My Sweet Izzi

My Sweet Izzi
Nasi Uduk??


__ADS_3

"Em Izzi? "



"Iya pak? " Malam ini Izzi lembur lagi. Zain memberinya tugas yang bisa di bilang sangat banyak. Izzi mengemasi barang-barangnya.



"Kamu sudah selesai mengerjakannya? "



Tumben baik???



"Sudah kok. " Ketus Izzi. Tidak peduli siapa pria di hadapannya ini, sekalipun dia seorang CEO terbesar, kalau sudah menyakiti perasaannya, Izzi tidak memandang bulu. "Saya pamit duluan pak-"



"Tunggu dulu. " Izzi menaikkan sebelah alisnya.



"Kamu pulang sama saya saja. Di luar sudah malam. "



Kan emang udah malam?? Stres nih orang.



"Tidak, makasih pak. Tapi saya mau naik taksi aja. "



"Kabarnya, di luar banyak perampok dan juga penjahat, bahkan sampai ada yang menyamar sebagai sopir taksi, apa-"



"I-iya saya ikut bapak. "



"Ok! " Zain mengangguk pelan.





"Tumben Bapak baik. "



"Berarti selama ini, saya jahat begitu? "



"Bisa di bilang begitu. " Zain tersenyum simpul.



"Saya minta maaf atas perlakuan saya kemarin ke kamu Evellyn. "



Eh?????



Mungkin hanya si Zain saja yang mau memanggil Izzi dengan sebutan Evellyn. Izzi Evellyn, nama lengkapnya. Kata Ranti sih itu panggilan kesayangan.



"Saya sudah melupakannya. "



"Pake bahasa aku kamu aja kalau di luar kantor. "



Eh????



Telinganya tidak salah dengar kah???



__ADS_1


"Tidak sipan jika saya memanggil nama Bapak seperti itu. "



"Kan aku sudah bilang, jika ada di luar kantor Evellyn? "



"Kalau manggil Bos galak, boleh? " Canda Izzi, yang di respon dengan tatapan datar dari Zain. " Bercanda kok. " Izzi terseyum canggung, merutuki kebodohannya kali ini.



Izzi mengerutkan keningnya, ini bukan jalan menuju rumahnya.



"Bapak mau nyulik saya?! " Izzi teriak histeris.



"Sudah aku bil-"



"Kok Bapak gak nganterin saya sampe rumah?! " Zain memutar bola matanya malas.



"Untuk apa aku nyulik cewek cerewet kayak kamu? "



Jleb!!!



Izzi hanya tertawa receh.



"Kita makan. lapar. "



Lah????



"T-tapi aku tidak ba-"




tunggu-tunggu?? nasi uduk??



Banyak yang makan di sini. Pembelinya juga ramai.



"Kamu pernah makan nasi uduk? " Izzi menoleh.



"Pernah kok. "



Sejak pengagum rahasianya ngirimin nasi uduk terus... pikirnya.



Zain hanya mengangguk. " Berarti, kamu belum pernah makan nasi uduk di sini kan? "



Izzi hanya menggeleng, terlalu kalut dengan pikirannya sendiri.



"Katanya sih nasi uduk di sini enak. "



"Emangnya kamu pernah makan di sini? "



"Sering sih. "


__ADS_1


Kamprett!!!!!


Pantes aja bilang enak.



"Ini makan. " Zain menyodorkan satu piring nasi uduk. Izzi memakannya dan....



"Nasi uduk ini??? " Gumam Izzi.



"Kenapa Evellyn? Kamu tidak suka?"



"Eh? suka kok. " Sumpah!!! rasa nasi uduk ini sama persis dengan nasi uduk yang sering dia makan. apa mungkin???



Arrghhhhhh!! Tidak mungkin!!!!!



"Kamu kapan nikah? "



"Uhuk, uhuk!! " Izzi terbatuk mendengar pertanyaan dari Zain.



"Untuk apa kamu nanya seperti itu? "



"Gak pa-pa. Aku kasian saja sama kamu, belum nikah-nikah. "



"Kamu juga belum nikah?! " Izzi menjawab tidak terima. Apa-apaan ini.



"Kalau aku sih wajar, meskipun sudah umur 30 tahun juga gak pa-pa. "



"Kamu ngehina aku? "



"Tapi aku sarankan, kamu jangan nikah dulu. "



Lah????



Nih orang otaknya udah gesrekj ya???



"Sekarang banyak cowok yang mau nikahin ceweknya cuma untuk hartanya saja. "



iya termasuk Bapak..... batin Izzi.



"Terus kapan kamu nikahnya? "



Zain menoleh sebentar, lalu menatap lurus ke depan. " Aku lagi nunggu seseorang. "








__ADS_1



__ADS_2