
"Enaknya ngapain ini gabut banget gue" gerutu Aleta. Pasalnya setelah kembali dari markas besar Black Demon dia hanya sendiri dirumah, sang abang sudah kembali ke rutinitas nya di kantor.
"Mau telpon Renata jelas jam segini dia lagi kerja" ucap Leta bermonolog sendiri. Akhirnya Aleta memutuskan keluar dari kamar nya mencari sang bibik.
"Bik, bibik dimana?" Teriak Aleta mencari sang bibik pasalnya dia cari didapur tidak menemukan sosok tersebut.
Tak lama kemudian bibik berjalan tergopoh-gopoh muncul dari arah pintu taman. "Ada apa non?, Bibik habis nyiram tanaman di taman" tanya bibik.
"Laper bik, bibik udah masak belom? Atau ada makanan apa gitu" tanya Leta balik, pasalnya cacing-cacing yang ada pada perutnya sudah mulai protes minta jatah. Karena sudah masuk jam makan siang.
"Oh sudah siap donk non, sebentar bibik siapin" ucap bibik bergegas menyiapakan makanan untuk Aleta."mangga non dimakan" bibik mempersilahkan Aleta untuk makan.
"Temenin sini bik Leta bosen makan sendiri terus" rengek Leta. Itu membuat si bibik bingung.
"Tapi non?" Jawab bibik segan.
"Udah sini, kalau bibik gak mau Aleta marah dan bibik Aleta pecat" ucap Aleta setengah mengancam.
Dengan berat hati bibik mengangguk dan duduk disebelah Aleta.
"Sebenarnya Aleta itu kangen banget sama mama dan papa bik, Leta kesepian tiap hari harus makan sendiri" curhat Leta dengan nada sedih.
"Yang sabar ya non, kan udah bibik temenin jangan sedih ya" hibur sang bibik.
"Punya cowok juga berasa jomblo, dia kayaknya udah lupa kalau punya Leta bik" ucap Aleta disela makannya.
"Loh emang udah gak chatan atau telponan non?" Balas bibik.
"Udah beberapa hari ini udah gak bik, aku chat, telepon gak ada respon" ucap Leta dengan nada sendu.
"Owalah yang sabar non, kan udah bibik bilang putusin udah cari yang lebih baik non, kan non Leta cantik pasti banyak yang mau" jawab bibik mencoba memberikan wejangan dan semangat.
"Ya emang si aku ini cantik bik, tapi Leta masih nyari tau apa penyebab nya kalau udah gak bisa dimaafin langsung Leta taruh di lubang buaya" balas Leta dengan tengilnya.
"Semangat non" ucap bibik memberi semangat Leta.
"Ehm" balas Leta mengangguk. "Setelah ini aku ke mall dulu ya bik bosen banget dirumah" sambung Leta
"Siap non" balas bibik.
Tak lama kemudian Aleta selesai dengan ritual makan siangnya. Dia bergegas menuju kamarnya untuk bersiap-siap. Rencana nya dia ke mall tidak akan shoping seperti biasanya tetapi kali ini dia ingin menonton film yang kapan hari dia lihat treiler nya di salah satu platfrom media sosial.
__ADS_1
Kali ini Aleta tidak menggunakan supir dia ingin menyetir sendiri dan pilihannya jatuh pada mobil Porsche Taycan Turbo S. Tak butuh waktu lama Aleta sudah sampai di mall, kemudian dia menuju basement untuk memarkirkan mobilnya.
Setelah mengantri cukup lama akhirnya dia mendapatkan tiket film yang akan dia tonton. Sembari menunggu dia juga membeli beberapa camilan untuk dimakan didalam bioskop.
Tanpa diduga dia melihat Rino berjalan dengan seorang wanita, dan setelah diteliti itu bukan Tina sepupu Rino yang kapan hari bertemu. Aleta terus mengamati gerak-gerik mereka.
'itu siapa?, Kok kelihatan mesra banget' batin Aleta, pasalnya Rino merangkul mesra pundak cewek tersebut. Melihat itu Aleta cukup sakit hati dan kecewa.
Apakah benar sang pujaan hati bermain dibelakangnya selama ini?. Aleta mengikuti Rino diam-diam dan beruntungnya mereka masuk kebioskop yang sama dengan Aleta. Ntah itu keberuntungan atau kesialan bagi Aleta.
Setelah masuk dan memeriksa tiket Aleta mencari nomor tempat duduknya. Dan lagi tempat duduk Aleta berada diatas Rino dan cewek tersebut, membuat Aleta leluasa memata-matai mereka, ya meskipun dengan hati yang agak terluka.
Film diputar dan lampu mulai diredupkan. Aleta sudah tidak berminat menonton film, dia lebih tertarik dengan pasangan sejoli didepan tempat duduknya. Sama seperti Aleta mereka juga tak memperdulikan film yang diputar malah asik membuat film sendiri.
'what the pak,ngapain mereka?' batik Aleta mulai merasa panas pasalnya apa yang mereka lakukan diluar dugaan Aleta. Mereka melakukan adegan Ci*man didalam bioskop sungguh terlalu.
