My Wife The Cloud Princess

My Wife The Cloud Princess
Bab 20 Akan melahirkan


__ADS_3

7 bulan kemudian...


Pagi hari yang cerah. Waktu menunjukkan pukul 7 pagi. Keluarga Daniel pun sedang melakukan sarapan bersama. Diiringi dengan celotehan Shanum yang sedang belajar bicara. Ya, sebentar lagi, Shanum, akan berulang tahun yang pertama.


Tiba-tiba, Claudia, meringis kesakitan. Sebenarnya sudah dari semalam ia merasakan kontraksi pada perutnya, tapi ia tak memberi tahu siapa pun.


Dan kini kontraksi nya semakin nyata.


'Sudah saatnya ya nak' ucap Claudia dalam hati.


"Shh... " ucap Claudia meringis sambil memegang perut buncitnya.


"Sayang, kamu kenapa? apa sudah waktunya melahirkan?" tanya Daniel khawatir.


"Emm.. sepertinya sudah waktunya mas. Tolong bawa aku ke rumah sakit." ucap Claudia sambil mengontrol napasnya.


"Baiklah sayang... ayo kita ke rumah sakit sekarang." ucap Daniel.


"Pak Maman, tolong siapkan mobil" teriak Daniel pada sang supir.


"Baik mas." jawab pak Maman.


Sebelum berangkat ia pun berpamitan terlebih dahulu pada Dona.


"Dona, aku akan ke rumah sakit. Bisakah nanti kau menyusul?" tanya Daniel.


"Tentu saja, mas. Jangan khawatir, nanti kami akan menyusul. Kau duluan saja." ucap Dona.


"Baiklah." ucap Daniel.


Daniel pun menggendong Claudia ala bridal style. Mereka masuk ke mobil, dan berangkat.

__ADS_1


Mobil pun memecah jalanan yang lengang, untungnya tidak macet. Padahal jam pagi adalah jam macet. Karena hampir semua orang berangkat pagi ke kantor.


20 menit kemudian, mereka sampai di parkiran rumah sakit. Daniel pun turun dan membawa istrinya dengan kursi roda.


"Tolong sus, istri saya akan melahirkan." ucap Daniel.


"Baik pak, serahkan pada kami. Silahkan bapak urus administrasi nya ya pak." ucap suster.


"Baik sus." ucap Daniel.


"Kami akan siapakan peralatan. Dan bapak boleh langsung masuk ke ruang bersalin untuk menemani sang ibu ya, pak." jelas sang suster.


"Baik sus." ucap Daniel.


Daniel pun mengurus administrasi terlebih dahulu. Lalu ia menghubungi mama dan papa nya. Ia memberi kabar bahwa Claudia akan melahirkan. Setelah itu, ia memasuki ruang bersalin untuk menemani sang istri.


🌸


Tadi, Daniel, tidak sempat membawa baju-baju ganti. Karena sudah terburu-buru.


Ia juga tidak membawa Shanum, ke rumah sakit. Setelah di pikir-pikir lebih baik, Shanum, dirumah saja bersama suster nya.


Karena tidak baik untuk Shanum, jika ia ikut ke rumah sakit. Takutnya ia terkena virus.


🌸


Begitu pula dengan papa dan mama. Setelah mendapat kabar dari Daniel, Ia langsung menuju rumah sakit untuk persalinan menantunya.


"Pah, mama sudah tidak sabar mau menggendong bayi. Cucu mama." ucap ibu Daniel.


"Sabar ma. Doakan saja anak menantu kita dan sang cucu bisa selamat dan tidak kurang satu apapun." ucap papa.

__ADS_1


"Ia pah. Tentu saja mama juga berdoa untuk keselamatan mereka. " ucap sang mama.


Mobil pun terus melaju di jalan...


🌸


Sedangkan di Langit, Raja Dirgantara sedang melihat cuplikan Claudia di hadapan nya. Ia tahu bahwa hari ini Claudia akan melahirkan. Ia juga akan segera bersiap-siap untuk menjemput putri awan, sang permaisuri kerajaan Langit, Claudia.


"Bersiaplah Adinda, Kanda akan menjemputmu sebentar lagi..." ucap Raja Dirgantara.


"Pengawal dan para dayang." panggil sang Raja Dirgantara.


"Hamba, Raja." ucap mereka serempak.


"Bersiaplah untuk menyambut Permaisuri Claudia. Dan sambutlah ia dengan pesta penyambutan." ucap sang Raja Dirgantara.


"Baik, yang Mulia." ucap mereka serempak.


"Lakukan dengan baik. Kalian boleh pergi." ucap sang Raja Dirgantara.


"Baik." ucap mereka mengangguk patuh, dan berbalik pergi.


Kini di kerajaan Langit, sedang ramainya, dengan para dayang yang mempersiapkan penyambutan kedatangan Permaisuri Langit.


🌸🌸🌸


Sedangkan di Bumi... Sang Permaisuri yang di tunggu-tunggu sedang berusaha keras melahirkan seorang bayi.....


🌸🌸🌸


next....

__ADS_1


__ADS_2