My Sweet Izzi

My Sweet Izzi
Happy Ending


__ADS_3

"Sayang, undangannya udah tersebar kan? " Izzi sengaja bergelayut manja pada lengan kekar kekasihnya ketika sepasang mata dari wanita itu menatap kelasihnya seperti menginginkannya. Izzi memberi tatapan tajam pada wanita itu. Sontak wanita itu mengalihkan pandangannya ke arah lain. Izzi memberengut kesal. Melihat raut wajah wanitanya, Zain terkekeh dan mencubit pelan hidung mungil Izzi.



"Ada apa sih? kok cemberut gitu? " Izzi masih diam mengabaikan pertanyaan dari Zain. "Pacarku cemburu nih ceritanya?? " Bagaimana tidak cemburu, saat ini mereka berdua sedang berada di restoran dan menanti kedatangan ketiga temannya. izzi mulai risih dengan tatapan para wanita-wanita yang ada di restoran tersebut.



"Matanya mereka pengen di congkel emang! " Ketus Izzi. "Punya mata kok gak di jaga. "



Kening Zain mengernyit. "Jangan galak-galak gitu dong? masa pacarnya aku galak kek gini? gak cantik lagi ntar. "



"Jadi, kalo aku gak cantik lagi kamu mau mutusin aku gitu?! kamu gak cinta lagi gitu sama aku?! " Lagi-lagi Zain di buat gemas dengan tingkah lucu wanitanya ini. Zain tersenyum dan membawa tubuh mungil wanitanya ke dalam pelukannya.



Hangat.



Itulah yang di rasakannya. Pelukan kekasihnya itu selalu membuatnya nyaman dan hangat. Izzi memainkan kemeja lengan Zain.



"Bukan gitu maksud aku sayang, kok pacar aku jadi sensitif gini sih? " Zain mencoba untuk bersabar dan berkata lembut. Dengan itu wanitanya tidak akan marah.



"Mereka genit semua sayang, aku gak suka.. " Izzi menghapus air matanya. Entah mengapa kejadian beberapa tahun yang lalu kembali menghantuinya. Ketika cinta pertamanya melamarnya, dan tiba-tiba saja memutuskan hubungan dengannya secara sepihak. Izzi lagi-lagi di buat takut akan kejadian itu.


Zain mengernyit heran melihat keterdiaman wanitanya itu. Di tangkubnya wajah mungil itu dan menatapnya lekat.

__ADS_1



Wanitanya menangis?? "



"Hei, ada apa sayang? "



"Ja-jangan tinggalin aku Zain, jangan tinggalin aku... " Tangisnya semakin kencang. Zain tidak mengerti kenapa wanitanya menjadi menangis seperti ini. Zain mendekap lagi tubuh itu dan mengusap pelan punggungnya. "Jangan tinggalin aku, aku mohon.. "



"Hei, apa yang kamu katakan? sampai kapanpun aku gak akan ninggalin kamu sayang, aku janji. "



"Jangan tinggalin aku.. " Sudah beberapa kali Izzi mengucapkan kata itu, seakan takut jika hal itu terjadi untuk yang kedua kalinya. Izzi sangat trauma saat itu, waktu mantan kekasihnya lebih memilih wanita lain dari pada dirinya.





☕☕☕




"Busyett dah!! Jadi besok lusa lo udah mau nikah Zii?! widihhh gak nyangka gue akhirnya lo gak jones lagi. "


Galang geleng-geleng kepala mendengar berita itu. Izzi hanya acuh dan mengabaikan protesan dari temannya itu.

__ADS_1



"Gue gak lo undang Zii?! tega lo jadi mantan gue. "



"Eh kambing?! sejak kapan Izzi pacaran sama lo?! mau aja ogah!! "



"Obatnya si Galang lagi abis kali Ran, beli'in gih. " Ucap Dimas sambil menahan ketawanya.



"Lo kira gue gila?! " Dimas menaikkan bahunya acuh. "Dasar temen laknat lo. "



"Gue punya tuh obat, tapi obatnya kucing peliharaan gue, lo mau? " Seketika mereka tertawa melihat kekesalan pada raut wajah Galang.



"Sabar Ga, do'a orang teraniaya di kabulin sama Tuhan." Galang mendengus sebal. "Gue undang lo kok, tapi jadi pelayan makanan, kan enak tuh? " Goda Izzi sambil menaikkan sebelah alisnya.



"Enak pale lo! mending gue gak di undang. "



"Jangan gitu dong Ga? masa nikahan temen lo, lo kagak dateng? "



"Bodo amat! " Ketus Galang. Mereka terkikik geli.

__ADS_1


Membuat Galang kesal memang hobi mereka bertiga.


__ADS_2