ditemenin dan akhirnya disinilah dia bolos kerja demi sang sahabat.


"Makasih Renata sayang sudah mau nemenin aku ketemu dia" ucap Aleta bergelayut menja di lengan Renata.


Renata merasah risih dengan kelakuan sahabatnya yang mulai kumat absurdnya. "Sama -sama tapi udah deh lepasin gelay gue denger nya" ucap Renata agak kesal dan berusaha melepaskan tangan Aleta dari lengannya.


Sesampainya dibawah Aleta mendapati sang abang sedang santai di ruang keluarga. Dan melihat ke arah Aleta dan Renat.


"Mau kemana Ta?" Tanya Rion.


"Loh udah jam segini abang masih dirumah, gak ke kantor emang?" Bukannya menjawab Aleta justru balik bertanya.


"Ntaran aja" jawab Rion


"Oh" jawab Leta ber oh ria. " Ya udah Kak aku keluar dulu ya mau nuntasin masalah hati yang sedang letih" ucap Aleta sok puisi. Sedangkan bestie yang ada disampingnya hanya memutar bola matanya malas atas perkataan Aleta


"Maksudnya?" Jawab Rion bingung.


"Ada lah pokoknya" ucap Aleta ngasal.


"Oke lah terseh kamu aja, jangan pulang terlalu sore" jawab balas Rion tanpa menoleh.


"Iya gak pulang sore, tapi malam" Jawab Aleta, kemudian berlalu keluar menghidari kemungkinan abangnya menyerang.


"Coba kalau berani" teriak Exel.


*********

__ADS_1


Di Cafe.


"Mana si Reno Ta nggak kelihatan daun telinganya" Tanya Renata celingukan mencari keberadann Rino.


"Yang ada batang hidung bukan daun telinga" protes Aleta.


"Serah gue donk, gue kan pengen yang anti mainstream" bela Renata.


"Serah lu dah" balas Aleta pasrah. "Rino kemana si ngaret banget udah jam 11 juga, jamuran gue nunggunya"


Aleta mulai bosan dan lelah pasalnya sudah satu jam mereka menunggu di cate tersebut tetapi Rino belum juga menampakkan daun telinganya.


"Lo telpon napa siti dia sampai mana, bosen gue nunggunya, mana gak ada cogan yang bisa dilihat pula" protes Renata.


"Nama gue Alete ya ngadi-ngadi ganti siti" protes Aleta.


"Ya udah cepetan telepon udah bosen ni gue" ucap Renata agak kesal kelamaan nunggu.


"Oke" Aleta mengambil ponsel dalam tas nya dan menekan no Reno.


"Gitu kek dari tadi" balas Renata.


Pada nada dering ke tiga baru terdengar suara Reno.


"Kamu dimana kok belum sampai juga, udah jamuran aku nunggu kamu" ucap Aleta kesal.


"..........."


"Oh oke aku tunggu" Klik telepon dimatikan.


"Udah sampek mana?" Tanya Renata setelah sambungan telepon terputus.


"Oke"


Hening melanda....


Dan tiba-tiba..............


"Ta gue ke Toilet dulu ya, mules gue" Tanpa menunggu jawaban dari Aleta, Reta ngibrtit ke Toilet, sudah nggak tahan ada yang ingin keluar


Dan disaat yang bersamaan dengan itu......


"Maaf ya lama nunggunya macet banget tadi" ucap Rino.


"Iya nggak papa" jawab Aleta.


"Oh ya maaf ya kapan hari aku marah nggak jelas sama kamu dan bentak kamu" ucap Rino dengan nada menyesal.


   'lah ni orang abis kebentur apa yak, tetiba minta maaf' batin Aleta.


"Iya nggak papa" akhirnya hanya itu kalimat yang keluar dari mulur Aleta.


Tiba-tiba Aleta merasa malas dengan cowok yang ada dihadapannya.


"Oh iya Ren....." Omongan Aleta terputus dengan nada dering ponsel Reno.

__ADS_1


Aleta melirik layar ponsel tersebut tertera nama Sherly di situ.


   'Oh masih berhubungan to' batin Aleta agak miris.


Ponsel Reno berdering beberapa kali, tetapi cowok yang dihadapannya kelihatan enggan menanggapinya.


"Kenapa gak diangkat dulu?siapa tau penting" Tanya Aleta.


