
Kini semua sudah siap di meja makan. Shanum yang rapi dengan seragam sekolahnya, sedangkan Belle yang turun dari kamarnya dengan memakai baju santainya.
"Belle, kenapa kau tak memakai seragamu?" ucap Shanum bertanya.
"Ya, tentu saja tidak. Aku akan berlibur kau tahu, hehe." ucap Belle terkekeh.
"Hei, kau ini berlibur saat ini bukan waktu yang tepat. Sebentar lagi ujian sekolah, kau tidak boleh bolos." ucap Shanum mengomel.
"Ssut, diamlah kau tidak di ajak." ucap Belle menjulurkan lidahnya.
"Hei, kau ini. Pah lihatlah Belle." ucap Shanum memanyunkan bibir.
"Sudahlah sayang. Adikmu ini sedang di skors bukan sengaja liburan.". ucap papa Daniel setelah menyeruput kopinya.
Sedangkan mama Dona, hanya menggelengkan kepala melihat tingkah kedua putrinya.
"Di skors? hahaha. Kasian sekali." ucap Shanum tertawa.
"Kakak..." tekan sang mama.
"Ups, maaf ma. Aku kan hanya bercanda. Lagian ini bukan pertama kalinya Belle di skors kan." ucap Shanum mengatupkan mulutnya.
Sedangkan Belle yang sedang di bicarakan pun sedang anteng menikmati makanan nya. Sarapan nasi goreng seafood dengan ditambah udang balado adalah kesukaannya, ia makan dengan lahap sampai nambah.
"Ayo makan sarapanmu, kak." ucap mama Dona.
"Iya mama sayang." ucap Shanum.
Sang mama pun tersenyum melihat kedua putrinya tumbuh baik dengan akur dan rukun.
__ADS_1
Sedangkan sang papa menikmati sarapan roti nya dan secangkir kopi dengan tenang.
Shanum memulai sarapannya, baru saja ia ingin menambah udang balado, tiba-tiba saja keduluan Belle, ia mengambilnya dan menghabiskannya.
"Hei, ya ampun kau ini. Rakus sekali. Ma, lihatlah ia menghabiskan udangnya." adu Shanum dengan memanyunkan bibirnya.
Sedangkan Belle, hanya menyunggingkan bibirnya sambil terus mengunyah.
"Sudahlah, biar bibi ambilkan lagi ya." ucap mama.
"Bi, tolong ambilkan udangnya lagi ya." ucap Dona pada bibi.
"Baik, Bu." ucap bibi.
Tak lama kemudian bibi telah mengambilkannya.
"Ini, non." ucap bibi pada Shanum.
Bibi pun tersenyum dan kembali ke dapur.
"Aku sudah selesai." ucap Belle setelah menghabiskan minumnya. Ia pun mengelap mulutnya dengan tisu.
"Cup". Belle mencium pipi Shanum di sampingnya.
"Maaf ya. Tapi, udang balado itu kesukaanku kan." ucap Belle.
"Hem.." ucap Shanum berdehem.
Memang ini bukan kejadian pertama kalinya. Mereka selalu seperti itu.
__ADS_1
Setelah semuanya sarapan, kini mereka berjalan ke depan rumah.
"Belle, kau akan di antar oleh supir ya." ucap papa Daniel.
"No way. Aku bisa menyetir mobil sendiri papa." ucap Belle.
"Baiklah, tapi hati-hati di perjalan ya. " ucap papa, ia memeluknya dengan mata terpejam.
"Papa menyayangimu, cup." ucap papa Daniel, ia mencium kening Belle.
"Hem, me too." ucap Belle.
"Kau berlibur kemana? bolehkah aku menyusul nanti?" ucap Shanum.
"Ke villa kita di Bogor." ucap Belle datar.
"Villa?" ucap Shanum dengan mata berbinar-binar. Aku juga ingin kesana nanti. Ma kita harus susul Belle pokoknya, ok?" ucap Shanum.
"Iya sayang. Nanti sore kita akan menyusul dengan Oma dan opa juga. Kita piknik bersama di sana." ucap mama Dona.
"Yeay.." ucap Shanum.
"Hei, kenapa kalian ingin menyusul ku. Aku kan ingin sendiri." gerutu Belle pada Shanum.
"Eits, tentu tidak bisa. Kita akan selalu bersama denganmu. Hahaha." ucap Shanum.
Belle memutar bola matanya malas.
Sebenarnya ia tidak keberatan, mereka menyusul. Justru itu akan menjadi seru dan ramai. Ia hanya asal bicara saja.
__ADS_1
Setelah itu mereka pun berangkat dengan mobil masing-masing ke tujuannya.