My Sweet Izzi

My Sweet Izzi
Sebuah Undangan


__ADS_3

Cantika datang di kerumunan para senior-senior dengan langkah yang tergesah-gesah. Di tangannya terdapat sebuah undangan yang membuat matanya hampir copot. Menemui sang empunya dengan nafas yang tersengal-sengal. Ranti pun mengernyit melihat Cantika dalam keadaan seperti itu.



"Lo habis ngapain sampek ngos-ngossan kek gitu? abis ketemu si Bos?! " Cantika menggeleng pelan. Memandang sebentar undangan itu lalu menyodorkannya pada Ranti. Galang dan Dimas penasaran. " Astajimmm!!! Ini beneran lo Zii?! "



Ranti terlihat begitu histeris melihat undangan itu. Rasanya baru saja dirinya menghadiri acara pertunangan sahabatnya, tapi ini sekarang sudah mau menikah.



"Kan udah genep 3 bulan. " Izzi menjawab sesantai mungkin. Ini memang rencananya dari awal, memberikan surprise pada ketiga sahabatnya.



"Wah para lo Zii! kagak kabar-kabar lagi. " Galang menggelengkan kepalanya.



"Kan biar surprise, lagipula kan udah genep 3 bulan. "



"3 bulan pale lo?! " Izzi tersenyum manis. " Lo bilang nunggu si bokapnya si Zain nyerahin perusahaannya?"



"Kalo yang ini beda lagi. " Izzi menjetikkan jarinya. " Rahasia gue sama Zain. " Bisiknya pada ketiga temannya. Dimas menoleh sebentar.



"Rahasia apa Zii? kok gue gak tahu? " Dimas mulai penasaran dan ikut mencondongkan tubuhnya ke depan.


"Ada deh Bang.... " Semua tertunduk lesu mendengar jawaban dari Izzi. Izzi mengambil sebuah undangan lagi dan memberikannya pada mereka. Dan kali ini berbeda.



Beda loh guys!!!!!



"Kali ini istimewa rek?!! " Celetuk Galang. " Pake acara ada fotonya lagi? "



"Biar tahu aja, kalo yang nikah itu gue sama Zain. "

__ADS_1



Ranti mendengus sebal. " Sekali-kali kek Zii, fotonya tuh kita bertiga. Kan lebih beda tuh?" Izzi mencibir pelan.



"Yang ada orang ngiranya bukan acara nikahan, tapi kematian masal!!! " Dimas langsung tertawa. Galang ngelus dada.



"Tega lo Zii! "



"Yang waras wajib ngalah!!! " Ranti memijit keningnya. Menghadapi Izzi memang harus punya tenaga ekstra.



"Eh Centini! diem mulu lo?! lagi puasa ya? " Semua bingung dengan keterdiaman Cantika. Pasalnya dari tadi Cantika diam dan tak bersuara.



"Lo cemburu Centini, si Bos nikah sama Izzi?! " Galang menepuk pelan pundak Cantika. Sang empu menoleh.



"Galang, lo lagi PMS ya? "




"Kok bawaannya sewot mulu sama gue? "



Izzi terkekeh. " Keknya Cantika diem dari tadi soalnya si Galang gak ngajak dia ngomong kali Can. "



"Gue takut khilaf! Soalnya gue kalo sekali ngomong sama Centini mesti nyelekit. "



"Itu namanya lo sirik!!! " Seru Ranti dan Izzi bersama.


"Lo sih?? Jangan lah benci-benci amat sama Cantika. Kok dia gak jahat-jahat amat. "

__ADS_1



"Ada apa ini? "




Si Kutub Utara datang.



Izzi tersenyum dan bergelayut manja pada tangan kekasihnya itu.



"Kok lama amat sih? aku jadi nunggu tahu. " Izzi mengerucutkan bibirnya. Galang mendecih. " Apa lo jones?! iri lo?! "



"Lo kalo ngomong sembarangan Zii. "



Zain mencium lama rambut kekasihnya yang menjadi candunya itu. " Maaf ya, aku tadi ada rapat mendadak. Kerjaan banyak. " Zain terkekeh melihat raut wajah sebal kekasihnya itu. Mengapa kekasihnya selalu menggemaskan???



"Lucu banget sih pacarnya aku. "



"Ini kantor ya Pak?" Izzi mengernyit.



"Makanya Ran, nikah kalo gue saranin tuh ada si Galang, kasian tuh nganggur. "


Ranti menatap Galang jijik.



"Biasa aja tuh muka?! kek lihat hantu aja. "



"Lo jelek sih? makanya gue gak mau. "

__ADS_1



Galang menunjuk Ranti. " Eh corong bensin!! " Ranti menjeda. " Lagian yang mau sama lo tuh siapa?! PD amat jadi orang. "


__ADS_2