"Nanti aja, nggak begitu penting" Reno beralasan.


"Angkat aja siapa tau penting" ucap Aleta mengulang perkataannya.


"Nanti aja, tadi kamu mau ngomong apa?" Tanya Rini mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Oh, aku cuma mau tanya sekarang ini aku dihati kamu masih ada atau udah digantiin sama yang lain? Akhir-akhir ini aku merasa kamu semakin menjauh" kata Aleta lirih, disisi lain dia juga menginhay kejadian dibioskop kapan hari.


Reno nampak berfikir untuk menjawab.


"Emm,,ehh,,eemm gimana ya Ta? Jujur aku bingung" Aku Reno.


"Bingung?, Bingung kenapa? Jujur aja Ren biar hubungan ini jelas, gak ambigu kayak gini, jujur aku capek kayaknya cuma aku yang merjuangin sedangkan kamu terus berlari" ucap Aleta sendu.


"Sebenarnya aku udah nggak ada perasaan apapun sama kamu, aku minta maaf baru bilang sama kamu, jujur kamu nggak kayak sherly yang lemah lembut, pengertian, pokoknya dia lebih dari kamu, tapi aku nggak mau nyakitin kamu dan nggak bisa nggomong sama sherly kalau aku masih sayang" Kata Reno berkata jujur.


    'Kampret jujur amat ni kadal,apa yang dibioskop waktu itu Sherly?' batin Leta,pasalnya dia tidak melihat jelas wajah dari cewek tersebut. Jujur sakit sih tapi Letta lebih ke arah dongkol karena dibanding bandingkan dengan mantannya. Aleta memberanikan dan menguatkan diri bertanya lagi.


"Kapan hari aku lihat kamu dibioskop X sama cewek, dan mesra banget sampek bisa c*uman tanpa lihat situsi, apakah dia Sherly?" Tanya Leta dengan nada sinis.


Tampak Rino gelagapan dan salah tingkah dengan ucapan Aleta.


"Eh itu itu" ucap Rino bingung ingin menjawab apa pasalnya dia sudah tertangkap basah.


"Jawab No" balas Leta dengan suara agak meninggi.


"Iya Ta itu Sherly, tapi kita gak ada hubungan apa-apa kok, seperti yang ku bilang tadi aku takut mengakuinya" kata Rino berusaha ngeles.


"Ck gak ada apa-apa tapi k*s-k*s di tempat umum" sindiri Aleta.


Bersamaan dengan itu, ponsel Reno kembali berdering, dan nama Sherly yang tertera dilayar ponsel.


Letta segara mengambil ponsel Rino dan mengankatnya.


"Rino kamu kemana aja di hubungin nggak bisa?" Kesal suara disebrang sana.


"Halo sherly Rino mau balikan sama elo, katanya dia masih sayang sama elo, tapi dia takut ngomomg sama elo dan nggak enak sama gue, jadi sekarang lo bisa balikan sama Rino karena gue udah putus sama dia" klik telepon dimatikan oleh Aleta dengan nafas yang masih menderu menahan amarah yang siap meledak.


"Tuh udah gue bantu omongin, bye" Aleta berlalu meninggalkan Reno, tapi dia lupa kalau Reta masih ditoilet, disisi lain Rino melongo dengan apa yang baru saja Aleta lakukan.


"Dikira gue sebucin itu sama loe, dikira gue bakalan gitu nangis-nangis mohon-mohon sama loe supaya nggak putus? Nehi nehi Aleta ngga selemah itu" grutu Aleta sambil menyetop taxi, dia tidak akan pulang tapi akan menuju mall.


Ditengah perjalanan dia teringat sesuatu,"Bentar kayaknya gue kelupaan sesuatu deh, tapi apa?" Aleta berfikir keras.


Dannnnnnn.


"Ya ampin gue ninggalin Renata dicafe, bisa di pecat jadi bestie gue" Leta segera meraih ponsel di tasnya dan bersamaan dengan itu, ponselnya berbunyi nama Renata tertera dilayar.

__ADS_1


"Si*lan lu Aleta gue ditinggal dicafe, dimana loe sekarang? Gue pecat jadi bestie gue loe ya tega lu" Reta marah-marah.


"Ye maap, gue otw ke lu".Taxi putar berbalik menuju ke arah cafe lagi


__ADS_2