'wah gak beres ini orang dua' batin Aleta mulai marah. Pasalnya dia sudah berhari-hari menunggu kabar dari Rino. Malah ini yang Aleta dapat.
'mungkin ini yang membuat dia berubah, mulai ilang-ilangan, mulai bisa membentak dan berbohong sama gue' batin Aleta miris.
Aleta mulai mengamati cewek yang bersama dengan Rino dengan bantuan sedikit cahaya yang ada pada film yang diputar.
'Ck nih orang udah rabun ya? Dari sisi wajah cantikan juga gue, body juga bagusan gue, dan kalau tajir juga kayaknya tajiran gue' batin Aleta mulai body shaming dan membandingkan dengan dirinya.
'Semua udah gue lakuin buat loe No, kenapa loe tega sama gue gini sih' batin Leta mulai melow.
Kerena tidak sanggup melihat kemesraan dan kebucinan pasangan didepannya, tanpa menunggu film selesai Aleta segera angkat kaki dari dalam bioskop. Menuju basement tempat mobilnya diparkir setelah itu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Aleta sampai disebuah danau yang indah. Dia berniat menenagkan diri perasaannya campur aduk sedih, marah, kecewa membaur menjadi satu serti melodi kesedihan yang syahdu. Beruntung dia bisa sampai ditempat tersebut dengan selamat, ya meskipun tadi banyak umpatan yang dia dapat karena menjalankan mobil dengan ugal-ugalan.
"Salah gue apa No? Hiks...hiks" Tanya Leta berteriak dan kemudian menangis. Karena dia tidak merasa berbuat kesalahan apapun yang membuat Rino bermain dibelakangnya. Kemudian Aleta mencari ponselnya di tas dan menelpon seseorang.
"Renata loe sibuk gak? Hiks" Ternyata Aleta menelpon Renata.
"Udah mau pulang sih, eh tunggu lo nangis?" Tanya Renata.
"Rino Ta, Rino hiks... Hiks" jawab Leta tersedu-sedu.
"Wait tunggu gue, bentar lagi gue meluncur kirim lokasi loe" balas Renata panik, mendengar suara tangis Leta.
Aleta mengirimkan lokasi tempat dia saat ini. Dan Renata segera bergegas menuju lokasi Aleta. Setelah sampai dilokasi yang dikirim Aleta, Renata melihat bahu Aleta bergetar menandakan dia masih menangis. Renata berjalan mendekati Aleta.
__ADS_1
"Ta, lo kenapa?" Tanya Renata begitu jarak mereka sudah mendekat
"Huaaa Renata" tangis Aleta semakin kencang, dan memeluk Renata.
"Eh lo kenapa sih?" Tanya Renata penasaran pasalnya Aleta memeluknya agak kencang.
"Rino Ta, Rino selingkuhin gue huaa...." Jawab Aleta masih dengan tangisannya.
"Lo tau darimana? Jangan bilang hanya insting ya" balas Renata.
"Gue tau dengan mata kepala gue sendiri Ta, bahkan gue juga lihat live show mereka c*uman hiks..." Jawab Aleta.
"Hah? Kok bisa?" Tanya Renata kaget dengan pengakuan Aleta.
Kemudian Aleta menceritakan kejadian yang menimpanya pada saat dalam bioskop, tanpa Aleta tambah dan kurangi.
"Wow, hebat juga mereka, dan loe lihat mereka tanpa ketahuan" repon Renata.
"Ya gak akan ketahuan lah kan lampu juga mati Renata" jawab Aleta masih agak kesal karena diduakan oleh Rino.
"Ya tetep aja keren, lagian juga udah gue bilang putusin ngeyel sih lo" ucap Renata.
"Ya kan gue baru nemu bukti yang kongkrit dan real ini tadi Ta" balas Aleta ngeles.
"Halah ngeles aja lo" jawab Renata agak kesal.
"Dan loe tau gak Ta..?" Kata Aleta.
Belum sempat Aleta meneruskan kalimatnya Renata memotong "Gak tau".
"Yee gue belum selesai ngomong Ta" balas Aleta mengembungkan kedua pipinya.
"Iya iya maaf udah terusin lo mau ngomong apa?" Tanya Renata mencubit pipi Aleta dengan gemas.
"Idih apaan si lo" berusaha menyingkirkan tangan Renata dipipinya. Dan setelah terlepas Aleta melanjutkan kata-katanya "Ceweknya itu standart banget cantikan gue dan bodynya semlehoy juga gue" ucap Aleta dengan pedenya.
"Mulai deh body shaming, pokok nya besok loe harus udah putus tuh sama kadal ngesot" ucap Renata memperingatkan.
"Siap bos" jawab Aleta memberi hormat.
"Udah malem Ta pulang yuk, ntar loe dicariin sama bang Rion" ajak Renata.
__ADS_1
"Iya yuk" Aleta berdiri dari tempat duduknya.