My Wife The Cloud Princess

My Wife The Cloud Princess
Bab 2 Takdir pertemuan


__ADS_3

Di bumi.


Sampailah elang putih di sebuah hutan. Ia mendarat dengan sempurna.


'Kekkk' pekiknya lantang.


Putri Claudia turun dari punggung Elang putih.


"Terima kasih telah mengantarku elang putih" ucap Putri Claudia dengan lembut.


"Kekkk" ucap elang berkelik dan mengangguk. Lalu ia pergi terbang kembali.


"Aku harus kemana setelah ini?" gumamnya.


Lalu ia berjalan menelusuri hutan.


🌸Di Kerajaan Langit


Elang putih sudah melaksanakan tugasnya. Ia kembali menghadap pada Raja Langit, Dirgantara.


"Pergilah. Tugasmu telah selesai" ucap Raja Dirgantara.


"Elang putih pun kembali ke tempatnya".


Pandangan Raja Dirgantara pun terpaut lurus pada bayangan dalam kaca nya. Terlihat disana pertemuan Claudia dan Daniel Bramantyo-pria manusia. Dengan wajah tenang ia berkata.


"Nikmati lah kesenangan mu adinda Claudia. Secepatnya kau pasti kembali padaku, permaisuriku" ucapnya dengan senyum tipis.


🌸 Disisi lain.


Di ruang makan, keluarga Bramantyo sedang melakukan kegiatan sarapan pagi. Disana terdiri dari Andi Bramantyo-tuan besar-, Mela Anjani-nyonya besar-, Daniel Bramantyo-anak pertama-, dan Nayla Bramantyo-anak kedua. Mereka berada di villa Bogor sedang melakukan liburan. Mereka berada di Bogor sejak Kamis dan memanfaatkan long weekend sampai Minggu untuk family time.


"Niel Sayang, kapan kau akan menikah?" ucap mama di meja makan sambil mengoles roti dengan selai coklat.


"Belum ada yang tepat untukku,ma" ucap Daniel.


"Usia mu sudah 30 tahun. Mama beri kamu waktu satu Minggu untuk mencari wanita pilihanmu. Jika tidak mama akan menjodohkan mu dengan Dona Prawira anak teman mama" ucap mama tegas.


"What... ma, yang benar saja. Satu Minggu itu hanya sebentar" protes Daniel.


"Jangan protes" ucap mama melotot tajam.


"Aku tidak mau" ucap Daniel.


"Pah..." ucap mama mencari pembelaan.

__ADS_1


"Jangan membantah mamamu" ucap papa sambil menyeruput kopi nya.


"Tapi pa..." ucap Daniel terpotong.


"3 hari. Tanpa bantahan" ucap papa final.


Mama tersenyum puas.


Sedangkan Daniel menghembuskan nafas frustasi.


"Baiklah. Dengan 1 syarat" ucapnya.


"Apa syarat nya?" tanya mama


"Wanita yang kupilih terserah padaku. Jangan mempersalahkan latar belakangnya" ucap Daniel dengan syaratnya.


"Tak masalah. Yang penting kau segera menikah dan berikan mama cucu" ucap mama tersenyum senang.


Sedangkan Nayla hanya menanggapi pembicaraan keluarga nya sambil memakan sarapannya dengan tenang.


Lalu mereka melanjutkan aktivitas sarapannya kembali.


Setelah sarapan Daniel berjalan santai ke arah Curug di dekat villa nya.


"Ck.. mama kira nyari wanita itu gampang. Menikah dengan Dona katanya, Ck" Daniel berjalan sambil berdecak.


"Byur" ia tercebur.


"Oh ****" ucapnya dan meninju air. Ia kesal dengan kesialannya yang tercebur.


Lalu ada sebuah tangan terulur padanya dan sebuah suara berkata dengan lembut.


"Apa kau tidak apa apa?" ucapnya mengalun merdu.


Daniel melihat tangan di depannya lalu melihat ke atas, siapa pemilik suara merdu itu.


'deg deg deg' jantung nya berdegup kencang. Ia begitu terpesona dengan sosok wanita cantik dengan suara lembutnya. Dengan dress putih panjang dan rambut lurus terurai.


"Ah.. ya. Aku baik baik saja. Hanya terpeleset" ucapnya sambil tersenyum.


"Naiklah" ucapnya tersenyum.


'oh God. Apakah kau menurunkan bidadari untukku' ucapnya dalam hati.


Daniel pun menggapai uluran tangan wanita di depannya lalu naik ke permukaan.

__ADS_1


"Terima kasih, nona" ucapnya.


"Hemm" ucapnya tersenyum.


Sungguh ciptaan tuhan paling indah. 'Senyum mu semanis buah' gumamnya dalam hati.


"Perkenalkan, namaku Daniel Bramantyo. Siapa namamu?" ucap Daniel.


"Claudia" ucapnya dengan senyum nya.


"Nama yang indah" ucap Daniel.


Claudia hanya tersenyum.


"Kau tinggal dimana?" tanya Daniel.


Claudia menggelengkan kepala dengan wajah polosnya.


Daniel mengernyitkan dahi.


"Kau tidak punya tempat tinggal? tanya nya lagi.


Claudia mengangguk kan kepala.


"Keluarga mu?" tanyanya lagi.


"Keluarga ku jauh dari sini. Aku berpisah dengannya. Aku tak bisa kembali" ucapnya lembut.


"Kenapa?" tanya Daniel lagi.


Claudia menggeleng.


"Bagaimana jika kau ikut denganku? daripada kau tinggal di hutan sendiri tanpa tempat tinggal. Pakaianku juga basah. Villa ku tak jauh dari sini" tawar Daniel.


Claudia terdiam. Ia memandang wajah Daniel.


"Bagaimana?" tanya nya lagi.


"Bolehkah?" tanya Claudia.


"Tentu saja. Aku yang mengajak mu" ucap Daniel tersenyum hangat.


Claudia pun mengangguk dan tersenyum.


"Ayo" ucap Daniel. Lalu mereka berjalan menuju Villa.

__ADS_1


Sesekali Daniel mengajak nya berbicara. Claudia hanya menanggapi nya dengan tersenyum dan menggeleng. Di dalam hatinya Claudia juga mengagumi Daniel. 'Tampan' gumamnya dalam hati dan tersenyum.


Ini adalah awal dari takdir pertemuan mereka. Akankah Daniel dan Claudia hidup bersama?????


__ADS_2