
Di kamar Daniel. Kamar telah dihias secantik mungkin. Dengan ranjang yang diberi kulambu putih dan hiasan bunga bunga.
Daniel menarik tangan Claudia dan mendudukkan nya di ranjang. Mereka duduk berhadapan di sisi ranjang dengan Daniel memegang kedua tangannya.
"Mungkin ini terlalu cepat, tapi aku ingin berkata jujur padamu. Aku jatuh cinta pada pandangan pertama saat melihatmu di air terjun. Sungguh baru kali ini aku merasakannya. Dan aku senang saat kau bersedia menjadi pendamping ku. Aku ingin hidup bersama mu selama hidupku. Aku mencintaimu Claudia" ucap Daniel lembut dan mengecup tangan nya.
"Aku juga mencintaimu" ucap Claudia tersenyum manis.
"Benarkah sweetie?" tanya Daniel.
"Hemm" ucap Claudia dengan mengangguk.
"Terima kasih" ucap Daniel.
Claudia tersenyum.
"Bisakah kita memulai malam pertama kita, sweetie?" tanya Daniel.
"Hemm. Aku milikmu" ucapnya.
Daniel tersenyum senang.
Lalu ia mendekatkan wajahnya, mencium bibir ranum Claudia, menghisap nya lembut, dan menuntut. Tangan kanan nya menekan tengkuk leher Claudia, dan tangan kirinya memeluk pinggang Claudia. Claudia pun mengalungkan tangannya ke leher Daniel. Perlahan Daniel merebahkan tubuh Claudia, dan mengungkungnya dengan tubuhnya.
Ia membuka pakaianya dan Claudia. Dan malam panjang pun terjadi. Ringisan, erangan dan ******* memenuhi seluruh penjuru kamar. Keduanya larut dalam kenikmatan duniawi. Entah Sampai kapan mereka selesai dengan pergulatan nya....
Pagi hari.
Waktu menunjukkan pukul 7:00 pagi. Waktunya sarapan keluarga. Hari ini Keluarga Bramantyo dan sahabat Daniel akan kembali ke ibu kota Jakarta. Tidak dengan Daniel dan Claudia yang akan tinggal seminggu di villa untuk bulan madu.
"Suit suit .. " Dimas bersiul.
"Ciee, pengantin baru. Roman romannya udah unboxing nih" ucap Dimas menggoda pengantin baru yang menuruni anak tangga.
"Makanya, buruan nikah. Biar tahu rasanya" ucap Daniel.
"Entaran. Gue belum nemu bidadari" ucap Dimas.
"Ga yakin gue, mana ada bidadari yang mau sama lo" ucap Rio.
"Sialan lo" ucap Dimas.
__ADS_1
Hahahaha . Rio dan Daniel tertawa renyah.
"Sudah sudah. Ayo semuanya sarapan dulu" ucap mama.
Mereka pun berhenti tertawa dan memulai acara sarapan.
Selesai sarapan.
Semuanya sudah siap dengan koper masing masing.
"Sayang, mama pulang ke Jakarta terlebih dahulu. Nikmati bulan madu kalian" ucap mama pada Claudia.
Claudia mengangguk tersenyum.
"Daniel kau jaga Claudia dengan baik" ucap mama.
"Iya ma" ucap Daniel.
" Kami berangkat dulu sayang" ucap mama pada Claudia.
"Iya ma. Hati hati di jalan" ucap Claudia.
"Hemm" ucap Daniel.
"Rio, Lo handle kerjaan gue yang Lo bisa" ucap Daniel.
"Ok. Lo tenang aja. Nikmati bulan madu kalian" ucap Rio.
"Yoi. Semangat kerja keras. Hahaha" ucap Dimas tertawa.
Daniel pun tersenyum.
Mereka pun berangkat ke Jakarta dengan 2 mobil. Mobil keluarga Bramantyo dan mobil Rio.
Rio selain sahabat Daniel. Ia juga merangkap sebagai Asisten Pribadinya di kantor Bramantyo.
Sedangkan Dimas ia adalah seorang pemilik Restoran.
Daniel dan Claudia pun masuk kembali ke dalam rumah.
"Sayang, ayo nikmati waktu bulan madu kita" ucap Daniel tersenyum nakal.
__ADS_1
"Apa yang akan kita lakukan di rumah ini hanya dengan berdua Daniel?" tanya Claudia.
Ya, berdua saja. Karena bi Lastri dan 3 pelayan lain ia suruh pulang ke rumah. Dan begitu pula dengan mang Ujang dan mang Asep penjaga villa.
Daniel hanya ingin berdua dengan istrinya.
"Tentu saja bulan madu sweetie" ucap Daniel.
"Mari bercinta disini" ucap Daniel menidurkan Claudia di sofa.
"Disini? Di sofa maksudmu?" tanya Claudia.
"Hemm sweetie" ucap Daniel sambil mulai mencium leher Claudia.
"Bagaimana jika ada yang melihat?" tanya nya lagi.
"Tidak akan. Semuanya sudah ku suruh pulang dan mereka akan kembali saat aku menyuruhnya" ucap Daniel.
Lalu Daniel melepaskan pakaian yang di kenakan Claudia dan juga pakaian miliknya.
Ia mencium seluruh wajah Claudia. Di mulai dari kening, kedua mata, hidung, pipi, lalu turun ke bibirnya. Ia menghisapnya lembut. Lidahnya menerobos masuk mengajaknya bertukar saliva. Perlahan ciuman lembut itu menjadi ciuman panas dan menuntut.
Daniel melepaskan ciumannya ketika Claudia kehabisan napas. Lalu turun ke leher jenjang Claudia dan memberikan tanda kepemilikannya.
"Shhhh" ucap Claudia mendesis.
Tangan Daniel tak tinggal diam. Dengan nakal tangannya bermain main di sekitar dada Claudia. Lalu ciumannya turun ke bawah dan terus ke bawah. Hingga ia sampai di sebuah hutan rimbun yang bersih dan terawat.
Ia melihatnya dengan kabut gairah.
Lalu memainkannya dengan bibir dan lid**nya.
"Ahh" erangan dan d****** keluar dari mulut Claudia. Dan semakin menambah semangat Daniel. Ia mempercepat mainannya dan Claudia terpekik panjang dengan menarik rambut Daniel.
Ya. Claudia mendapatkan pelepasan pertamanya.
Setelah itu Daniel bangkit lalu memulai penyatuannya.
Pagi yang panas di sebuah sofa.
Entah sampai kapan mereka terus melakukan nya.
__ADS_1