My Sweet Izzi

My Sweet Izzi
Salah Tanggap?!!!!


__ADS_3

"Gimana, Eve? Apakah kamu mau menerimaku??" Izzi mendadak gugup. Jantungnya berpacu lebih cepat. Sebenarnya Izzi merasa tidak jika harus menolak pria di hadapannya ini. Tapi bagaimana pun pria itu adalah Bos sekaligus CEO di Perusahaannya.



"Em... anu P-Pak sa-saya-"



"Zii!!! " Seseorang dari belakang Zain berteriak di hadapannya sambil melambaikan tangannya.


Reflek Izzi menjawab " Iya" Yang malah di tanggap serius oleh Zain.



"Kamu menerimaku? Eve? "



"Hah?!! "




Mendengar cerita dari Izzi membuat ketiga temannya tertawa keras. Bahkan Dimas pun sampai di buat sakit perut.



"Lo ngeledek gue bang? Tega bener jadi abang gue. " Kesal Izzi sambil mengerucutkan bibirnya.



"Jadi ini ceritanya, si Bos salah tanggap gitu?! Segoblokk itu ya si Bos?! " Setelah mengatakan itu, Galang tertawa lagi. Sumpah!!! Mereka memang benar-benar pasangan koplak. Terkoplak malah!!!



"Zii! Gue beneran belum percaya, kalo lo sekarang udah pacaran sama si Bos. Bukti'in ke gue, Zii. "



Izzi melotot dan memukul lengan Ranti pelan. " Gak mau!! Loh aja sono cari bukti. Gue mah males. "



"Males ketemu sama si Bos, atau sama pacar?? " Goda Galang, memainkan kedua alisnya. Izzi menatap tajam ke arah Galang.



"Lo kalo ngomong berfa'edah dikit dong, Ga! "



"Lah ini udah berfa'edah? " Jawab Galang polos.



"Udah Ga, kasian anak orang tuh? Semata golek lagi. "

__ADS_1



"Semata wayang!!! " Ucap Izzi membenarkan. " Tahu ah!! Kalian semua sama aja tahu gak?! Sama-sama nyebellin!! "


Izzi hendak berdiri. Mencekal lengan Izzi. " Apaan?!!"



"Busyet dah!! Galak amat jadi cewek. "



"Buruan mau ngomong apaan?! "Ranti menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Menuntun Izzi untuk duduk kembali di tempatnya.



"Duduk dulu, Zii. " Izzi menurut.



"Cowok itu siapa? " Dahi Izzi mengkerut.



"Cowok yang mana? " Ranti memutar bola matanya jengah.



"Yang waktu manggil lo di restoran itu, siapa ya? " Izzi nampak berfikir.




"Astaga Zii!!! Itu bokap lo?! "



"Santai dong njir!! Suara lo kek gembreng pecah!!"



"Bodo amat! " Teriak Ranti. " Terus reaksi bokap lo gimana pas tahu si Bos nembak lo? "



"Mati dong gue. "



"Gue serius nyet?!! " Izzi terkekeh.



"Ya biasa aja. Malah dukung hubungan gue."


__ADS_1


"Gue kira bokap lo bakalan marah. " Izzi tersenyum sinis.



"Orang kek Zain Amami, ngapain di tolak? Mutiara udah ada di depan mata. "



"Najis omongan lo. " Galang pura-pura muntah.



"Lo gak mau diem, gue tarik lidah lo ampek keluar!! " Ancam Izzi. Namun Galang hanya mengangkat bahunya acuh.



"Ga, mendingan lo diem deh, dari pada kena santapan dari ular. " Dimas menyarankan Galang untuk diam. Melihat raut wajah marah Izzi, Dimas di buat ngeri sendiri. Galang sedang membangunkan singa betina.



"Terus, gimana dengan si Bos? "



"Apanya yang gimana? "



"Reaksinya bego!!!! Gimana ekspresinya pas lo nerima dia jadi pacarnya?"



"Kalo itu.... " Izzi berfikir. " Biasa aja sih. " Ranti langsung menatapnya datar.


"Lo kalo ngelihat gue biasa aja kali. "



"Lo ngesellin tahu gak? Gue kira dia seneng kek, apa kek. "


"Mustahil!!! Tuh wajah udah datar dari sononya, rata tanpa ekspresi! Meskipun lo macak badut pun, kagak bakalan ketawa. Tersenyum aja, ampe bisa di itung. "



"Ck! Gue kasihan sama lo. "



Izzi mengernyit. " Maksud lo? "



Ranti memasang wajah prihatin sambil mengusap pelan pundak Izzi. " Lo bakalan senam mulut kalo ngomong sama si Bos. "



"Kamprettt lo ya?!!!!!! "

__ADS_1


__ADS_2