
Seiring berjalan nya waktu, Claudia dan Daniel semakin romantis dan harmonis. Mereka sangat bahagia dan kompak akan kehamilannya. Daniel begitu menyayangi dan memanjakan sang istri dan calon buah hatinya.
Tak lupa juga dengan Shanum, ia selalu bermain bersama bundanya, Claudia. Ia tulus menyayangi anak tirinya.
Dona pun senang melihat Claudia menyayangi putrinya. Ia tidak tahu, bagaimana jadinya jika Clau tak menerima kehadirannya dan Shanum. Mungkin, dan ayah pun tak akan se intens itu bersama putrinya, Shanum.
Ya, walaupun, kadang sedikit rasa iri menghampiri. Ia juga ingin hidup bahagia. Memiliki suami dan anak yang mencintainya.
Ia hanya bisa berdoa dan berharap, semoga suatu saat akan tiba masa itu.
Kini kandungan Claudia, sudah memasuki trimester kedua.
Ia sedang menikmati moment mengidam.
Seperti saat ini. Pagi pagi sekali, ia mengidam makan rujak. Ya, rujak adalah makanan favorit nya saat hamil muda ini.
Di meja makan.
"Sayang, kenapa masih pagi sudah makan rujak? nanti perutmu sakit. Bisakah setelah jam makan siang saja?" ucap Daniel perhatian.
"Aku ingin sekarang, sayang." ucap Claudia.
"Oh God. Bagaimana jika perutmu sakit?" ucap Daniel.
"Tidak akan sayang. Jangan khawatir. Lagian ini juga keinginan nya. Aku mengidam." ucap Claudia sambil mengusap perutnya yang mulai membuncit.
__ADS_1
"Benarkah baby? kau ingin makan rujak pagi-pagi begini ya? Lain kali sarapan dulu ya baby." ucap Daniel mengelus perut Claudia dan mengajak ngobrol calon bayinya.
"Iya, ayah." ucap Claudia menirukan suara anak kecil.
Dona hanya menyaksikan mereka dengan tersenyum.
Setelah sarapan, Daniel pun beranjak dari duduknya.
"Sayang, aku berangkat ke kantor dulu. Kalau ingin apa-apa telpon aku." ucap Daniel.
"Ayah pamit baby. Jangan nakal di perut Bunda ya." ucap Daniel sedikit jongkok, mengelus dan mencium perut Claudia. Lalu, ia mencium kening sang istri.
Tentu saja ia juga mencium kening Dona dan Shanum. Ia melakukannya atas izin Clau.
"Papa, berangkat kerja dulu ya princess. cup cup cup." pamit Daniel dengan mencium kening dan pipi gembul Shanum.
"Iya Na." ucap Daniel.
Ia pun pergi dengan mengendarai mobilnya.
Setelah kepergian Daniel.
Claudia bermain bersama Shanum bersama Dona. Hanya sebentar sebelum ia mengantuk dan tidur. Mereka berbincang bersama.
Claudia dan Dona sangat akur. Merek tidak pernah berselisih. Claudia sebagai istri pertama sangat baik. Ia menerima dirinya dan Shanum juga hubungannya dengan suaminya.
__ADS_1
Hanya saat di awal saja, ia terlihat shock. Tapi tak ada masalah apapun selama mereka tinggal bersama.
'Clau, kau begitu baik. Setelah kepergian mu, apakah mas Daniel akan mencintaiku? menyayangi ku seperti istrinya juga? Sepertinya ia akan sulit melupakan mu. Bisakah aku membuatnya mengikhlaskan kepergian mu?'
'Aku tak bisa membayangkan. Bagaimana kehidupan kami setelah kau pergi. Mas Daniel, Shanum, Aku dan juga bayi mu.' ucap Dona dalam hati.
🌸
Di Kerajaan Langit.
"Sebentar lagi kita akan bersama Adinda." ucap Raja Dirgantara.
🌸🌸🌸
next...
Maaf ya... Jarang update... hehe..
Doain supaya sering update.
Author ini hanya pemula. Ingin nulis tapi mikirnya susah banget. Ya gitu deh pokoknya.
Tadinya seru banget nulis tiap hari. Eh gara gara ada acara keluarga, ga nulis selama seminggu. Jadi keterusan magernya, heheh.
Tapi gak papa deh..ya..
__ADS_1
Maafkan author.....