My Wife The Cloud Princess

My Wife The Cloud Princess
Bab 24. Kepergian Claudia


__ADS_3

40 hari kemudian.


Di kediaman Daniel dan keluarga kecilnya, kini tengah diadakan acara syukuran atas 40 hari lahirnya baby Hestia Clarabelle.


Mereka mengundang kerabat dekat, pa ustadz dan beberapa anak yatim-piatu dari pannti asuhan.


Mereka juga mengadakan akikah dan potong rambut untuk Belle sekalian syukuran 40 hari.


Acara pun berjalan dengan lancar. Semua mendoakan Belle atas kelahirannya .


Acara pun selesai pada jam 3 sore. Semuanya telah kembali pulang. Daging kambing yang telah dipotong pun mereka bawa dan juga bagikan ke tetangga komplek.


Kini di kamar Belle semuanya berkumpul . Claudia yang memangku Belle di Sofa besar, juga Daniel yang duduk di sampingnya, Dona dan juga Shanum yang duduk di sebelah Daniel, sedangkan Papa Andi, mama Mela dan aunty Nayla duduk di sofa satunya. Mereka duduk saling berhadapan di sofa panjang. Termasuk suster yang menjaga Shanum, sus Lina, juga berada di sana.


"Apa kau lelah sweety ? sini gantian biar aku yang menggendong Belle ." ucap Daniel.


" Tidak, Daniel ." ucap Claudia.


" Ada yang ingin aku sampaikan pada kalian semua . " ucap Claudia dengan muka tenang dan serius.


" Ada apa nak ? sepertinya serius sekali ? " tanya mama Mela penasaran .


Sedangkan Dona melirik wajah tenang dan serius Claudia.


" Mungkinkah ini sudah saatnya . " batin Dona .


Sedangkan yang lainnya hanya menyimak, mereka juga penasaran dengan apa yang akan di sampaikan Claudia, termasuk Daniel. Ia sedikit mengernyitkan kening.


"Aku memberikan nama Putri kita ' Hestia Clarabelle ' yang artinya ' Dewi Api Pelindung Keluarga yang Pintar dan Cantik . " ucap Claudia.


" Arti nama yang bagus sweety. Tapi kenapa harus ' Dewi Api ' ? " tanya Daniel. Ia sedikit heran , mengapa Claudia memberikan putri mereka dengan arti nama Dewi Api .


Mereka semua mengangguk.


" Karena ia terlahir dari diriku dan kamu , pria manusia. Ini adalah anugerah yang diberikan Raja Dirgantara . " ucap Claudia dengan memandang Daniel .


" Apa maksudmu Clau ? aku pria manusia ? dan siapa kamu bilang , Raja Dirgantara ? Kamu ini biacara apa ? ini bukan dongeng sweety . " ucap Daniel panjang lebar .


Begitu pula semua orang ikut merasa aneh .


" Aku bukan manusia seperti dirimu, mas . Aku harus pergi, waktu ku telah habis . Aku tak bisa berada di sini lebih lama dari ini . Tolong jaga Putri kita Clarabelle . Aku serahkan Clarabelle padamu dan Dona sebagai ibu sambungnya . " ucap Claudia .


Daniel merasa heran dengan istrinya . Ia pikir mungkin Clau lelah dan bicara melantur.


" Sudahlah sweety . Kau lelah dan melantur . Ayo istirahat lah . " ucap Daniel .


"Iya sayang, ayo istirahat kamu pasti lelah." ucap mama Mela.

__ADS_1


"Iya nak. Istirahat lah, biar kami yang menjaga Belle." ucap papa Andi.


"Iya kak." ucap Nayla menyahut.


Dona yang sudah tahu pun hanya diam memperhatikan.


Claudia pun berdiri dari tempat duduknya. Ia sedikit berjalan menjauh dari sofa. Ia melihat wajah semua orang dan melihat suaminya dengan pandangan sendu seketika.


Ia pun memejamkan mata dan tampaklah cahaya menyelimuti dirinya. Semua orang terbelalak kaget. Mengapa ada cahaya di sekitar tubuh Claudia. Ini tampak semakin aneh.


Claudia pun melepaskan tangannya dari gendongan Belle, membiarkan Belle melayang di sisinya.


"Belle ." teriak Daniel. Ia sedikit shock ketika Claudia melepaskan Belle. Seketika ia berdiri dan shock mengapa Belle melayang.


Claudia pun membuka matanya dengan berubah wujud menjadi seperti Dewi, ia memakai pakaian dress putih panjang dan dengan cahaya yang tak pernah pudar.


Ya, pakaian yang sejak awal ia pakai ketika pertama kali bertemu dengan Daniel.


"Clau ? Apa ini sihir ?" ucap Daniel.


