
Malam harinya.
Semuanya berkumpul di halaman belakang. Mereka merayakan malam pernikahan Daniel dan Claudia dengan acara bakar bakar(grill).
Bi Lastri dan mang Ujang pun membantu mempersiapkan alat dan bahan bahannya bersama 3 pelayan lain.
"Mang Ujang, sudah siap belum?" tanya mama Mela.
"Siap Nyonya" jawab mang Ujang.
"Baiklah. Terima kasih mang" ucap mama Mela.
"Sama sama nyonya" jawab mang Ujang.
"Kalau begitu saya ke dalam dulu,nya" ucap mang Ujang.
"Sekalian panggil tuan dan yang lainnya ya mang," ucap mama Mela.
"Baik Nyonya" ucap mang Ujang.
Mang Ujang dan pelayan lain masuk kembali kedalam setelah menyelesaikan tugasnya. Lalu mang Ujang pergi ke ruang keluarga.
Disana terlihat mereka sedang menonton film sembari berbincang.
"Tuan" panggil mang Ujang.
"Ya Jang" ucap papa.
"Semuanya sudah siap tuan. Nyonya memanggil semuanya untuk ke belakang" ucap man Ujang.
Papa Andi mengangguk.
"Baik mang. Terima kasih" jawab Nayla.
"Ya nona. Mang Ujang permisi ke depan lagi" pamit mang Ujang tersenyum sopan.
Lalu mang Ujang pun berlalu.
"Ayo semuanya. Mama sudah menunggu" ucap papa Andi.
"Siap" ucap Dimas dan Nayla bersamaan.
"Ekheum," ucap Rio terbatuk pelan.
Nayla dan Dimas saling melirik lalu mengedikan bahunya.
Mereka pun menyusul mama Mela.
"Ayo sweetie" ucap Daniel menggenggam tangan Claudia.
"Sweetie?" ucap Claudia dengan wajah bertanya.
__ADS_1
"Hemm, sweetie. Panggilan sayang untukmu" ucap Daniel dengan mengecup tangan Claudia.
"Oh" ucap Claudia tersenyum.
'kau sangan tampan dan manis, pria manusia' ucap Claudia dalam hati.
Di taman belakang.
"Ok. Karena semua sudah siap. Kalian para pria yang memanggang nya. Kami para wanita akan menunggu di gazebo sambil bergosip, ok" ucap mama Mela tersenyum lebar.
"Siap tante, serahkan pada kami" ucap Dimas dan Rio.
"Ayo sayang" ucap mama pada Claudia dan Nayla.
"Ok, ma" ucap Nayla.
"Jangan pakai lama, ya. heheh" ucanya pada kakaknya Daniel.
"Iya bawel" ucapnya.
Para pria memanggang dengan asyik dan penuh keseruan. Sesekali mereka mencicipi makanan yang telah matang.
Dan para wanita pun dengan asyik nya berbincang. Entah apa yang mereka perbincangkan.
Sekitar 40 menit makanan pun telah matang.
"Dimas, Rio, Daniel bawa semua yang matang ke gazebo. Sisanya biar bi Lastri saja yang selesaikan" ucap papa Andi.
"Bi, tolong lanjutkan sisanya ya" ucap papa sedikit berteriak.
"Baik tuan" jawab Bi Lastri.
Mereka membawanya ke gazebo , lalu makan bersama den kebahagiaan menyelimuti keluarga Bramantyo. Kedua sahabat Daniel pun ikut bahagia dengan pernikahan Daniel.
Kini tinggal mereka yang masih belum tahu kapan akan menikah...
🌸 Di kerajaan Awan.
Di sebuah kamar.
"Kanda, bagaimana keadaan putri kita di Bumi?" tanya Permaisuri Danastri.
"Kita akan melihatnya" ucap Raja Halimun.
"Cermin, tunjukan tentang keadaan putriku" ucapnya pada sang Cermin.
Lalu cermin pun menampakan dengan jelas tentang putri Awan di Bumi.
"Apakah ia telah menikah dengan manusia, kakanda?" tanya Danastri.
"Ya, kau benar. Lihatlah, putri kita begitu bahagia menikah dengan pria manusia" ucap raja Halimun.
__ADS_1
"Baiklah. Kini aku sudah tak khawatir. Ia bahagia di Bumi dengan orang baik" ucap Danastri.
"Hemm, mari kita lihat sampai dimana takdir mereka bersama" ucap raja Halimun.
"Iya kanda. Jika mereka punya anak. Maka saat itu juga mereka akan berpisah" ucap Danastri.
"Ya, Dinda permaisuri. Kau benar. Itu memang persyaratan raja Langit atas permintaan putri Claudia" ucap raja Halimun.
"Ini sudah larut malam, mari kita beristirahat" ucap raja Halimun setelah cuplikan di layar cermin telah menghilang.
"Hemm" ucap Danastri tersenyum. Lalu mereka pun tidur dan larut ke alam mimpi. (mungkin heheh).
🌸 Di sisi lain.
"Secepatnya kau akan kembali padaku, adinda Claudia" ucap raja Langit Dirgantara dengan raut wajah yang menampakan ketenangan.
🌸Di bumi.
Waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam.
Semuanya telah selesai dengan acara bakar bakar dan makan nya.
"Baiklah semuanya. Waktunya istirahat. Apalagi untuk pengantin baru. Kalian jangan ada yang menggangunya. Aku ingin cepat cepat mempunyai cucu" ucap mama dengan tertawa renyah.
"Mama tenang saja, aku akan memberikan nya ucap Daniel tersenyum.
Claudia hanya diam mendengarkan.
"Buatkan aku keponakan yang lucu lucu, kak" ucap Nayla semangat.
"Yoi bro. Jangan kasih kendor" ucap Dimas berbisik dan hanya di dengar Daniel dan Rio. Karena mereka duduk berdekatan.
Mereka pun tertawa. Hahahaha.
"Sialan lo" ucap Daniel tertawa dan menoyor kepala Dimas.
"Otak lo harus di cuci" ucap Rio dengan menoyor kepala Dimas sambil tertawa.
Mereka tertawa bersama.
"Hentikan tawa kalian dan masuk ke dalam" ucap papa Andi menggeleng kan kepala.
Papa dan mama masuk terlebih dahulu bersama Nayla, dengan Daniel dan Claudia di belakang nya. Begitu juga dengan kedua sahabat Daniel.
Mereka masuk kamar masing-masing.
Lalu apa yang terjadi selanjutnya?....
Selamat membaca readers 💙
Jangan lupa jadikan novel ini favorit kamu💙
__ADS_1
.