My Sweet Izzi

My Sweet Izzi
Epilog


__ADS_3

Bibirnya melengkung ke atas membentuk bulan sabit. Di lihatnya pahatan wajah yang begitu sempurna itu, rahang tegas, mata saya tapi menyiratkan ketajaman ketika berhadaoan dengannya, dan tidak lupa senyuman kotak yang selalu menghiasi wajah tampannya. Kali ini, Izzi sangat sangat!! berterima kasih sekali pada Tuhan, karena mengirimkan seseorang yang tulus sepertinya. Izzi menyadari betul betapa Zain mencintainya, maka dari itu, ia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini.



Izzi tak ada hentinya tersenyum dan terkekeh pelan. Bagaimana tidak?


Izzi sengaja menjaili Zain yang tengah asik tertidur pulas dan meringkuk seperti bayi di sebelahnya, meniupi pelan wajah tampan itu yang menurutnya sangat imut ketika sedang tidur.



Ah!! Menggemaskan sekali.



"Berani nakal sekarang, eh? " Izzi membeku di tempat. Merutuki kebodohannya karena berani membangunkan singa tidur. Izzi tidak bisa berkutik, apalagi saat ini mata itu telah berhasil menguncinya. Tatapan yang berhasil membuat nyalinya menciut sekalipun luluh. "Istriku nakal sekarang. " Membelai lembut wajah mulus itu dan turun ke pinggang kecilnya. Izzi melotot ketika baru menyadari hal itu.



"Apa yang kamu lakukan?!"


Percayalah?!! Saat ini Izzi begitu ketakutan setengah mati. Tubuhnya polos tanpa sehelai benang pun. Mengingat aktifitas semalam yang sampai saat ini masih membuatnya lelah, Izzi menggeleng pelan.



"Melanjutkan yang semalam? kenapa? " Tanya Zain polos. Seperti anak kecil yang sedang meminta permen pada ibunya. "Lagi pula, kita ada waktu libur 1 bulan untuk kesenangan kita bukan? dan aku tak akan menyia-nyiakannya. "



"1 bulan kamu bilang?!! " Izzi mengubah posisi tidurnya menjadi duduk. Menatap tak percaya pria di hadapannya ini. Bukankah dirinya pernah meminta untuk libur 2 minggu saja? tapi kenapa menjadi 1 bulan???


Apakah suaminya tidak memikirkan hal itu??



"Hei? apa yang kamu fikirkan sayang? bukankah itu hal yang wajar bagi para wanita pria yang sudah menikah? apa yang salah? " Zain melontarkan beberapa pertanyaan yang sayangnya Izzi tidak tahu apa jawabannya. Bukannya Izzi tidak tahu, hanya saja takut jika dirinya berhasil menyinggung perasaan suaminya. "Sayang? "


__ADS_1


"Eh, apa? m-maaf. " Astaga!!! Kenapa dirinya menjadi gugup seperti ini? Oh.... Ayolah Izzi!!! Jangan seperti orang bodoh!!!" Maksud ku bukan itu, begini, aku hanya.... " Izzi menggigit bibir bawahnya pelan. Terlalu takut menatap manik mata hitam pekat itu.



Terlalu takut....



Zain menyentuk pundak Izzi dan membelai lembut wajah istrinya. " Kamu keberatan, hm? " Seketika Izzi mendongak, matanya menyipit dan mengernyit tidak suka. Bukan itu yang harus Izzi dengar, Izzi benar-benar tidak keberatan sama sekali, hanya saja Izzi takut.



"Aku takut mama gak izinin aku.. " Cicit Izzi sembari menundukkan kepalanya kebawah. Zain diam, hingga detik berikutnya tersenyum tipis. Mengangkat pelan dagu itu dan mengecupnya singkat. Izzi terkesiap.



"Gak usah takut, ada aku." Zain memberi jeda. " Aku akan bilang sama mama kamu. "



"Bilang sama mama aku? " Izzi membeo. "Buat apa? "




"Aku mau!! sungguh!!!" Kepalanya mengangguk seru dan memeluk erat tubuh kekar itu. Melupakan jika saat ini mereka hanya memakai selimut tebal saja.



"Sayang? kamu belum mandi. " Merasa tersinggung dengan perkataan Zain, Izzi merengut tidak suka.



"Maksud kamu?! kamu gak suka gitu lihat aku belum mandi terus badan aku bau?! kok kamu gitu sih?! " Mendengar itu, Zain sontak terkekeh, melihat sejenak bibir tipis yang merengut itu.


__ADS_1


Zain menelan salivanya.



"Kamu menggodaku, hm? " Izzi menoleh.



"Menggodamu? " Izzi membeo.



"Bibirmu seksi, boleh aku mencicipinya? " Smirk tersungging di bibirnya. Zain menyeringai. Lantas Izzi mundur namun dengan cepat di tarik oleh Zain. Izzi menelan ludahnya pelan. "Kenapa mundur? tidak mau? "



"Z-zain.. "



"Iya sayang? "



Blusshing....



Hingga detik berikutnya Izzi memukul keras dada bidang itu yang berakhir dengan aksi lempar bantal di antara mereka.




Tamat.


__ADS_1



__ADS_2