My Wife The Cloud Princess

My Wife The Cloud Princess
Bab 29. Siapakah pria itu?


__ADS_3

Belle sangat menikmati perjalanannya menuju villa nya di Bogor. Ia mengemudi dengan santai ditemani musik kesukaannya. Sesekali ia mengangguk dan juga ikut bernyanyi.


Kini ia memasuki jalan pedesaan menuju villa nya berada. Belle membuka kaca mobilnya, hawa sejuk khas pedesaan pun langsung menyeruak masuk. Belle menghirupnya dengan tenang. Sesekali keduan matanya terpejam menikmati semilir angin yang berhembus.


Dalam waktu tempuh sekitar 2 jam setengah, kini Belle telah sampai di villa. Ia sudah di sambut oleh penjaga villa disana. Sepasang suami istri yang ditugaskan menjaga kebersihan villa kini menyambutnya di depan pintu.


Sebelumnya mereka telah di beri tahu bahwa Belle akan datang ke sana pada hari ini. Jadi mereka bersiap menyambung kedatangan sang nona muda.


"Halo non. Selamat datang kembali di villa." sambut sang bibi dan mamang menghampiri. Keduanya tersenyum ramah.


"Iya bi, mang. Terima kasih sudah menyambut ku." ucap Belle tersenyum sopan.


"Iya non. Kami senang sekali non Belle kemari. Sudah lama kan non." ucap bibi antusias.


"Benarkah bi? rasanya baru bulan kemarin aku kemari kan." ucap Belle tersenyum kecil.


"Oh iya ya non." ucap bibi tersenyum.


Mamang pun mengambil tas di bagian belakang mobil.


"Ayo non, masuk. Non pasti capek kan. Istirahat saja di kamar non. Biar bibi siapkan makan siang untuk non Belle?" ucap mamang


"Iya non, ayo." ucap bibi.


Belle pun masuk dan langsung beristirahat di kamarnya.


Ia merebahkan dirinya di kasur empuk yang selalu ia tempati ketika berada di sini.


Sedangkan bibi menyiapkan makan siang untuk Belle.

__ADS_1


Kini bibi telah selesai dengan urusan memasak nya. Makan siang pun sudah siap di meja makan.


Belle pun tampak menuruni tangga sebelum bibi memanggilnya.


"Eh, non Belle sudah turun. Baru saja bibi akan memanggil ke atas." ucap bibi.


"Tidak perlu, bi. Aku tahu pasti bibi sudah selesai kan." ucap Belle tersenyum tipis.


Belle pun duduk di kursi yang sudah disiapkan bibi.


"Ayo bi, temenin aku makan. Panggil juga mamang." ucap Belle.


"Baik non." ucap bibi.


Lalu ia pergi ke belakang memanggil suaminya, mang Nono.


Mereka pun makan bersama dengan lahap. Sesekali mereka pun juga mengobrol dengan serunya. Terutama mang Nono yang tidak kehabisan kata-kata.


Setelah makan siang, Belle pun berjalan-jalan di sekitar perkampungan yang tak jauh dari villa.


Ia menemukan jalan setapak menuju hutan. Ia pun masuk ke jalan itu. Dan tak berapa lama ia pun menemukan air terjun yang sangat indah dan sejuk. Ia duduk di batu besar dan mencelupkan kedua kakinya.


"Wow. Aku baru tahu ada air terjun di sini." ucap Belle berbicara sendiri sambil tersenyum.


Ada beberapa orang yang lalu lalang di jembatan sana. Sepertinya mereka baru pulang dari kebun yang dekat dengan air terjun. Belle mengabadikannya dengan camera ponsel yang ia bawa.


"Cantik." ucapnya.


"Shanum pasti iri melihatnya." ucap Belle.

__ADS_1


Ia pun dengan iseng mengirimnya video air terjun indah yang ia temukan.


"Send." pesan terkirim.


Disana terdapat saung gubuk yang bisa ditempati orang berteduh atau beristirahat.


Belle pun merebahkan tubuhnya di saung gubuk. Dan tak terasa ia pun mulai memejamkan matanya dan tertidur.


Belle terbangun. Dan kini waktu sudah menunjukan pukul 5 sore.


"Oh sial. Kenapa juga aku ketiduran. Sudah mau gelap lagi." ucap Belle menggerutu.


Ia pun bangkit dan mulai berjalan keluar dari hutan. Di hutan kini sudah mulai gelap. Belle tetap berjalan, ia tak merasa takut.


Di arah jalan keluar ia dikejutkan dengan sosok pria yang tampak terluka parah. Ia ingin mengabaikan nya tapi tak tega. Ia pun memanggil mang Nono lewat ponselnya dan membawa pria itu pulang.


"Ya Alloh non. Siapa ini?" ucap bibi terkejut saat Belle dan mang Nonk tiba dengan membawa seorang pria terluka dengan darah menutupi wajahnya.


"Entahlah. Aku menemukannya. Cepat panggil dokter kemari bi, biar mang Nono yang mengganti pakaiannya yang kotor." ucap Belle.


"Baik non." ucap bibi. Ia pun langsung menelpon dokter desa agar segera datang ke villa. Begitu pula mang Nono yang mengganti pakaian pria itu dan membersihkan darahnya.


Tak lama kemudian datanglah dokter Danu, dan ia langsung memeriksa pria tadi.


Siapakah pria itu?


.🌸🌸🌸


next..

__ADS_1


__ADS_2