My Wife The Cloud Princess

My Wife The Cloud Princess
Bab 22 40 hari lagi


__ADS_3

Di kerajaan Langit.


Raja Dirgantara, sedang bersiap untuk menjemput sang permaisuri nya di Bumi.


Ia membawa beberapa pengawal dan dayang.


Mereka pun pergi ke Bumi dengan memasuki pintu kabur di istana.


Tak butuh waktu lama, mereka telah sampai di ruangan serba putih di bumi.


Ya, tepatnya mereka tiba di kamar Claudia, di rumah sakit.


Terlihat bahwa Claudia sedang tertidur. Untungnya hanya ia seorang diri di ruangan itu. Mungkin yang lainnya sedang berada di luar agar tidak menggangu istirahat nya.


Ia pun memanggil Claudia.


"Adinda, bangunlah. Aku telah datang untuk menjemput mu." ucap Raja Dirgantara.


Tiba-tiba mata yang tadinya terpejam lelah itu terbelalak bangun mendengar suara yang Claudia kenali.


"Ya-yang mu- mulia." ucap Claudia tergagap.


Ia terkejut dengan kedatangan raja Dirgantara yang terbilang cepat.


Claudia pikir , ia akan datang beberapa hari lagi.


"Bagaimana keadaan Dinda? apakah sudah membaik?" tanyanya.


"Hamba masih dalam pemulihan." ucap Claudia.


"Baiklah. Aku kesini untuk menjemput mu, Dinda, apa kau sudah siap untuk kembali?" ucap Raja Dirgantara.


Claudia terdiam. Ia masih belum rela untuk kembali ke langit. Ia baru saja melahirkan, tentu saja ia ingin bersama bayinya.


"Bolehkah hamba meminta waktu sedikit lagi? hamba ingin bersama bayiku sementara sebelum pergi dari sini. Setidaknya 40 hari saja, sampai nifas ku selesai." ucap Claudia.

__ADS_1


Raja Dirgantara pun terdiam. Ia memandang wajah memelas Claudia. Ia mempertimbangkannya.


"Baiklah. Hanya 40 hari, setelah itu Dinda akan kembali ke langit." ucap Raja Dirgantara.


"Terima kasih, yang Mulia." ucap Claudia tersenyum.


'Krek' suara pintu terbuka.


Claudia pun menoleh ke arah pintu.


"Jaga dirimu, Dinda." ucap Raja Dirgantara.


Dinda pun mengangguk.


Lalu, mereka pun dalam sekejap menghilang dari sana.


"Sayang, kamu sudah bangun? apakah masih lelah? mau minum?" tanya Daniel, ketika masuk ke dalam kamar Claudia.


"Hemm." Claudia pun mengangguk.


"Kamu haus, sweety? mau lagi, hemm?" tanya Daniel.


"Tidak , Daniel. Terima kasih." ucap Claudia.


Daniel, meletakkan kembali gelas yang telah kosong.


"Sweety, aku yang sangat berterima kasih padamu. Terima kasih sudah mengandung dan melahirkan bayi cantik untuk ku." ucap Daniel.


"Aku mencintaimu, sweety." ucap Daniel dengan menggengam kedua tangan Claudia.


'cup' ia mengecup tangan Claudia.


'cup cup cup cup cup cup cup' ia juga mengecup seluruh wajah Claudia.


Claudia hanya tersenyum menerima.

__ADS_1


Masuklah sang mertua, adik ipar dan juga madunya.


"Sayang. Selamat nak, kamu sudah menjadi ibu. Terima kasih sudah memberikan mama cucu." ucap mama Mela. Ia memeluk Claudia dan mencium keningnya dengan sayang.


"Iya ma." ucap Claudia.


Kini giliran papa Andi yang memeluk menantunya itu.


"Selamat, nak." ucap papa Andi sambil memeluknya.


"Terima kasih, pa." ucap Claudia.


Kini sang adik ipar, Nayla, dengan antusias memeluk Claudia.


"Selamat kakak ipar. cup." ia memeluk dan mencium pipi Claudia.


Claudia pun tersenyum.


"Selamat, Clau. Putrimu cantik sekali." ucap Dona.


"Terima kasih." ucap Claudia.


Nayla, pun langsung bersuara kembali ketika mendengar Dona menyebutkan bahwa keponakan nya cantik.


"Ah... aku tidak sabar ingin melihat nya." ucap Nayla.


"Sebentar lagi, suster akan mengantar nya kemari." ucap Daniel.


"Kamu makan dulu ya nak, pasti sangat lapar. Tenaga mu terkuras banyak tadi. Mama suapin kamu ya." ucap mama Mela.


"Iya ma." Claudia mengangguk.


Claudia pun makan disuapi mama Mela. Dan yang lainnya duduk di sofa.


🌸

__ADS_1


next..


__ADS_2