My Sweet Izzi

My Sweet Izzi
Izzi Tidak Jomblo Lagi!!!!!


__ADS_3

"Gak jones lagi nih? " Izzi menoleh mendengar perkataan yang nyatanya fakta dari mulut Ranti. Dimas tertawa geli melihat ekspresi wajah Izzi.



"Sirik lo?! "



"Biasa aja sih. " Ketus Ranti. " Yang katanya ogah-ogahan sama si Bos, eh nyatanya jadi dempet kek lem. "



"Mungkin dah jodoh kali Ran? " Galang menambahkan. " Soalnya kasihan si Izzi, hidupnya selalu alone terus. "



"Dari pada lo! Foto tante-tante aja lo simpen! Gak ada stok cewek lagi ya? "



Skak mat!!!



Galang diam seribu bahasa. Jangan di kira Izzi tidak bisa menjawab ledekan dari temannya yang selalu menggangunya itu. Sekali bicara, Izzi sudah seperti cabe.



"Makanya Ga, punya modal uang tuh di pake buat nyari cewek, bukan nyari tante-tante. " Galang mendengus kesal. Kenapa dirinya selalu kalah dengan Izzi?



"Gue sih masih gak percaya aja sih sama hubungan lo ini, lo baru aja pacaran sama si Bos, udah main nikah aja. "



"Lo kira gue mau gitu langsung nikah?! ya kali gue o'on! "


"Jadi maksud lo? "



"Gue rencananya tunangan dulu, itu sih Zain yang ngusulin. "



"Profesional dong si Bos? " Izzi mengangguk mantap. Izzi juga tidak mau jika langsung menikah, ya setidaknya mereka harus bekerja dulu buat rencana pernikahannya.



"Zii gue mau ngasi tahu lo sesuatu. "



"Apa tuh bang? " Izzi mulai tertarik dengan pertanyaan Dimas.



"Lo tahu kan si Bos masih perjaka? " Dimas berkata pelan. Izzi mengangguk.


__ADS_1


"Bahkan kucing tetangga gue aja tahu bang. "



"Lo harus tanya sama si Bos, dia pernah ngelakuin itu gak? " Izzi mengernyit.



"Makaud bang Dimas? "



"Ya siapa tahu si Bos gak perjaka lagi. "



"Jaga omongannya bang!! Astaga!!! "


Dimas terkekeh kecil sambil meminta, maaf.



"Sorry, gue bercanda kali. "



Izzi berdecak. " Lo sih bang?! "



"Eh mbak Izzi? " Cantika datang menyapa Izzi. Galang mendengus. " Ngapain lo curut dengus-dengus kek tikus gitu?! "




"Idihhhh!! PD banget lo!! "



"Sirik tanda tak mampu. " Cantika melengos mengabaikan ocehan dari Galang yang di angggapnya tidak terlalu penting.



"Eh mbak? aku denger-denger, mbak mau nikah ya? Wahhh selamat ya mbak, akhirnya temen gue yang udah lama jomblo udah mau nikah. " Cantika menengadahkan kedua tangannya sambil berdoa.


Izzi memukul pelan lengan Cantika.



"Gue gak jomblo ya?! "



"Lah terus? "



"Cuma waktu itu gak ketemu sama jodohnya. "


__ADS_1


"Bukannya gak ketemu, tapi kagak peka aja. " Ranti mulai membenarkan. Galang menahan katawanya.



"Lo kalo mau ketawa gak usah di empet!!! "



"Takut dosa Zii. "



"Omongan lo bisa di percaya?! "



"Terus kapan kawinnya mbak? "



"Tunangan goblok!!! Kawin lo kira hewan?! "



"Salah ngomong mbak. Ya elah, galak amat jadi cewek? Ntar si Bos berpaling hati awas lo. "



"Ngancem gue lo?! "



"Cantika, si Izzi tuh kalo lagi PMS emang gitu sering uring-uringan. "



"Kok bang Dimas tahu kalo mbak Izzi lagi PMS? "



"Udah berpengalaman. "



"Bang Dimas pernah PMS?!!!! " Galang tak tahan lagi menahan ketawanya. Dimas menghela mafas panjang.



"Kok punya temen loadingnya kek hp yang gak ada jaringan. " Gumam Dimas.



"Cantika, keknya lo harus periksa'in tuh kepala lo deh? " Cantika mengernyit mendengar perkataan dari Ranti.



"Gue perasaan gak sakit deh? "



"Otak lo yang sakit goblok!!!!!"

__ADS_1


__ADS_2