My Wife The Cloud Princess

My Wife The Cloud Princess
Bab 21. Melahirkan


__ADS_3

Claudia pun memasuki ruang bersalin. Ia sudah memasuki pembukaan ke 7. Hanya sedikit lagi , maka pembukaan akan sempurna.


Dokter dan suster pun sedang mempersiapkannya persalinan Claudia. Begitu pula dengan Daniel yang mengurus administrasi.


Dona pun datang bersamaan dengan mama dan papa. Mereka pun bergegas masuk dan bertanya pada resepsionis dimana letak ruangan bersalin Claudia.


"Halo mba, Ruang bersalin di mana ya?" tanya Dona.


"Halo Bu, selamat datang. Ibu tinggal lurus dari sini lalu belok kanan ya Bu." ucap mba resepsionis.


"Baik, terima kasih." ucap Dona.


"Ayo ma, pa." ucap Dona. Lalu, jalan bersama menuju ruangan bersalin.


Terlihat Daniel, baru saja akan masuk ruangan.


"Daniel." panggil mama.


Daniel pun menoleh.


"Iya ma." ucap Daniel.


"Bagaimana nak?" ucap mama.


"Sudah pembukaan 7, sebentar lagi ma. Tolong doa kan Clau, ya ma. Aku masuk dulu." ucap Daniel.


"Iya sayang. Masuklah. Kami akan mendoakan keselamatan Clau, dan bayinya." ucap mama.


"Iya mas. Ini barang Clau dan bayinya." ucap Dona menyerahkan tas yang ia bawa.

__ADS_1


"Terima kasih, Dona." ucap Daniel.


"Dimana Shanum?" tanya nya. Ia tidak melihat putrinya itu.


"Ada di rumah dengan sus nya. Di sini tidak baik untuk nya." ucap Dona.


"Hemm. Baiklah." ucap Daniel.


Setelah berbincang sebentar, ia pun masuk ke dalam ruangan.


Ia menaruh tas yang di bawanya di atas sofa.


Ia pun menghampiri istrinya, Claudia.


Daniel menggenggam tangan Claudia dan menciumnya. Ia juga memberikan semangat untuk istrinya.


"Semangat sayang. Ada aku disini." ucap Daniel.


Claudia, hanya mengangguk kan kepalanya.


"ah. aku sudah tidak tahan dok." ucap Claudia.


Dokter pun kembali melihat pembukaan nya.


"Baik Bu. Pembukaan telah sempurna ya Bu. Ikuti instruksi saya ya." ucap dokter.


"Tarik nafas buang nafas.. Tarik nafas lalu mengejan ya Bu." ucap dokter.


Setelah itu hanya terdengar suara dokter yang mengintruksi bersahutan dengan Claudia yang mengerang dan mendesah sakit.

__ADS_1


Tak lama kemudian, hanya dalam 3 kali dorongan sang bayi pun terlahir ke dunia.


"oek oek oek." tangisan pertama sang bayi berbaur nafas sang ibu yang memburu juga sang ayah yang menangis haru.


"Kamu hebat sayang. Terima kasih. Aku mencintaimu." ucap Daniel lalu mencium kening Claudia.


Claudia hanya tersenyum dengan air mata mengalir di pipinya.


Ia bahagia, kini ia merasakan betapa bahagianya berjuang melahirkan bayi mungil ke dunia.


"Selamat ya Bu, bayi nya perempuan, cantik seperti ibunya." ucap dokter tersenyum senang.


Ia menidurkan bayinya pada dada sang ibu. Bayi mungil itu pun untuk pertama kalinya mencari sesuatu dan menikmati mimik ASI pertama nya.


Setengah jam kemudian, dokter telah menyelesaikan pekerjaannya.


"Baik Bu. Semuanya sudah selesai. Ibu akan dipindahkan ke ruang rawat. Dan bayinya akan kami bawa ke ruang bayi terlebih dahulu." Ucap dokter.


"Baik dok, terima kasih." ucap Claudia.


"Terima kasih, dok." ucap Daniel.


"Baik pa ,Bu. Permisi." ucap dokter.


Daniel pun keluar bersamaan dengan Claudia yang akan dipindahkan. Di luar keluarga sudah menunggu. Mereka akhirnya lega dengan selesainya persalinan. Mereka bangkit dari duduknya lalu ikut ke ruang perawatan VVIP Claudia.


"Biarkan pasien istirahat terlebih dahulu ya pak, Bu." ucap Suster.


"Baik sus." ucap Daniel.

__ADS_1


Kini, tak butuh waktu lama. Claudia pun tidur dengan lelap. Ia kehabisan tenaga atas persalinan nya. Ia pun sedang beristirahat.


__ADS_2