
Daniel sangat bahagia mendengar kabar baik, bahwa istri pertamanya, Claudia, hamil.
Sepanjang perjalanan pulang, ia selalu tersenyum dan menggenggam tangan Claudia sepanjang jalan. Sesekali, ia pun mengecup nya.
Terlihat jelas aura kebahagian yang terpancar darinya.
'Kau senang mas? syukurlah. Aku harap kamu bisa merawat anak kita dengan baik nanti,' ucap Claudia dalam hati.
Mereka pun sampai di rumah. Keduanya masuk dengan raut wajah bahagia dan bersyukur.
Dona yang berada di ruang keluarga pun,enyapa keduanya.
"Kalian sudah pulang? Apa yang terjadi, Clau? Kau sakit apa?" ucap Dona, sedikit cemas.
"Aku tidak apa-apa." ucap Claudia tersenyum.
"Clau tidak apa-apa, ia hamil, Don." ucap Daniel antusiasme.
"Oh. Benarkah? Selamat untukmu Clau." ucap Dona tulus.
Ia lun memeluk Claudia.
"Terima kasih, Dona."
"Hemm" ucap Dona mengangguk.
"Dimana Shanum?" tanya Daniel.
"Ia baru saja tidur di kamar nya." ucap.Dona.
"Aku akan melihatnya." ucap Daniel.
"Sweetie, ayo ku antar ke kamar." ucap Daniel.
"Iya sayang." ucap Claudia.
"Dona, aku ke atas dulu ya" ucap Claudia.
__ADS_1
"Ok. Kau mau makan apa? nanti aku antar ke kamar" tawar Dona.
"Tidak usah. Biar aku suruh bibi yang antarkan ke kamar" jawab Claudia tersenyum.
"Baiklah" ucap Dona.
Mereka pun pergi ke lantai atas menuju kamar.
"Sweetie, istirahat lah. Aku akan melihat Shanum" ucap Daniel.
"Hemm. Jika ia bangun bawalah kemari" ucap Claudia.
"Iya sweetie. Cup" Daniel mengecup kening Claudia.
Daniel menuruni tangga. Lalu ia pergi ke dapur.
"Bi, tolong bawakan bubur ayam untuk sarapan Clau ke kamar, ya" ucap Daniel.
"Iya tuan" ucap Bibi.
Setelah itu ia menuju kamar gadis kecil nya. Ia sangat menyayangi nya. Walaupun ia tidak mencintai ibunya.
Terlihat Shanum sedang berceloteh bersama ibunya dan sang pengasuh.
Ia pun menghampiri putrinya.
Shanum sangat gembira melihat papanya. Ia dengan tak sabar menendang nendang.
"Shanum, tenanglah. Senang ya ketemu papa" ucap Dona.
"Benarkah. Kau senang ya. Kau merindukanku princess?" ucap Al.
Ia lalu memangku nya dan mencium nya. Shanum pun tertawa riang khas bayi.
Dona pun tersenyum melihatnya. Ia sangat senang Shanum diterima oleh papa nya.
Ia pun membayangkan, mereka keluarga sempurna yang saling mencintai.
__ADS_1
Ia berharap dalam hatinya. Semoga suatu saat Daniel juga akan mencintai nya.
"Apakah dia sudah minum susu?" tanya Daniel.
"Sudah" ucap Dona.
"Aku akan membawanya ke atas. Clau merindukan nya. Bolehkan?" ucap Daniel.
Ia meminta izin pada Dona. Ia menghargainya karena ia ibu dari Shanum.
"Tentu saja, Daniel. Ia juga Bundanya kan" ucap Dona tersenyum.
"Hemm" ucap Daniel.
Daniel pun membawa putrinya ke kamarnya. Bertepatan dengan bibi yang mengantarkan makanan.
"Bunda..." ucap Daniel dengan suara anak kecil, mengisyaratkan Shanum.
"Kemarilah, Sha. Bunda merindukanmu. Padahal kita setiap hari bertemu dan bermain" ucap Claudia lalu memangku Shanum.
Shanum Mun berceloteh ria. Ia juga senang bermain bersama Bunda nya.
"Sweetie. Makan dulu sarapan mu. Bibi masak bubur ayam untukmu" ucap Daniel.
"Iya sayang. Ini jaga Shanum" ucap Clau.
Ia pun memakan makanan nya di sofa.
Dengan Daniel di sebelahnya yang mengasuh Shanum.
Di luar pintu, Dona melihat ketiganya yang bahagia. Mereka tampak harmonis.
Ia senang melihatnya sekaligus ada sedikit iri dalam hatinya. Clau, sangat beruntung mendapatkan cinta suaminya.
'Kalian sangat harmonis. Bolehkah aku sedikit iri padamu, Clau' ucap Dona, dalam hati.
🌸
__ADS_1
next...