My Wife The Cloud Princess

My Wife The Cloud Princess
Bab 15 Shock


__ADS_3

3 tahun kemudian.


Kini usia pernikahan Daniel dan Claudia sudah berjalan selama 3 tahun. Keduanya masih sama, romantis seperti biasanya. Tak ada yang berubah, keduanya saling mencintai dan menyayangi.


Tapi, ada satu hal yang tidak diketahui Claudia.


Hari ini, terlihat Daniel pergi terburu buru dan tidak menyantap sarapan terlebih dahulu. Bahkan ia meninggalkan istrinya yang masih terlelap, tanpa membangunkan nya.


"Bremm" suara mesin mobil menyala.


Claudia bangun dan tak melihat suaminya. Ia mendengar suara deru mobil keluar dari pekarangan rumahnya.


"Ini baru jam 6, kenapa mas Daniel pergi sangat pagi sekali. Tak seperti biasanya. Apakah ia ada masalah?" ucap Claudia.


Ia pun bangun secepat kilat dari tempat tidurnya. Dan tiba tiba langsung turun ke bawah. 'Tring' .


"Pak, ikutin mobil mas Daniel, ya" ucapnya tiba tiba pada pa Tono, supirnya.


"Byurr. Ah maaf Bu. Mari masuk, Bu" ucap pak Tono, gelagapan dan tak sengaja menyemburkan kopinya karena kaget tiba tiba majikannya berada di sampingnya.


Mereka pun langsung naik mobil dan berjalan mengikuti mobil suaminya dari jarak aman.


40 menit kemudian, sampailah ia di sebuah Rumah Sakit.


"Kenapa mas Daniel pergi ke sini? siapa yang sakit?" gumamnya.


"Tunggu di sini ya, pak Tono. Saya mau masuk" ucap Claudia.


"Baik, Bu" ucap pak Tono.


Ia mengikuti Daniel dari belakang. Hingga Daniel memasuki sebuah ruangan. Claudia mendekati ruangan itu yang ternyata pintunya masih terbuka sedikit.


"Daniel, kau sudah datang. Lihatlah, anakmu perempuan" ucap seorang wanita yang ku kenal sebagai ibu mertuaku. Ya, mama Mela yang berbicara.


'Deg' jantungku berdetak. 'Anakmu perempuan? apa maksudnya?'ucapku dalam hati.


"Mungkinkah?" ucapku menebak nebak.


Kubuka pintunya sedikit dan terlihat lah kedua mertuaku, suamiku, dan dua orang tua lainnya.


Dan yang membuat mataku perih adalah, ketika melihat suamiku memangku seorang bayi mungil dalam dekapannya dan seorang wanita yang berbaring di ranjang.


'Dona' ucapku dalam hati.


Aku mulai mengatur nafas ku. Dan memberanikan diri untuk masuk.


"Kriet" suara pintu dibuka lebar.


"Mas.." panggilku dengan suara serak dan tersenyum sendu.

__ADS_1


Semua orang serempak melihat ke arahku.


"Sweetie..?" ucap Daniel tersentak kaget. Ia tak menyangka istrinya akan mengikuti nya kesini. Padahal tadi pagi ia sudah memastikan bahwa istrinya masih terlelap dalam tidurnya.


"Ada apa ini, mas?" ucap Claudia sambil berjalan mendekat.


Daniel menyerahkan bayi mungil dalam gendongan nya pada mama Mela.


"Sweetie, aku.. aku.." ucapnya terbata bata. Ia tak tahu harus bicara apa. Ia shock ketahuan oleh istrinya.


"Jelaskan padaku. Katakan dengan jujur, mas" ucap Claudia dengan senyum sendu dan air mata yang mulai menuruni wajahnya.


"Maafkan aku, sweetie" ucap Daniel menunduk.


"Aku bersalah padamu. Aku mengkhianati mu Aku sudah menikahi Dona, dan hari ini ia melahirkan anak kami" ucapnya dengan suara parau.


"Kenapa? Apa alasanmu? Kenapa tidak berbicara padaku?" Claudia bertanya masih dengan suara lembutnya.


"Ini karena mama, sayang. Maafkan mama. Mama sangat menginginkan cucu, mama sudah tak sabar lagi. Mama yang meminta Daniel menikah dengan Dona. Maafkan mama telah menyakitimu" ucap mama menangis sedih.


Ya ini karena ia sudah sangat tidak sabar menginginkan cucu hingga ia jatuh sakit dan memohon pada Daniel untuk menikah dengan Dona.


"Jawab mas. Aku ingin mendengarnya darimu." ucap Claudia yang masih ingin mendengar sendiri dari mulut suaminya.


