My Sweet Bodyguard

My Sweet Bodyguard
Prologue


__ADS_3


Shelyn mengacungkan sebuah pistol yang digenggamnya sejak tadi dengan tangan gemetar. Kedua matanya berkaca-kaca menyaksikan papanya sedang bertekuk lutut tak berdaya dikepung oleh segerombolan orang-orang berpakaian abu-abu hitam.


Semua orang yang asing di kepalanya, kecuali pemuda berjas hitam itu. Pemuda yang sedang berdiri di dekat Papanya. Pemuda itu bernama Davin Anggara atau mungkin Davin Marcelio. Entahlah. Yang jelas pemuda itu telah sukses mengelabuinya selama ini.


Tak ada hal yang lebih menyakitkan bagi gadis itu, selain melihat papanya sekarang bersimpuh di hadapan Davin dalam keadaan tak berdaya. Bulir-bulir bening menggenangi pelupuk mata Shelyn, membuat pandangannya berkabut.


"Turunkan senjata kamu sekarang, Nona!" Terdengar suara lantang dari arah sisi kiri Shelyn.


Shelyn tersentak. Namun, ia tetap bergeming. Tangannya terus mengacungkan pistol yang dipegangnya erat-erat. Gadis itu sudah siap akan menekan pelatuk yang sejak tadi diarahkannya pada Davin.


"Lepasin papaku sekarang juga! Atau aku tembak kalian!" teriaknya penuh amarah dan lantang. Dadanya terasa bergemuruh hebat.


Shelyn melihat Davin menggeleng samar padanya. Gadis itu menggertakkan gigi. Ia benci Davin. Ia benci semua orang yang ada di sini. Mereka semua pembohong.

__ADS_1


Saat itu, seorang laki-laki berseragam abu-abu hitam yang tadi berbicara, tampak memberi komando pada anak buahnya untuk bersiap menembak Shelyn, kalau-kalau gadis itu bertindak gegabah.


"Shel, kamu harus tenang. Jangan seperti ini!" Davin bergerak maju mendekati Shelyn. Berusaha membujuk gadis itu agar mau menurunkan senjata.


"Jangan mendekat ke sini! Atau kamu mau aku tembak!" Shelyn malah kembali berteriak mengancam. Tatapan matanya dipenuhi kilatan amarah dan kecewa yang mendalam.


Davin membeku selama dua detik. Shelyn kelihatan bersungguh-sungguh. Sambil menggertakan rahang, Davin kembali maju selangkah. Sama sekali tak menghiraukan ancaman itu.


DOORRR!


Davin menekan dadanya yang terasa panas akibat terkena letusan peluru. Semua orang berteriak kaget melihat Shelyn betul-betul menembak Davin. Gadis itu terpekur di tempatnya berdiri. Seketika Lukas memberi kode pada anak buahnya untuk menangkap Shelyn.


Shelyn tersentak dan mengacungkan kembali pistolnya pada semua orang.


"Turunkan senjatamu, Nona!" teriak Lukas berang.

__ADS_1


Namun, Shelyn masih tetap bergeming. Hal ini membuat Lukas akhirnya menyuruh anak buahnya untuk melakukan tembakan balasan karena gadis itu sudah melakukan tindakan berbahaya.


Davin yang melihat kode Lukas langsung berlari sekuat tenaga menuju Shelyn dan menghempaskan tubuhnya agar gadis itu tidak terkena tembakan.


DOORR ...


Sebuah peluru berhasil menembus punggung Davin yang saat itu tengah memeluk Shelyn, melindunginya dari serangan peluru. Shelyn memekik kaget ketika sadar bagaimana Davin melindunginya. Air matanya tumpah membasahi pipinya menyaksikan Davin bergelimang darah, lalu merosot lemah dari rangkulannya.


Shelyn berjongkok. Semua orang yang menyaksikan kejadian itu berteriak kaget dan memanggil nama Davin. Mereka tak ada yang menyangka dengan reaksi nekat Davin menghadang peluru itu demi Shelyn.


Shelyn terduduk di tanah sambil menepuk-nepuk pipi Davin. Tangisnya pecah. Darah segar terus mengucur keluar dari dada dan punggung Davin. Shelyn melihat mata Davin bergerak menatap lurus padanya walau hanya segaris.


"Maaf ...." Hanya itu kata yang bisa ditangkap Shelyn dari mulutnya, sebelum akhirnya Davin terkulai tak sadarkan diri.


"DAVINNNN!!!" jerit Shelyn menyayat hati.

__ADS_1


...****...


__ADS_2