
Keesokan harinya, Daniel dan Claudia, akan pergi ke rumah sakit memeriksakan kesehatan keduanya.
Sepulang kerja.
"Sweetie, apa kau sudah siap?" ucap Daniel ketika masuk ke kamarnya.
"Sudah" ucapnya.
"Yasudah, ayo berangkat" ucap Daniel.
"Kau tidak mandi dulu, menyegarkan dirimu?" ucap Claudia.
"Nanti saja, sayang" ucap Daniel.
"Kemarilah, aku akan membuat mu lebih segar" ucap Claudia.
Daniel pun mendekat pada istrinya.
Dan... "tring" dengan sekejap, ia sudah tampil segar dan wangi, seperti baru selesai mandi.
"Wah, sweetie. Kau luar biasa. Kurasa aku tak perlu mandi lagi lain kali" ucap Daniel.
"Ishh, kau itu. Kau tetap harus mandi. Ini hanya pengecualian" ucap Claudia tersenyum.
"Baiklah, sweetie. Cup. Terima kasih" ucap Daniel dengan mengecup pipi kiri Claudia.
"Ayo" ucap Claudia.
"Let's go" ucap Daniel.
Mereka pun dalam perjalanan ke ruang sakit.
30 menit kemudian, mereka sampai.
Mereka pun melakukan pemeriksaan pada dokter kandungan. Ya, mereka. Keduanya memeriksa kesuburan. Apakah keduanya subur apa tidak. Dan bertanya tentang seputar kehamilan.
1 jam kemudian keduanya telah selesai.
"Kita sama sama subur, sweetie. Jadi kita pasti akan punya anak. Tinggal menunggu sang maha kuasa untuk memberikan nya" ucap Daniel senang.
__ADS_1
"Iya, sayang" ucap Claudia.
Mereka pun pulang ke ruang sang mama.
"Ma, pa" sapanya ketika sampai di ruang keluarga. Mama dan papa sedang menonton TV.
"Hai sayang, kalian dari mana?" ucap mama.
Claudia pun duduk di sofa dekat mama dan Daniel duduk di sebelahnya.
"Kami baru saja periksa kesuburan di rumah sakit" ucap Daniel.
"Lalu, bagaimana hasilnya?" ucap mama tak sabar.
"Ini. Kami sehat dan subur 100%. Tinggal berdo'a dan berusaha" ucap Daniel, sambil menyerahkan amplop putih di meja.
Mama pun mengambilnya dan membacanya.
"Bagaimana, ma?" ucap papa.
"Ah.. syukurlah, mama lega. Mereka baik baik saja pa" ucap mama.
"Syukurlah, mungkin memang belum waktunya" ucap papa.
"Kalian harus usah tiap malam, ok" ucap mama.
"Beres ma" ucap Daniel semangat 45.
"Mas..." ucap Claudia dengan tersenyum malu.
"hahaha. Sayang, kau tak perlu malu-malu" ucap mama dan papa tertawa.
Claudia pun hanya menanggapinya dengan tersenyum.
"Ayo waktunya makan malam. Kalian akan menginap kan?" ucap mama.
"Iya ma" ucap Claudia.
Mereka pun pergi ke meja makan. Dan makan malam dengan tenang. Lalu beristirahat di kamar masing masing.
__ADS_1
Hari hari berlanjut begitu seterusnya. Bulan ke bulan mereka terus berusaha dan berdoa untuk mendapatkan momongan. Tapi Claudia masih belum juga hamil. Hingga sekarang usia pernikahan mereka sudah menginjak 9 bulan.
"Sayang, kenapa kamu belum hamil juga ya? padahal kita selalu membuatnya setiap hari" ucap Daniel ketika mereka sedang berbaring di tempat tidur.
"Aku tidak tahu" ucap Claudia.
'Aku yang belum siap memberimu anak, mas. Maaf' batin Claudia.
"Apakah kwalitas ku buruk? padahal dokter bilang kwalitas kita sangat bagus" ucap Daniel.
"Apa kau lelah dengan ku yang belum juga hamil?" ucap Claudia.
"Ah.. bukan begitu maksudku, sweetie. Aku hanya heran saja" ucap Daniel.
"Apa kau akan mencari wanita lain?" ucap Claudia.
"Sweetie, kau ini bicara apa. Aku tak akan mencari wanita lain, hanya kamu satu satunya istriku dan wanitaku" ucap Daniel serius.
"Benarkah, sayang?" tanya Claudia.
"Tentu saja, sweetie. Cup" ucap Daniel, sambil mencium kening Claudia lembut.
"Bersabarlah, suamiku" ucap Claudia.
"Tentu saja, sweetie. Aku akan selalu bersabar menanti anak kita" ucap Daniel.
"Aku mencintaimu" ucap Claudia.
"Aku juga sangat mencintaimu, sweetie" ucap Daniel..
Keduanya larut dalam suasana menenangkan...
Kapankah mereka memiliki bayi?
πΈnext
Selamat membaca readers π
Jadikan novel ini favorit kamu ya π
__ADS_1
Dukung author dengan Like, vote n comments ya...
Please Like π