
Bolpoint itu ia ketukan beberapa kali di atas meja hingga menimbulkan suara kebisingan. Kejadian tadi siang, apa yang dia lihat benar adanya. Namun di dalam fikirannya menuntut bahwa dugaannya salah. Izzi memijit keningnya yang merasa pusing, menggigit bibir bawahnya pelan, mencoba memikirkan sesuatu yang mengganjal di otaknya. Sekarang otaknya tidak bisa di ajak kompromi. Sesekali Izzi merobek berkas itu lalu membuangnya.
Kasihan.....
Izzi menghela nafas panjang, pikirannya sedang kalut saat ini. Tidak mungkin bosnya yang super dingin itu melakukan hal konyol. Sesuatu yang tidak terduga menurut Izzi. Dimas yang melihat Izzi seperti itu bertanya-tanya.
"Kalo ada masalah cerita, jangan di empet. Kagak baik. "Izzi menoleh sekilas lalu mendengus geli.
"Gak ada ape-ape bang. " Ucap Izzi mengibaskan tangannya. Dimas tersenyum tipis.
"Lo gak jago berbohong ternyata. "
"Maksud bang Dimas? " Sedikit terkejut dari perkataan Dimas. Galang tersenyum meremehkan.
"Orang si Izzi jagonya ngegym! " Celetuk Galang. Izzi menatap Galang tajam.
"Ada apa lagi sih Zii? Penguntit lagi? " Ranti mulai bersuara setelah sekian lama berkutat pada laptopnya. Merenggangkan otot-otot tubuhnya lalu menguap sebentar.
"Gue.... Gak tahu Ran. " Izzi mendengus. " Bingung gue! "
"Lo bingung apaan?! Mikirin calon suami?! " Galang mulai memanasi situasi. Dimas memukul keras kepala Galang dengan map.
"Sakit cadel?!" Galang teriak tidak terima. Dimas mengedikkan bahunya acuh.
"Penguntit itu jadi ngirimin lo bom?! Astaga Zii!!! Kok lo kagak bilang ke gue?! " Izzi menutup mulut Ranti dengan cepat karena Ranti mulai meninggikan suaranya.
"Pelan-pelan toa!! " Ranti meminta penjelasan. Memelankan suaranya lalu berkata "Apa? "
"Gini!! Kan tadi tuh gue nganter berkas tuh ke ruangannya si Bos-"
__ADS_1
"Lanjutt!!!! "
Plak!!!
"Sakit anjir!!! "
"Gue siram lo lama-lama!! " Dimas menoleh kearah Izzi untuk melanjutkannya.
"Terus, pas gue ngelihat di mejanya ada kotak terus di atasnya ada pita, berwarna pink. "
"Terus?? Apa hubungannya?! " Ranti meminta penjelasan.
"Hubungannya tuh, kotak itu sama persis dengan si penguntit itu kirim ke gue! " Ranti melotot tak percaya. Sedangkan Dimas mengkerutkan keningnya heran.
"Jadi maksud gue tuh bang! Kotak itu sama persis sama si penguntit itu kirim ke gue!!Tapi yang bikin gue bingung, padahal tuh kotak udah gue buang, masa si Bos mungut tuh kotak! Kan kagak mungkin?! "
"Mungkin aja." Galang membenarkan." Mungkin aja si bos mungut tuh kotak bekas lo makan buat jampi'in lo, soalnya mau jampi'in CD lo ya kagak mungkin. "
"Omongan lo ngawurr!!! "
"Nyebur aja sana lo ke kandang buaya!! "
"Gue siram pake comberan ntar lo ya?!! "
"Jadi intinya tuh, bisa jadi si Bos yang ngelakuin itu, gitu maksud lo?! " Ranti bertanya. Izzi mengangguk ragu.
"Tuh kepala bisa gak sih ngangguknya ngeyakinin!! Jangan ragu Zii. "
__ADS_1
Izzi menggeleng cepat. " Bukannya gue ragu, tapi gue gak percaya aja kalo si Bos ngelakuin hal konyol ini. "
"Kalo gue sih Percaya-percay aja. " Celetuk Galang. " Sekarang kalian pernah denger gak, kalo si Bos manggil si Izzi dengan embel-embel Izzi?! Palingan Evellyn!! " Ranti nampak berfikir.
"Gue sih sempet mikirnya gitu. Tapi setelah itu gue nganggepnya biasa aja. "
"Kalian pada tahu gak, apa arti dari panggilan si Bos untuk Izzi? " Mereka menggeleng pelan.
"Itu panggilan kesayangan o'on!!! "
Izzi menggeleng cepat. " Gak bener itu!! Ngaco lo Ga! "
Galang melotot. " Heh!!! Gue ngomong apa adanya. Gak ada apanya!! Lagian kalian pernah gak selain Izzi, Si Bos manggil lo selain nama kalian? Kagak pernah kan? "
"Gue yakin 100%!!Kalo dalang di balik penguntit lo itu si Bos kita!! Zain Amami!! "
Izzi meneguk salivanya susah payah. Ranti menyipitkan matanya minta penjelasan.
Izzi mulai gugup. Kenapa mereka memojokkannya.
"G-gue gak tahu apa-apa!! Sumpah!!! " Izzi menunjukkan kedua jarinya membentuk "V" .
"Eh Ran!! Sumpah demi Allah!! Gue gak tahu apa-apa. " Dimas menegur Ranti.
"Udah. Kayaknya si Izzi bener. Dia gak tahu apa-apa. " Ranti mendengus kesal.
"Zii? Kayaknya, lo harus lebih waspada deh. "
"Maksud lo? "
"Si Bos itu ngelakuin ini karena ada maksud tertentu yang gak mungkin lo tahu. " Izzi menegang seketika. Jika yang di katakan Ranti itu benar adanya, berarti dirinya harus jaga jarak sama dia.
__ADS_1