
Kasih sayang seorang ibu dan Ayah terhadap anaknya kadang tidak perlu diragukan lagi, mereka mampu melakukan dan mengorbankan banyak hal demi buah hatinya. Seperti yang dilakukan Tuan Anton dan istrinya.
Kita kembali mengulas beberapa hal yang terlewati di mansion milik Tuan Anton.
Di hari yang dingin kala angin menyeruak membisik kepada malam. Sebuah keluarga yang terlihat begitu tentram dan harmonis.
"Apa? Menikah? Dengan siapa? "
Laki-laki berusia 22 tahun, dengan rambut sedikit ikal berbicara.
Dari postur tubuhnya terlihat sangat menarik di kalangan wanita.
"Iya nak. Kamu kan satu-satunya penerus keluarga kami, jadi setelah menyelesaikan kuliah kamu sudah memiliki istri nanti kamu bisa fokus terhadap perusahaan, bukan fokus mencari istri. Benarkan Pa?"
Mamanya menjawab. Dwi Ariani nama yang cantik seperti parasnya, wanita cantik dan elegan yang menikah dengan Tuan Anton.
"Alasan macam apa? Engga, aku tidak mau. Mama dan Papa jangan mengada-ngada"
"Benar Dave apa yang dikatakan mamamu, kami sudah mempersiapkan calon untukmu"
"Calon? Calon siapa?"
"Kau pasti mengenalnya, dia teman sekampusmu seorang yatim piatu ayah dan ibunya meninggal pada kecelakaan 2 tahun lalu"
Dave memutar bola matanya jengah, pikiran nya berkeliling mengingat nama teman-teman di kampusnya. Namun nihil karena memang Dave jarang berinteraksi dan ketidak ingin tahuan nya yang cukup tinggi membuat Dave tidak menemukan ciri-ciri wanita yang disebutkan papanya.
"Papa dan Mamamu sangat menyayangimu Dave kau satu-satunya harapan kami, dan tentu saja kami akan mempersiapkan yang terbaik untukmu"
"Papa dan mama ini kenapa, si? Tiba-tiba membiarkan hap seperti ini, jangan paksa aku. Aku sedang menikmati masa muda"
__ADS_1
"Nah itu Dave, mama tidak mau ya kamu salah pergaulan"
"Ma ayolah, aku bukan anak kecil lagi"
"Dave, kita semua berhutang budi pada mereka"
"Mereka? Mereka siapa yang papa maksud? "
"Kanaya, keluarga Kanaya. Orang tuanya, mendiang ayah dan ibunya"
Duarr Kanaya? Gadis yang menurut Dave kumal dan sama sekali tidak menarik ditambah lagi dengan image pekerjaan Kanaya di kelab malam.
"Kita berhutang budi pada mereka, jadi dengan tali pernikahan kami mengikat Kanaya"
"Papa sudah gila? Ingin menikahkan anak kalian dengan pelacur" Dave marah dan berteriak
"Dave! Mama tidak pernah mengajarimu berbicara kotor seperti itu ya! Apalagi terhadap perempuan"
Dave sangat kesal dengan arah pembicaraan ini.
"Dave! Papa sudah selidiki semuanya"
"Kalau papa sudah selidiki, papa harusnya tau dia memang wanita malam. Memang tidak ada cara lain membalas budi kepada mereka selain dengan pernikahan, selain dengan mengorbankan anak sendiri! "
"Dave, mengertilah papa dan mama sudah pikirkan semuanya dan ini adalah cara terbaik untuk kita, terutama kamu dan Kanaya"
"Aku tidak mau! "
"Dave! Kalau kau tidak mendengarkan kami, semua aset dan fasilitas mu akan Papa tarik"
__ADS_1
"Tidak bisa seperti itu Pa! "
"Bisa! Silahkan saja kamu menolak, yang pasti kamu tidak akan memiliki apa-apa"
Dave memijat kasar kening nya
Tuan Anton dan istrinya tetap berbicara panjang lebar sambil saling bergandengan tangan dengan erat.
"Pa, kalian tega menikahkan aku dengan seorang wanita malam"
Dave sudah mulai pasrah
"Dia bukan wanita malam Dave, papa sudah menyelidiki semuanya"
"Terserah kalian saja, lama-lama aku jengah. Keharmonisan di rumah ini sudah hilang. Terserah kalian saja mau menjadikanku boneka seperti apa"
Dave bangkit dan berjalan gontai ke arah kamarnya.
Sedangkan Tuan Anton dan istrinya saling menatap.
"Biarkan dia menenangkan diri Pa"
Mama Dave mengusap halus punggung tangan suaminya
"Hm. Cepat atau lambat papa yakin Dave bisa menerimanya, kita hanya perlu mempersiapkan yang terbaik saja"
Begitulah akhir dari drama di mansion Tuan Anton sebelum akhirnya Dave menyerah dan bersedia atas permintaan orang tuanya. Dave mau menikahi Kanaya dengan catatan tidak ingin siapapun mengetahui statusnya terutama teman-teman kampusnya.
Walaupun dengan demikian Tuan Anton dan istrinya tidak masalah meraka berpikir bahwa Dave perlu waktu.
__ADS_1
Sampai saatnya tiba hari dimana Tuan Anton meminta Pak Andri membawa Kanaya ke hadapannya.
Bersambung....