
Izzi menggigit bibir bawahnya penuh khawatir. Kali ini, hukuman apa yang akan di berikan oleh kekasih dinginnya ini??
Sebenarnya Izzi tidak melakukan kesalahan apapun padanya. Hanya dengan sebutan " Sayang" saja, kekasihnya itu ingin menghukumnya. Katanya dirinya sangat nakal.
Berada di apartemen milik Zain, Izzi duduk di sebuah sofa berwarna coklat. Terasa sangat nyaman dan juga empuk. Bahkan sofa di rumah miliknya saja tidak ada bandingnya. Mata hazelnya menyapu ke seluruh sudut ruangan. Yang membuat Izzi heran, kenapa foto dirinya banyak terpajang di seluruh ruangan? Nyaris saja tertutup oleh foto dirinya. Apakah Zain seserius itu kah padanya??
"Lama nunggu? " Izzi tersentak kaget mendengar suara bariton yang sangat di kenalnya. Zain berdiri sambil bersandar di tiang pintu. Jasnya sudah tidak melekat lagi di tubuh atletisnya. Hanya menyisakan kaos dalam warna putih dan juga celana panjang berwarna hitam.
"Gak juga. " Lirih Izzi dengan kepala masih menunduk. Masalahnya Izzi sangat takut sekali, hukuman apa yang akan di berikan padanya??
Zain berjalan menuju ke arah Izzi. Mengangkat pelan dagu wanitanya dan memperdalam mata hazel itu.
"Kamu itu spesial, maka dari itu aku suka. " Desis zain penuh sensual. Bahkan suara seraknya mampu membuah hati Izzi meleleh.
"Kamu mau masih ngehukum aku ya? " Izzi bertanya penuh hati-hati takut jika Zain tiba-tiba saja, marah. Namun dugaannya salah. Zain malah tertawa keras sampai memegang perutnya. Apa pertanyaannya tadi terdengar lucu??
"Masih lah sayang... Hei?? Apa kamu berfikir bahwa aku lupa dengan hukumanmu, hm? "
"Bu-bukan begitu... hanya saja... "
"Bagaimana jika kita bersenang-senang? " Zain tersenyum menggoda. Izzi membelalakkan matanya lebar. Izzi tahu betul apa maksud dari perkataan kekaaihnya itu. Buru-buru Izzi mendorong tubuh kekar milik Zain, namun dengan cepat Zain mencekal lengan Izzi dan mendekapnya erat.
Sunpah demi tuhan!!!!!
Izzi tidak nyaman dengan posisi seperti ini.
"Mau kemana sayang??? " Zain masih menatap lekat mata itu. " Kamu mau aku tambahin hukumanannya, hm? "
"Jangan.... " Masa bodo dengan images. Kali ini Izzi merengek seperti anak kecil yang meminta permen. Dan Zain menikmati itu. Apalagi melihat mata sayu milik wanitanya, ingin rasanya Zain menerkamnya sekarang juga.
__ADS_1
"Jangan menggodaku seperti itu sweety. " Kening Izzi mengkerut.
"Maksudmu? "
"Kamu tidak mau kan kalau aku menerkammu malam ini? Disini cuma ada kita berdua loh? "
"Dasar mesum!!!! "
"Sayangnya pria mesum ini, akan menjadi suamimu. "
"Zain.... lepas.. "
"Kalau aku gak mau? "
"Kok kamu nyebelin sih?! " Izzi meninggikan suaranya sedikit dan Zain tidak suka itu. Zain lebih menyukai wanitanya yang manja dan juga penurut.
"Maaf.... "
Cup!!
Cup!!
Cup!!
Zain mencium seluruh wajah Izzi membuat Izzi risih dan juga malu. Zain tersenyum melihat tingkah lucu wanitanya yang seperti anak kecil.
__ADS_1
Sangat lucu!!!!
"Pekerjaannya gimana? "
"Biarin. " Acuh Zain dengan posisi masih memeluk tubuh mungil Izzi. Izzi mendengus sebal.
"Nyebelin!!! "
"Iya. "
"Jahat. "
"Iya. "
"Jelek."
"Iy- Eh apa kamu bilang?! jelek? " Izzi tersenyum canggung. Izzi siap-siap untuk kabur.Melihat wajah datar Zain semakin membuat nyalinya menciut.
"Aku gak bermaksud-"
"Apa? "
"Maksud aku... "
"Kamu telah membangunkan singa tidur, sayang??? "
Ucap Zain penuh sensual.
__ADS_1
"Kita main yuk?? "