"Kamu tahu kan sweetie, mama sempat sakit waktu itu. Mama memintaku menikah lagi. Ia ingin cucu. Aku tak bisa menolak mama pada saat itu. Dan aku tidak bilang padamu. Aku tak ingin kehilanganmu. Aku tak mau kau meninggalkanku. Maafkan aku telah menduakan mu. Awalnya aku menyetujui mama dan memberikan syarat. Jika dalam 3 bulan, Dona belum juga hamil maka kami akan berpisah. Tapi, baru sebulan kami menikah ia sudah hamil. Aku bingung. Dan akhirnya aku menutupinya darimu hingga saat ini" ucap Daniel panjang lebar.


"Kau tahu pasti mas. Aku tak ingin di madu" ucap Claudia menangis sedih.


Semua orang menangis sedih, mereka tak tahu harus berbuat apa. Kini pernikahan kedua yang mereka tutupi telah terbuka oleh Claudia sendiri.


Beberapa saat kemudian Claudia mengusap air matanya dan berhenti menangis.


'Sudahlah aku tak perlu menangis, mungkin dengan kejadian ini aku bisa pergi darinya dengan tenang dan memberikannya anak. Ia tak akan kesepian karena ada Dona, yang juga istrinya' ucap Claudia dalam hati.


'Sudah saatnya aku kembali pada raja Langit' ucapnya dalam hati.


Claudia melepaskan pelukan suaminya, ia berjalan mendekat ke arah Dona.


Ia tersenyum hangat pada Dona yang terlihat bersalah.


"Apakah kau mencintai suamiku?" ucap Claudia.


"Aku mencintainya, maafkan aku Claudia. Aku telah berani menikah dengannya, dan mencurinya sedikit darimu" ucap Dona.


"Tak apa. Aku yang minta maaf. Kau yang lebih dulu dijodohkan dengannya. Tapi aku hadir dan kau tak bisa bersamanya. Aku mengizinkan kalian untuk tetap bersama. Apalagi sekarang kalian sudah memiliki putri" ucapnya dengan lembut dan tersenyum hangat.


"Sweetie??" ucap Daniel heran dengan perkataan istrinya.


"Apa maksudnya, Clau?" ucap Dona.

__ADS_1


"Ya, aku mengizinkan kalian untuk bersama. Tapi aku juga tak bisa di madu" ucap Claudia lagi.


"Sweetie, apa maksudmu. Aku tak mau berpisah denganmu" ucap Daniel dengan tangan gemetar.


"Aku tidak akan berpisah denganmu. Berikan aku waktu 9 bulan untuk memberimu anak" ucap Claudia.


"Sweetie, kita akan selalu mencobanya" ucap Daniel.


"Hemm, kita bukan hanya akan mencobanya. Aku akan pastikan dalam 9 bulan aku akan melahirkan seorang bayi untukmu" ucap Claudia.


"Kau bisa tinggal bersama kami" ucap Claudia pada Dona.


"Benarkah?" ucap Dona.


"Hemm" ucap Claudia.


"Aku akan pulang. Selamat untuk kalian" ucap Claudia tersenyum hangat. Tetapi tersirat kesedihan di pancarkan matanya.


"Aku akan pulang bersama mu, sweetie" ucap Daniel.


"Hemm" ucap Claudia.


Mama Mela pun menghampiri Claudia dan memeluk nya erat dan menangis.


"Sayang, maafkan mama. Ini semua karena mama. Mama egois. Kau menantu kesayangan mama. Tapi mama menyakitimu. hiks hiks" ucap mama menangis merasa sangat bersalah.


"Mama sudahlah, mama tidak salah. Aku menyayangi mama" ucap Claudia.


"Mama juga menyayangimu" ucap mama.


Mama mengurai pelukannya dan mencium pipi Claudia.


Bergantian dengan papa Andi yang memeluknya. Claudia sudah seperti putri kandungnya. Ia merasa bersalah karena permintaan istrinya yang menginginkan cucu, hingga ia jatuh sakit dan mau tidak mau mendukung keegoisan istrinya.


"Papa menyayangi mu, nak. Maafkan kami" ucap papa.


"Hemm. Tidak apa-apa, pah" ucap Claudia.


Claudia dan Daniel pun pulang ke rumah. Dona membiarkannya. Mungkin mereka butuh waktu berdua sekarang. Terlebih Claudia.


🌸 next...


Selamat membaca readers 💙


Jadikan novel ini favorit kamu ya 💙


Dukung author dengan Like, vote, comments ya...


Please jangan lupa Like 👍

__ADS_1


Love you all 🥰


__ADS_2