
"Jadi?? Apa kamu udah mecat si ulet betina itu? " Pria itu terkekeh mendengar penuturan wanitanya. Apa segitu bencinyakah wanitanya dengan karyawan itu? Jika benar iya, dirinya merasa sangat beruntung mempunyai kekasih yang sangat cemburuan.
"Kok kamu diem sih? Kamu gak denge-"
Cup!!!
"Udah. Kamu terlalu banyak ngomong, jadi aku cium aja. " Izzi reflek memukul lengan kekar milik Zain membuatnya meringis pelan.
"Kok galak amat sih pacarnya aku? "
"Biarin!!! " Ketus Izzi. Melipat kedua tangannya di depan dada sambil mengerucutkan bibirnya. Zain tersenyum, inilah yang dia suka dari kekasihnya, sangat imut dan juga menggemaskan.
"Kenapa sih, hm? Lagi PMS ya? " Zain memasukkan anak rambut Izzi di samping telinganya. Menghirup lembut aroma mint dari kekasihnya itu.
Sangat memabukkan....
Izzi masih diam. Sepertinya kekasihnya itu benar-benar dalam masa PMS.
"Aku gak suka ya ngelihat kamu deket sama tuh ulet bulu! " Kening Zain berkerut. Kenapa kekasihnya se overprotektif ini? Zain masih sabar menghadapinya.
"Kan aku Bos disini, sedangkan dia Sek-"
"Ohhh!! Jadi kamu udah gak nganggep aku Sekretaris kamu lagi gitu?! "
"Bukan gitu sayang.... " Kenapa dirinya yang bingung sekarang? Biasanya kekasihnya tidak semarah ini. Jujyr saja, Zain lebih menyukai kekasihnya yang ketus dari pada marah seperti ini. Zain menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
__ADS_1
"Heyyyy?Kamu kenapa ngomong seperti itu? " Zain menarik pelan tubuh mungil itu dan mendudukkannya di pahanya. Izzi menurut dan masih diam. Melihat wajah cemberut dari kekasihnya mau tak mau Zain terkekeh.
"Jangan cemberut gitu dong bibirnya? kamu mau aku cium sekarang? " Zain menaik turunkan kedua alisnya.
"Kok kamu jadi mesum sih? " Izzi bergidig ngeri mendengar penuturan Zain.
"Habisnya bibirmu menggodaku sayang... " Reflek Izzi menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
"A-aku harus kerja. "
"Mau kemana sayang??? " Izzi terduduk lagi di posisi semula ketika Zain menariknya kembali. Izzi terdiam merasakan hembusan nafas kekasihnya di wajahnya.
Ini sangat menggelikan!!!!!
Zain semakin mendekatkan wajahnya. Meneliti setiap inci wajah kekasihnya yang menjadi candunya sekarang. Kenapa wanita di hadapannya ini sangat cantik sekali. Bahkan Jennie Blackpink saja kalah.
"Cantik. " Gumam Zain. "Bibirmu, boleh aku coba? "
"Zain!!!!!! " Tawa Zain lepas begitu saja. Sedangkan Izzi wajahnya sudah merah seperti kepiting rebus. Tangannya mengepal kuat.
"Aduhh pacarku marah."
"Bisa gak sih gak goda aku?! "
Zain menggeleng pelan. Menatap dalam manik mata hazel itu. "Sayangnya gak bisa? kamu sih terlalu cantik. "
"Zain lepas, ini di kantor. " Izzi mulai risih dengan posisi seperti ini.
__ADS_1
"Memangnya kenapa kalau di kantor? lagi pula ini kator milik aku. " Zain berkata tidak suka. Dirinya Bos di sini, jadi terserahnya jika dirinya harus melakukan apa.
"B-bukan gitu.... " Cicit Izzi. "Aku risih Zain. "
Sebenarnya Zain juga merasa jika kekasihnya sangat tidak nyaman dan bergerak gelisah.
"Cium aku dulu. "
"Apa? "
"Cium aku dulu, setelah itu kamu boleh pergi. " Izzi melotot.
"Ya gak bisa gitu lah!! "
"Ya udah kalau gitu, kamu bakalan tetap seperti inj, dan aku gak bakalan ngelepasin kamu. "
"Ihhhh kok kamu nyebelin sih?!! "
"Nyebelin gini tapi kamu suka kan?? "
Izzi mendengus sebal.Kenapa dirinya harus mempunyai kekasih semesum Zain??
"Aku-"
Cup!!
Izzi langsung keluar dari ruangan meninggalkan Zain yang termenung di tempatnya.
__ADS_1
"Bahkan cuma di cium aja, udah bikin aku deg-degan. "