My Wife The Cloud Princess

My Wife The Cloud Princess
Bab 3 Menjadi Pendamping nya


__ADS_3

Sampailah mereka di villa keluarga Bramantyo.


"Ini villa ku. Masuklah" ucap Daniel.


"Hemm" jawab Claudia sambil mengamati seluruh desain villa di depannya.


"Villa mu sangat besar dan bagus" ucapnya tersenyum.


Walaupun tempat tinggal nya di kerajaan awan begitu luas dan indah. Tetap saja ia merasakan hal berbeda karena saat ini ia berada di bumi. Ia pikir ia beruntung karena dapat melihat bumi.


"Ini villa keluarga Bramantyo. Kami sekeluarga sedang berlibur disini. Kau duduklah di sofa. Aku akan mengganti pakaian ku terlebih dulu" ucap Daniel lalu pergi ke kamarnya.


"Hemm. Baiklah" ucap Claudia masih dengan suara lembutnya yang dapat menenangkan siapapun yang mendengarnya.


Lalu turunlah seorang wanita paruh baya bersama suaminya. Ya, mereka tuan dan nyonya Bramantyo.


Terlihat seorang wanita cantik dengan kulit putih bersinar,dengan rambut terurai dan dress putih panjang nya. Matanya berkeliling melihat ruangan.


"Oh God. Pah, siapa wanita cantik itu?" tanya mama terpukau.


"Entahlah ma, mungkinkah itu teman Nayla?" ucap papa. Papa juga takjub melihatnya.


Mama pun berjalan cepat menghampiri nya.


"Hai,siapa namamu gadis cantik?" tanya mama.


Claudia pun berdiri karena seseorang bertanya padanya.


"Claudia" ucapnya dengan sedikit menundukkan kepala.


"Kau gadis cantik yang sopan" puji mama.


Claudia hanya tersenyum manis.


Lalu datanglah Nayla dari arah taman belakang.


"Ma, siapa dia?" tanyanya.

__ADS_1


"Bukankah dia temanmu?" tanya mama heran. Ia pikir ini teman putrinya.


"No" ucap Nayla menggeleng. Lalu duduk di sofa sambil menarik lengan gadis di depannya. Ia begitu antusias dengan aura kecantikan yang dimiliki Claudia.


"Hei, kau cantik sekali. Siapa namamu? Dari mana asalmu?" tanya Nayla beruntun.


Claudia masih dengan senyuman yang tak pernah lepas darinya pun menjawab.


"Claudia" hanya itu yang ia ucapkan.


Turunlah Daniel dari anak tangga.


"Hei, kalian sedang apa berkumpul disini? Jangan mengganggu nya, Nay" ucap Daniel.


"Bi, tolong ambilkan minuman hangat untuk tamuku" teriak Daniel.


"Baik tuan muda" jawab Bi Lastri.


Lalu Al pun duduk di sofa single sebelah orang tuanya. Dan Claudia duduk bersama Nayla.


"Ck, kau ini. Siapa yang mengganggu nya. Aku hanya bertanya padanya" ucap Nayla berdecak.


"Daniel, siapa dia? apakah dia calon menantuku?" ucap mama antusias.


"Aku tidak tahu ma. Aku bertemu dengannya di air terjun. Mungkin ia bidadari yang dikirimkan Tuhan untukku" ucap Daniel tersenyum santai.


"Air terjun?" tanya mereka bersamaan.


"Hemm" ucap Daniel.


"Apa kau sendirian nak? dimana tempat tinggal mu dan keluarga mu?" tanya mama pada Claudia.


"Aku tak punya tempat tinggal. Keluarga ku berada jauh dari sini" ucapnya.


"Lalu dimana tempatnya?" tanya mama.


Claudia hanya menggeleng dan tersenyum.

__ADS_1


"Ma, itu privasinya" ucap Daniel.


"Mama hanya bertanya Daniel" ucap mama.


"Apa kau menyukai putraku? Dia sedang mencari pendamping. Maukah kau menjadi istrinya?" ucap mama antusias.


"Ma..." ucap papa dan Daniel mengeram.


"Papa dan Kau diam saja. Mama sedang bertanya? ucapnya.


"Kakak ku sangat tampan bukan. Kau harus bersedia menjadi istrinya" rayu Nayla.


"Pendamping?" tanya Claudia.


"Ya, pendamping. Menikah dengannya dan tinggal bersama nya" ucap mama.


"Bagaimana denganmu Daniel. Kau mau menikah dengan Claudia? Dia sangat cantik. Mama dan papa merestui kalian. Iya kan pa?" ucap mama.


"Iya ma" ucap papa.


"Tentu saja ma. Jika dia ingin" ucap Daniel tersenyum.


Claudia juga tersenyum manis. Ia memang tertarik dengan manusia yang baru saja ia temui. 'Haruskah aku menerimanya? apakah ini tidak terlalu cepat? tak ada salahnya untuk menerimanya. Sepertinya ia dari keluarga baik baik' ucap Claudia dalam hati.


"Baiklah. Jika kalian tidak keberatan dengan identitas ku, aku menerimanya" ucap Claudia lembut.


"Benarkah sayang?" ucap mama tak percaya.


Claudia lun mengangguk.


Mama dan Nayla memeluk Claudia. Mereka senang Claudia akan menjadi bagian dari keluarga nya.


"Baiklah. Bagaimana jika kalian menikah 2 hari lagi? Biar papa yang mengurusnya" ucap papa.


"Terserah papa saja" ucap Daniel.


Ia juga senang Claudia mau menikah dengannya. 'Bidadariku' gumamnya dalam hati.

__ADS_1


Daniel dan Claudia saling pandang dan tersenyum.


__ADS_2