My Wife The Cloud Princess

My Wife The Cloud Princess
Bab 1 Raja Langit Meminang Putri Awan


__ADS_3

Di kerajaan awan.


Seorang wanita cantik dengan kulit putih bersih sedang memberi salam pada sang pemimpin kerajaan awan, Raja Halimun.


"Salam ayahanda" ucap wanita cantik itu sambil menekuk sedikit lututnya dan menundukkan kepala nya sedikit, memberi salam.


Ya, dia adalah Putri kerajaan awan, Putri Claudia.


"Hmm, berdirilah" jawab raja Halimun.


"Ada apa ayahanda memanggilku?" tanya Putri Claudia dengan suara lembutnya.


"Raja Langit mengirimkan utusannya untuk meminta mu menjadi Permaisuri nya. Ia akan datang untuk meminangmu secara resmi besok malam" ucap Raja Halimun.


Claudia terbelalak, ia terkejut mendengarnya.


"Tapi ayahanda, aku tak ingin menikah dengannya. Ia memiliki begitu banyak selir. Aku tak ingin berbagi" ucap Putri Claudia dengan wajah sendu.


"Maafkan ayahanda,putriku. Tetapi kau tak bisa menolak keinginan raja Langit. Ia begitu berkuasa di seluruh semesta. Kita hanya sebuah kerajaan kecil jika dibandingkan dengan kekuasaan nya" ucap raja Halimun.


"Tapi ayah..." ucap Putri Claudia ia tak meneruskan kata katanya, yang ayahanda nya katakan adalah kebenaran. Ia tak bisa menolak.


"Baiklah ayahanda. Claudia mengerti" ucap nya kemudian.


"Baiklah putriku. Persiapkan dirimu untuk besok malam" ucap raja Halimun.


"Baik ayah. Claudia pamit" ucap nya lalu pergi setelah ayahnya mempersilahkan.


Ibunda Permaisuri kerajaan awan hanya diam terduduk dengan anggun di sebelah kiri sang raja Halimun. Ia tak berbicara apapun, karena sang suami yang sedang berbicara. Ia hanya mendengarkan dan tentu saja menyetujui keputusan sang suami.


"Kanda, haruskah putri kita menikah dengan Raja Langit?" tanya Permaisuri Danastri.


"Kita tak bisa melakukan apapun. Ini kehendak penguasa" ucap Raja Halimun.


"Baiklah. Semoga ini membawa kebaikan" ucap Permaisuri Danastri.


Keesokan hari. Malam telah tiba.


Datanglah sang Raja Langit di Kerajaan Awan dengan begitu banyak pengawalan. Ia membawa beberapa seserahan lamaran yang mewah dan melimpah. Tentu saja karena ia akan memperistri Putri Kerjaan Awan, dan hadiah pun harus serba mewah.


Dia adalah raja muda yang hebat. Dia sudah bisa memimpin kerajaan di usia mudanya. Usianya sekitar 300 tahun di dunia Langit. Ia adalah raja yang pengasih, tenang, tegas dan bijaksana. Ia memiliki banyak selir dari hadiah persembahan para kerajaan kecil di bawah naungannya. Ia memiliki perawakan tampan dan gagah. Siapa pun sangat ingin menjadi wanitanya.

__ADS_1


Ia disambut baik oleh Raja Awan dan Permaisuri, dan berlalu ke sebuah ruangan khusus.


"Silahkan duduk Raja Dirgantara" ucap Raja Halimun mempersilahkan tamunya untuk duduk.


"Terima kasih Raja Langit telah datang ke kerajaan sederhana kami" ucap raja Halimun setelah mereka duduk di tempat masing masing.


"Hemm" ucap Raja Dirgantara mengangguk tegas.


"Dimana Putri Claudia?" tanya Raja Dirgantara.


"Tunggu sebentar, dayang akan memanggilnya" ucap Raja Halimun, lalu menyuruh pelayan memanggil putrinya.


"Dayang, panggilkan Putri Claudia" titahnya.


Dayang pun pergi memundurkan langkahnya.


