My Mine (Emergency Future)

My Mine (Emergency Future)
Bab 11 : Hujan Tangis Aleta


__ADS_3

Akhirnya Aleta sampai di tempat cafe dia dan Rino bertemu dan memtuskan tali silahturahmi mereka tadi. Dan masih juga satu kaki turun dari atas mobil Aleta sudah disemprot oleh sahabatnya.


"TA, LU SUMPAH TEGA BANGET NINGGALIN GUE" Renata berteriak dengan nada kesal, karena ditinggal begitu saja oleh Aleta.


"Ya, maaf Ta gue lagi kesel banget sumpah" Jawab Letta memelas.


Tanpa merespon perkataan Aleta, Renata masuk kemobil.


"Pak ke mal X ya" ucap Renata pada sang sopir taxi. Aleta hanya ikut aja tanpa banyak protes karena tujuannya memang sama dengan Renata.


Sesampainya di mall X Renata menuju sebuah restoran Jepang,  tanpa mau mendengarkan Aleta yang protes pasalnya dia ingin shoping untuk meluapkan rasa yang campur aduk dalam hatinya.


"Kok malah ke restoran Jepang sih Ta gue mau shoping mau menuntaskan hasrat sakit hati gue" rengek Aleta.


"Udah lu ngikut aja jangan kebanyakan protes, gue laper" Ucap Renata mulai mendudukan bokong cantiknya di salah satu kursi. Aleta mau tidak mau mengikuti Renata.


"Kenapa muka lu jelek banget gitu?" Tanya Renata.


"Lagi kesel banget gue" jawab Aleta.


"Kesel nape lu, bukannya hati loe udah berflower-flower habis ketemu pujaan hati yang kau rindukan setengah mati?" Ucap Renata setengah mengejek.


"Sialan loe, gue sedih,kesel, pengen marah sampek pengen nyantet orang" jawab Leta berapi-api.


"Lah kenapa lagi lu?, Heran gue, nggak ketemu galau, udah ketemu pun malah uring-uringan" heran Renata.


"Lu nggak tau si, Reno apain gue" ucap Aleta dengan nada yang sangat emosi.


"Lah lu aja nggak cerita,malah ninggalin gue, gimana gue mau ngerti cobak" jawan Renata masih kesal, dengan kelakuan Aleta yang meninggalkan nya begitu saja.


"Ya maap bestie namanya juga lagi patah jantung" Rengek Aleta.


"Yang bener patah hati siti, bener-bener deh ni anak. Eh bentar-bentar, berarti loe udah end dong sama tu playboy cap cicak terbang itu?" Tebak Renata.


"Yaps loe bener banget, dan loe tau siapa yang mutusin?" Tanya Letta


"Ehm pasti Rino,loe nggak mungkin bisa putusin dia, secara loe kan bucin banget sama dia" ledek Renata.


"Eh kampret, enak aja loe, loe salah besar, gue yang mutusin dia duluan" ucap Aletta bangga.


"Wuiihh sadis, beneran loe?" Tanya Renata agak tidak percaya dengan ucapan Aleta.

__ADS_1


"Iya lah gue mah ogah ngemis cinta ke orang kayak dia" jawab Aleta sok tegar.


"Ya Tuhan terima kasih telah Engkau telah sadarkan bestie hamba yang terlalu lama kena pelet ini" ucap syukur Renata.


"Dan loe tau apa alasan dia selama ini diemin gue?ilang-ilangan gak jelas dan berani marah sama gue?" Ucap Aleta menggebu-gebu.


"Pasti karna loe gesrek, dan tidak cocok untuk dipertahankan" jawab Renata asal.


"Sialan loe, ya nggak lah" balas Aleta dengan suara yang dibuat seolah sedang kesal.


"Terus apaan?" Tanya Renata mulai penasaran.


"Katanya dia sadar selama ini dia nggak ada rasa sama gue, dia masih cinta sama mantannya" ucap Aleta agak sendu.


"Hahahahhahaha masak sih dia bilang kayak gitu?, Jujur banget dia" sambil ngacungin 2 jempol.


"Iya, malah dia ngomomg masih sayang sama mantannya si Sherly itu" kesal Aletta, dan dengan mata mulai berkaca-kaca, bagaimanapun Aleta menguatkan hati tetapi dia hanyalah seorang wanita yang rapuh.


"Uluh, uluh, uluh kasihan bestie kuh ini, sini-sini peyuk dulu" Reta merentangkan tangannya.


"Idih najjus, gue masih normal ya meskipun baru putus" elak Letta.