Semuanya juga ikut berdiri. Sedangkan Shanum berada di gendongan sus Lina dan tertidur.


"Inilah aku sebenarnya, mas. Ini bukan sihir. Aku adalah putri dari seorang Raja dan Ratu Awan, Putri Claudia." ucap Claudia.


"Aku diturunkan ke Bumi atas alasan menolak lamaran Raja Dirgantara, penguasa Langit. Aku bisa selamanya tinggal di Bumi dengan syarat aku tak akan melahirkan seorang anak pun. Jika aku menikah dan memutuskan memberimu anak, maka aku harus kembali ke langit dan menerima lamaran Raja Langit. Itu sudah menjadi ketentuannya. Jika bukan kebaikan raja Langit dengan mengizinkan aku turun ke Bumi, maka aku tak akan bertemu denganmu, mas." ucap Claudia panjang lebar.


"Ini nyata , Daniel. Ingatkah kamu dimana kita bertemu ? juga dengan pakaian ku yang seperti ini?" ucap Claudia.


Daniel pun mengingat pertemuan pertama kali mereka. Di dekat air terjun di dalam hutan. Dulu ia juga sempat berkata bahwa ia bertemu dengan seorang Dewi.


"Clau, aku tidak ingin kamu pergi. Bagaimana dengan Belle yang masih membutuhkan mu DNA juga aku." ucap Daniel dengan berjalan mendekat ke arah Claudia.


"Kenapa kau memberikanku putri yang cantik jika kau akan pergi setelah itu? " ucap Daniel.


"Karena ini keinginan mu. Aku ikhlas memberikanmu seorang anak dan pergi ke alam ku." ucap Claudia.


"Aku tak mengerti." ucap Daniel menggeleng dan meremas rambutnya frustasi.


Claudia berjalan ke arah Dona.


"Dona." ucap Claudia.


"Ya ?" ucap Dona.


"Titip putriku. Sayangilah dia seperti putri kandungmu sendiri. Berikan ini untuk Belle sampai ia umur 2 tahun. " ucap Claudia menyerahkan satu kaleng susu yang muncul sekejap mata dari tangannya.


"Apakah ini cukup?" tanya Dona.

__ADS_1


"Tentu saja. Ini tak akan pernah habis sebelum waktunya." ucap Claudia.


"Baiklah." ucap Dona.


Kini Claudia menghampiri Daniel. Ia memeluk dan memberikan ciuman perpisahan untuknya.


"Jaga Belle dengan baik. Satu yang perlu kamu ingat, seperti arti namanya, Dewi Api Pelindung Keluarga yang Pintar dan Cantik. Belle akan tumbuh menjadi gadis pintar dan cantik. Ia juga akan menjadi pelindung keluarga. Jika ada yang menyakitinya ia akan menjelma sebagai Dewi Api . Amarahnya tak akan terbendung. Sebisa mungkin jangan membuatnya marah besar. Disaat ia dewasa dan berusia 20 tahun, ia bisa menemui ku di istana Langit dengan caranya." ucap Claudia.


Mata Daniel memerah dan air matanya turun tanpa diminta.


"Aku mencintaimu, Clau." ucap Daniel.


"Aku juga mencintaimu Daniel. Tolong cintai Belle dan Shanum, juga cintailah Dona. Ia juga istrimu."


"Aku titip putriku." ucap Claudia. Ia memberikan Belle pada pangkuan Daniel.


Tiba-tiba datanglah Raja Langit dan pengawal kerajaan dan beberapa dayang di belakang Claudia.


"Mari, Adinda Claudia. Sudah saatnya kita kembali." ucap suara berat nan gagah dari raja Dirgantara.


Semuanya membelalakkan mata melihat kedatangan mereka yang tiba-tiba. Seperti melihat di film dongeng. Tapi ini ia melihat dengan keadaan nyata.


Claudia pun mengangguk. Ia pun berjalan ke belakang dan menggandeng tangan Raja Dirgantara.


"Biarkan aku mencium putriku sekali lagi." ucap Claudia pada raja Dirgantara.


Raja Dirgantara pun mengangguk.


Claudia mencium Belle dan memakaikan nya kalung.


"Ibunda pergi sayang. Jadi anak pintar, hemm. Suatu saat kita akan bertemu kembali." ucap Claudia mencium kening Belle.


Bayi itu pun menggeliat dan melenguh.


"Adinda..." ucap Raja Dirgantara.


"Selamat tinggal semuanya." ucap Claudia memandang semuanya dan tersenyum manis.


Sedangkan semua orang menangis sedih.


Claudia dan raja Dirgantara beserta rombongannya pergi menghilang ditelan cahaya.


"Tes tes tes " air mata mengalir di wajah Daniel.


🌸🌸🌸


next...

__ADS_1


__ADS_2