
Halo readers. Author balik lagi nih. Maaf ya lama gak update. Author sibuk, lagi ada acara keluarga, di tambah si kecil lagi sakit dan author juga ikut ketularan flu. Makanya ga bisa nulis karena ga bisa mikir, heheh...
Selamat membaca readers π . Jangan lupa Like comments n vote ya π. Jadikan novel ini favorit kamu ya π
Please Like π
πΈπΈπΈπΈπΈ
Setelah kejadian di rumah sakit, kini Dona telah di perbolehkan pulang bersama bayinya. Ia pulang di jemput oleh mama Mela dan papa Andi. Sedangkan Daniel, ia tak menjemputnya karena menemani sang istri di rumah.
"Assalamualaikum. Kami datang" ucap mama.
"Waalaikum salam, selamat datang" sambut Claudia.
Ya, dengan titah dari Claudia, Dona dan bayinya akan tinggal bersama mereka di dalam satu atap.
Mereka pun berjalan ke ruang keluarga, dan duduk di sofa.
"Bi tolong buatkan minum, ya. Dan tolong bawakan barang-barang Dona ke kamarnya" ucap Claudia.
"Baik, nyonya muda" ucap bibi pelayan.
"Bolehkah, aku menggendong bayimu?" ucap Claudia.
"Tentu saja" ucap Dona.
Claudia pun memangku bayi mungil itu, lalu duduk kembali di dekat suaminya.
"Mas, kau belum memberinya nama kan? Siapa namanya?" ucap Claudia.
"emmh. Apa aku boleh memberinya nama, sweetie?" ucap Daniel.
'deg. Ternyata kau sangat mencintai Claudia, mas. Untuk memberinya nama saja kau bertanya padanya, kau memikirkan perasaan nya' ucap Dona dalam hati, dengan sendu.
"Tentu saja, dia putrimu" ucap Claudia.
"El Shanum Bramantyo. Bagaimana menurut kalian?" ucap Daniel.
__ADS_1
"Bagus. Nama yang indah" ucap Claudia.
"Iya, bagus, mama dan papa setuju. Iya kan pa?" ucap mama.
"Iya, ma" ucap papa menimpali perkataan istrinya.
"Bagaimana menurutmu, Dona?" ucap Claudia melihat Dona.
"Hemm, bagus" ucap Dona tersenyum.
"Baiklah, baby El. Waktunya istirahat bersama mama, ya" ucap Claudia pada El.
Sang bayi pun menggeliat pelan, sambil memelet kan lidah.
"Ayo, biar aku tunjukan kamar mu?" ucap Claudia.
"Baiklah" ucap Dona.
Mereka pun beranjak berdiri dan berjalan menuju kamar yang akan di tempati Dona.
"Iya, terima kasih, Clau" ucap Dona.
"Hemm. Aku akan memberitahu mu satu rahasia. Apa kau ingin mendengarnya?" ucap Claudia saat sudah masuk ke dalam kamar.
"Rahasia? apa itu?" ucap Dona.
"Lihatlah" ucap Claudia.
"bruk" pintu tertutup ketika Claudia mengayunkan tangannya.
"Ah" ucap Dona terkesiap.
Claudia pun melayangkan baby El ke atas ranjang.
"El, bayiku" ucap Dona ketika melihat Claudia melayangkan bayinya. Ia kaget, ia pikir Claudia akan menjatuhkan nya.
"Apa itu, Clau?" ucap Dona dengan masih terkejut.
__ADS_1
'tring' Claudia merubah penampilannya seperti putri Awan. Dengan pakaian dress putih panjang, dan Mahkota di kepalanya, serta awan di bawah kakinya.
Dona pun terduduk di kasur melihat perubahan Claudia dengan mata terbelalak lebar.
"Jangan takut. Aku bukan siluman kau tahu" ucap Claudia tersenyum lembut.
"Aku adalah Putri Awan. Singkat cerita aku dijodohkan ayahku pada raja Langit. Dan aku meminta waktu untuk bersenang-senang. Aku belum siap menikah dengannya, karena ia telah memiliki beberapa selir. Aku tak ingin dimadu. Ia mengijinkan aku ke Bumi dengan syarat. Aku akan kembali padanya, ketika aku memiliki seorang anak di Bumi. Aku belum siap berpisah dengan Daniel. Aku mencintainya. Tapi, dengan kehadiran mu sekarang. Aku siap memberinya anak dan pergi darinya. Dia tidak mengetahui ini. Ia hanya mengetahui kekuatan ku. Berjanjilah padaku. Kau akan selalu ada di sisi Daniel dan menyayangi anak ku kelak" ucap Claudia panjang lebar dan menggenggam tangan Dona.
Dona bungkam. Ia masih tidak percaya dengan apa yang ia lihat.
"Benarkah kau putri Awan?" ucap Dona.
"Hemm" Claudia mengangguk.
"Berjanjilah?" ucap Claudia.
"Iya aku berjanji. Aku akan selalu di sisi Daniel dan menyayangi anakmu kelak" ucap Dona serius.
"Terima kasih" ucap Claudia memeluk Dona, dan merubah kembali penampilan nya.
"Tok tok. Sweetie" ucap Daniel sembari membuka pintu.
Mereka pun melepas pelukannya. Dan duduk seperti tak ada sesuatu yang terjadi.
"Ada apa, sayang" ucap Claudia.
"Ayo, sudah waktunya makan siang" ucap Al menarik tangan istrinya pelan.
"Dona, ayo. Kau juga harus makan" ucap Daniel datar seperti biasanya.
"Iya mas" ucap Dona.
Daniel dan Claudia pun jalan bersama terlebih dahulu, dengan Daniel yang merangkul pinggang Claudia mesra.
"Dona, kau tidak boleh cemburu padanya. Dia lebih berhak dengan cinta suamimu" ucap Dona pada dirinya. Walupun dalam hatinya terbesit rasa ingin diperlakukan semesra demikian.
Baby sitter pun masuk dan menjaga baby El yang tertidur.
__ADS_1