Tak lama kemudian, datanglah Putri Claudia dengan pakaian putihnya. Ia begitu cantik dan mempesona.


"Putriku, Raja Langit Dirgantara datang kemari menemuimu untuk meminangmu menjadi Permaisuri kerajaan Langit. Bersediakah engkau?" tanya Raja Halimun.


Claudia duduk sembari menundukkan wajahnya.


"Jawablah" ucap Raja Dirgantara.


"Bisakah aku menolaknya?" ucap Claudia dengan keberanian, mengadahkan kepala menatap manik mata Raja Dirgantara.


"Apa alasanmu menolak ku?" ucap Raja Dirgantara dengan tenang.


'Putri kau sungguh berani' ucap Raja Dirgantara dalam hati.


"Aku tidak ingin berbagi. Aku belum siap. Sedangkan kau sudah memiliki banyak selir, aku masih ingin bersenang-senang" ucap Putri Claudia.


"Putri Claudia, lancang" bentak sang ayah, Raja Halimun.


Ia tak menyangka Putrinya akan bersikap lancang pada Raja Langit Dirgantara.


Permaisuri Danastri mengusap lembut bahu Raja Halimun menenangkan nya.


Claudia pun menundukkan wajahnya. Ia tahu telah bersikap lancang pada penguasa semesta.


"Baiklah, aku mengizinkan mu untuk bersenang-senang sementara waktu. Aku akan mengirimkan mu ke Bumi. Jika kau jatuh cinta pada manusia dan memiliki anak dengan nya maka pada saat itu pula kau akan kembali padaku, me jadi Permaisuri ku" ucap Raja Dirgantara dengan tenang dan tegas.

__ADS_1


"Dan jika saat itu terjadi. Maka anakmu yang kau tinggalkan tentu saja akan memiliki kekuatan api. Jangan membuat nya marah. Jika ia, maka akan berbahaya. Ia bisa saja membakar apapun untuk melampiaskannya" ucap Raja Langit.


"Mengirim ku ke Bumi?" tanya Putri Claudia terkejut begitu pula ayahanda dan ibunda.


"Tidak bisakah aku tetap di Kerajaan Awan ?" tanya Claudia.


"Dan mengapa ia akan memiliki kekuatan api?" tanya Claudia.


"Itu aturan semesta" ucap Raja Langit Dirgantara.


"Ingatlah baik baik" ucap Raja Dirgantara.


"Baiklah, aku menerimanya" ucap Claudia.


"Bersiaplah. Aku akan mengirim mu ke Bumi. Dan ingatlah, kau tidak boleh memperlihatkan kekuatan mu dan indentitas mu sebenarnya pada siapapun" ucap Raja Dirgantara.


"Baik Raja. Terima kasih kemurahan hatimu" ucap Claudia.


"Ayahanda, ibunda, ananda pamit. Maafkan aku tak bisa tetap tinggal disini. Tolong dukung aku" ucap Claudia.


"Kami menghargai keputusan mu. Jaga diri mu baik baik. Ini adalah pilihanmu, maka jangan menyesal suatu saat nanti" Ucap Ayahanda memperingati.


"Jaga dirimu, Putriku" ucap ibunda Danastri.


"Baik ayahanda, ibunda. Claudia akan mengingat pesan kalian" ucap Claudia.


Lalu ia bersiap untuk pergi ke Bumi.


'Plittt' ucap Dirgantara memanggil hewan peliharaannya.


"Elang putih, antarkan dia ke Bumi" ucapnya.


Elang itu mengangguk mengerti.


"Naiklah. Elang putih akan mengantarmu ke Bumi" ucapnya.


Claudia mengangguk lalu menaiki punggung Elang putih.


Ia pun memulai perjalanannya ke Bumi bersama Elang putih. Sepanjangan perjalanan ia berfikir, apakah keputusannya sudah benar dengan menolak Raja Langit Dirgantara sehingga ia dikirim ke Bumi. Dan akhirnya ia pun pasrah dengan apa yang menjadi pilihannya...


Lalu bagaimana kehidupan Putri Awan, Claudia di Bumi????

__ADS_1


__ADS_2