My Sweet Izzi

My Sweet Izzi
Wanita Pengganggu!!!


__ADS_3

Ranti menggoyangkan tubuh Izzi dengan keras, membuat Izzi mau tak mau harus membuka matanya. Kenapa dirinya tidak bisa sekali saja menikmati kesenangan hidup?



"Apaan sih Ran?!! " Izzi berdecak kesal.



"Lo tahu gak?!! " Seru Ranti.



"Kagak tahu. " Izzi jawab asal. Ranti berdecak sebal.



"Gue belom selesai ngomong jones!! "



"Lo ngatain gue jones?!! "



"Emang kenyataannya. "



"Lo bisa gak sih satu.... kali aja gak ganggu gue? gue capek pengen istirahat. "



"Tapi ini tentang jabatan lo Zii!! "



"Maksud lo?!! " Izzi langsung membuka matanya lebar.



"Nah!! Melek kan lo!! " Ranti memutar bola matanya malas. " Makanya jangan kudet jadi cewek! "



"Kok lo ngomong gitu? "



"Susah ngomong sama lo. " Galang dan Dimas datang dengan tergesa-gesa.



"Kalian berdua pada ngapain ngos-ngossan kek gini?! "



"Gini Zii, lo tahu?! "



"Gak tahu. "



"Gue belom selesai jones!! "



"Lo-"

__ADS_1



"Udah mendingan lo diem aja ok! Cukup lo dengerin."



"Gini, di depan tuh, ada cewek seksi, pake rok mini, sendal udah tingginya ngalah-ngalahin Lady Gaga. "



"Terus tuh ya..." Dimas menambahkan. " Tuh bibir di poles pake darah ayam apa ya, kok sampe merah gitu? ngeri gue ngelihatnya. "



"Kalian berdua juga tahu?! "



"Apanya? "



"Cewek itu?! " Ranti menepuk jidatnya keras. Ranti mendekat, membisikkan sesuatu pada mereka bertiga.



"Kaian tahu, cewek itu bakalan jadi sekretarisnya si bos! "


"APA?!!!!! " Seru mereka bertiga.



"Corong lo Ga!!!"




"Wihhh, Zii, lo dapet saingan kayaknya. Mana berat lagi. " Izzi seketika berkeringat dingin. Kenapa tiba-tiba dirinya memanas seperti ini? Bukannya dia malah senang, karena Zain akan memecat dirinya sebagai Sekretarisnya?



"Zii, lo gak pa-pa kan?! lo gak kesurupan kan Zii?! "



"Biasa aja. "



"Eh kampret!! Kita disini cemas sama jabatan lo, kok lo malah tenang gini? "



"Ya kalo seandainya si Bos mau mecat gue, ya udah. Toh gue juga pengennya gitu. "



"Otak lo di taroh di mana Kampret?!!! Mana otak lo yang pinter?! "



"Gue buang. "



"Setidaknya lo gak harus pinter dalam bidang manajemen Zii, tapi juga dalam bidang persaingan!! "


__ADS_1


"Maksud lo apa sih Ran?! gue kagak ngerti?! "



"Udah Ran, percuma lo ngomong sama si jones, sampe berbusa pun kagak bakalan paham tuh anak. " Dimas mulai angkat bicara.



"Tapi ini demi 4 para budak!! "



"Gue gak terima di katai budak. " Galang menambahkan.



"Sono lo pergi jadi kuli bangunan, kan enak tuh! "



"Asal aja lo ngomong. " Ranti mendengus. Tatapannya ia alihkan pada Izzi sepenuhnya.



"Pokoknya lo harus nyingkirin tuh hama. "



"Eh kunti!! Dia manusia bukan hama! " Galang bicara membenarkan.



"Gak! hama tetep hama! "



"Nyingkirin maksud lo? "



"Astaga Izzi!!!! Sedikit-sedikit lo kudu belajar jadi peran jahat disini, jangan di isi buku mulu tuh otak! "



"Maksud lo, gue kudu ngebunuh tuh cewek? Gila ya lo?! Gak gak!! gak mau gue! "



Ranti menjitak pelan kening Izzi. " Emang gue nyuruh lo nusuk tuh cewek? Y a kali gue bodoh! "



"Jangan lo bawa Izzi dalam hal maksiat. "



"Lagian yang ngehasut dia siapa cumi?! " Tidak terima atas tuduhan dari Galang, Ranti mencoba menahan emosinya.



" Zii, lo kan pinter, berarti otak lo masih ada sisa kan buat nyingkirin tuh cewek? "



"Maksud lo? "



Ranti tersenyum jail. " Gue ada ide? "

__ADS_1


__ADS_2