"Sensi amat ni jombo satu" goda Renata mencoba membuat Aleta tidak sedih.


"Idih keren bener nih bestie gue, sudah bisa move on" salut Renata, tetapi dibalik itu semua dia tau Aleta berusaha kuat.


"Hwuaaaa tapi gue sakit hati Reta, gue masih sayang sama dia, nggak rela gue diginiin, rasanya sesak banget" Aletta meraung, tangisnya akhirnya pecah juga.


Seluruh penduduk restaurant menatap mereka dengan berbagai ekspresi, heran, mencibir dan lainnya. Renata dibuat malu oleh kelakuan bestie nya yang lagi absurd itu.


"Ta udah Ta malu gue dilihatin orang" bisik Renata pada Aleta supaya berhenti dari tangisnya.


"Bodo amat, gue masih galau" jawab Leta cuek


"Ta udah dong jangan nangis lagi, sumpah malu gue" ucap Renata sambil menutup wajah. Pasalnya mereka masih menjadi pusat perhatian.


"Bodo amat, gue sakit hati Ta loe nggak tah sih rasanya, sakit banget, 3 tahun Ta, 3 tahun berakhir dengan menyakitkan seperti ini, dia balikan sama mantan, gue sendirian" rengek Aleta mulai mendramatisir.


"Ta udah dong, gue beliin es krim nyok atau coklat" bujuk Renata.


"Nggak mau pokoknya gue mau ngegalau dulu" tolak Letta.

__ADS_1


Reta mulai berfikir gimana caranya bisa buat nih orang absurd berhenti nangis.


"2 es krim 2 coklat, deh tapi loe berhenti nangis, nggak malu loe udah gede juga" Renata mencoba negosiasi.


"Ogah, dan bodoh amat orang-orang nilai gue kayak gimana toh besok nggak ketemu lagi" Letta tetap kekeh dengan pendiriannya, nangis dan galau.


"Ya elah ni anak orang, mau loe apa sih?" Reta mulai kesal dengan sikap Letta yang mulai kekanak-kanakan.


"Gue mau 10 es krim, 10 coklat silv*rq**n, baru gue berhenti nangis" Ucap Aleta.


"Buset, loe mau buat gue miskin?" Balas Renata.


"Terserah,mau nggak? Nggak mau ya udah, gue terusin nangis dulu" kata Aleta cuek.


"Oke, oke kita berangkat, udah jangan nangis lagi" jawab Renata pasrah, daripada dibuat malu terus.


"Lets gooooooo" Letta bangkit dari tempat duduknya dengan semangat,


Sedangkan Reta menghembuskan nafas kasar, dengan kelakuan Bestienya itu.


Akhirnya mereka keluar dari restauran, menuju toko eskrim dan coklat yang masih berada dalam mal tersebut dan untuk Renata dia lupa dengan perutnya yang lapar karena kelakuan sahabatnya itu. Dan pada akhirnya mereka tidak makan sama sekali.


Di tempat lain


"Lapor Tuan, non Aleta sudah mengetahui semuanya" Lapor seseorang pada Tuannya.


"Lalu bagaimana kelanjutannya?" Tanya sang Tuan.


"Akhirnya mereka memutuskan hubungan Tuan, non Aleta yang meminta hubungan mereka disudahi" jawab sang mata-mata.


"Oke bagus, ini yang aku inginkan pria itu tidak cocok dengan Aleta" ucap sang Tuan. "Lalu sedang apa adikku saat ini?" Tanya sang Tuan.


"Nona sedang bersama non Renata di sebuah kedai es krim Tuan" jawab mata-mata tersebut.


"Aleta baik-baik saja kan?" Tanya sang Tuan dengan nada kuatir.


"Tadi non Aleta sempat menangis Tuan, tetapi sekarang sudah terlihat baik-baik saja" ucap sang mata-mata.


"Baiklah kalau begitu, awasi terus mereka dan laporkan padaku" Ucap sang Tuan.


"Baik Tuan, saya melanjutkan pekerjaan dulu" balas sang mata-mata.

__ADS_1


"Ehm" hanya itu balasan yang diberikan sang Tuan.


Ya, sang Tuan adalah Arion dia meminta Dev,  salah satu tangan kanannya untuk mengawasi dan melindungi Aleta dari kajauhan. Memata-matai setiap gerak-gerik sang adik, meskipun Aleta adalah adik yang tengil bagi Arion dia tetap tidak mau adiknya kenapa-kenapa. Apalagi dia mengetahui kalau Aleta akan menemui Rino kekasihnya, itu membuat Rion semakin menghawatirkan keadaan sang adik.


__ADS_2