
"Widihhhhh!! Yang habis ketemu camer... " Kali ini Galang mendahului percakapan mereka. Menekan kata " Camer" sambil melirik ke arah Izzi yang kini sedang serius di depan layar ponselnya. Izzi hanya tersenyum tipis menanggapi lelucon dari Galang.
"Katanya lo nginep di rumahnya si Bos ya, Zii? "
"Maunya sih gitu... " Izzi memberi jeda. " Tapi karena ada sepupunya si Zain, jadi gue gak jadi nginep deh! "
"Lah kenapa?! " Kening Dimas mengkerut.
"Sepupunya si Zain itu antara 11 dan 12 dengan Alana. " Izzi menghentikan ketikkannya. Menghadap lurus ke arah tiga temannya. " Gue heran deh sama tuh sepupunya, udah tahu Zain udah punya pacar, masih aja genit kek ulet bulu! Gak ada cowok lain apa?! "
"Keknya yang salah tuh bukan sepupunya deh. "
"Maksud lo? " Izzi menaikkan sebelah alisnya.
"Lo gak lihat?! Ketampanannya si Bos itu hampir nyaingi ketampanannya idol gue! "
"Mangnya siapa idol lo? "
"V BTS. " Ranti berfikir sejenak. " Kadang gue hampek heran, kenapa sih tuh wajah sehari aja gak ganteng? "
"Itu mah udah dari lahir. " Galang menanggapi.
"Keknya maknya si Bos, pas hamilnya ngidam sama Oppa-Oppa lagi?! "
"Dugaan lo ada benernya. "
"Woyyyy!! Gunjing orang lain tuh kagak baik!!!! "
"Eh, gue lupa, kalo ada bininya di sini. " Ucap Galang pura-pura tidak tahu.
"Eh mbak Izzi.... " Semua pandangan mata tertuju pada suara tersebut.
__ADS_1
Alana.
Tiba-tiba saja muncul dan duduk di antara mereka. Izzi memasang wajah datar. Sedangkan Ranti berdecih pelan.
Alana tersenyum manis. Manis, banget!!!!
"Mbak Izzi kemaren kemana, kok 2 hari gak masuk kerja? "
"PMS. " Celetuk Ranti.
"PMS? " Alana membeo.
"Ngelihat muka lo soalnya. " Alana mendengus sebal.
"Emangnya Mbak Izzi dari keluarga kaya ya? Kok bisa sih si Bos yang kekayaannya kek konglomerat gitu jalin hubungan sama kamu? "
Keluarga kaya???
Izzi memang menyadari itu. Sejak awal Zain menyatakan cintanya, Izzi sudah berfikir dan sedikit ragu, dirinya memang tidak pantas bersanding dengan Zain. Tapi apa salahnya jika dirinya mempunyai kekasih seperti Zain??
Mendengar perkataan dari Alana ya walaupun tahu itu seperti menyindir, tapi Izzi tetap tidak terima.
"Heh kantong sampah!!! Jaga ya ucapan lo! Gak pernah di ajari sopan santun ya lo?! "
"Udah Ran. " Galang menarik tangan Ranti yang tiba-tiba saja berdiri. " Malu di lihatin banyak orang. "
"Lebih malu siapa si Izzi di hina kek gitu sama ngomong bar-bar hah?! "
"Ran, mendingan lo diem. "
__ADS_1
"Tapi Zii, dia-"
"Gue bilang diem. " Tanda lampu kuning menyala. Aura dingin keluar dari dalam tubuh Izzi. Tangannya terkepal kuat. Menatap tajam Alana yang kini memandang remeh padanya.
"Aduhhh, temennya gak terima nih. " Alana berkata sinis.
"Lo gak pernah di ajarin sopan santun ya sama orang tua lo? Apa lo gak punya uang buat nambahin biaya jahit rok lo yang kekurangan kain itu? " Alana mulai panas. Izzi tersenyum kemenangan. Izzi tidak akan bertindak segabah itu.
"Maksud lo? "
"Gimana ya... " Izzi memberi jeda. " Lo tuh cantik, badan ok. Tapi sayang, gak punya moral. Lo ngehina gue segitu tajemnya, tapi lo gak lihat diri lo yang tidak lebih dari sekedar wanita pelacur."
Jleb!!!!!
Zain datang dari arah kiri dan menuju ke arah Izzi. Izzi tersenyum sinis dan menghampiri kekasihnya itu. Memeluknya erat bahkan sampai menciumnya. Zain mengernyit. Bukannya tidak suka, hanya saja Zain sedikit heran sejak kapan wanitanya seberani itu??
"Tumben? " Izzi hanya tersenyum tipis.
"Cuma pengen nunjukin ke semua orang aja, kalo kamu hanya milik aku. " Zain mencubit pelan pipi mulus Izzi.
"Mulai nakal ya??? " Galang, Dimas dan Ranti yang melihat adegan itu hanya melongo tidak percaya melihat sepasang kekasih itu. Alana meremas kuat berkas yang ada di genggamannya.
Zain mengernyit ketika melihat raut wajah sedih wanitanya itu. " Kenapa bibirnya cemberut gitu, hm? " Zain semakin merapatkan pelukannya.
"Sayang, Alana tadi ngehina status aku, katanya aku gak pantes bersanding dengan kamu. "
"Gitu?? " Izzi mengangguk pelan di iringi senyum kemenangan. Entah mengapa mendengar kata itu, membuat hati Zain sedikit sakit. Kenapa masih ada orang yang sirik dengan hubungan cintanya??
"Alana, kamu saya pecat. "
"APA?!!!!!!! "
__ADS_1