
Setelah berperang dengan pikirannya sendiri akhirnya Kanaya mencoba satu persatu jalan yang harus ia tempuh. Sepulang kerja di kafe Kanaya berdiri di gang menuju rumahnya. Sesekali melihat ke arah pergelangan tangannya, sudah jam berapa ini. Tak lama seseorang berjalan menghampiri Kanaya.
"Hai girl? Kita bertemu lagi"
Ya! Perempuan itu adalah Baby. Kanaya sengaja menunggu Baby di tempat ini, karena dalam beberapa waktu Baby pasti akan melewati jalan ini.
"Kak... Ada yang ingin aku bicarakan"
Kanaya berbicara dengan suara parau
"Kau sudah tertarik dengan tawaranku?"
Kanaya hanya mengangguk.
"Baiklah, ikut ke rumahku sekarang"
Baby langsung menarik tangan Kanaya, berlalu kembali menuju rumahnya yang hanya beberapa meter dari tempatnya dan Kanaya bertemu.
"Jadi bagaimana? "
"Kak... Bagaimana pekerjaan di sana? "
"Haha... Kau pernah ke bar? "
Kanaya menggeleng, tapi walaupun belum pernah ke tempat itu Kaya yakin dan tahu bahwa seperti apa dunia malam.
"Kau bebas di sana. Banyak yang akan menjadi pilihanmu. Tugasmu di sana hanya menemani tamu minum dan karaoke. Jika ada yang tertarik padamu maka kau akan mendapat tambahan lebih. Kecuali jika kau menolaknya. Keputusan ada di tangan mu girl bagaimana nanti kau di sana menempatkan diri"
"Baik kak. Aku mau, tapi hanya sebagai pelayan menemani karaoke dan minum untuk selebihnya aku tidak mau"
"Baik. Besok tunggu aku pukul 9. Kita berangkat bersama"
Kanaya hanya mengangguk, tidak ada cara lain yang lebih cepat untuk Kanaya mendapatkan uang.
__ADS_1
"Tunggu"
Baby meninggalkan Kanaya menuju ruangan lain, dan datang kembali dengan pakaian di tangannya.
"Pakailah ini, kau tidak punya baju seksi kan? "
Baby menyodorkan dress merah muda ke hadapan Kanaya. Dengan ragu Kanaya mengambilnya.
"Apa harus Kak memakai pakaian seperti ini? "
Baby menarik nafas kasar
"Kalau kau tidak memakai pakaian seperti itu tidak ada yang ingin ditemani olehmu"
Benar juga inikan dunia malam
Esok hari setelah kuliah Kanaya menjalankan rutinitasnya di kafe, saat menjelang istirahat tiba Kanaya menemui Dimas.
"Kak... Eumm ada yang ingi aku bicarakan"
Dimas melirik sekilas Kanaya sebelum pandangannya kembali fokus ke laptopnya.
"Kak, mulai nanti malam bolehkah aku pulang terlebih dahulu? "
Dimas langsung menghentikan aktivitasnya, bangun dari duduk dan menghampiri Kanaya
"Kan sudah kubilang kalau kau cape istirahat saja Nau, jangan terlalu memaksakan diri"
"Tidak Kak bukan itu. Begini ya kak karena ada sesuatu yang perlu ku urus dalam beberapa waktu ke depan jadi aku minta pulang 1 jam lebih cepat dari biasanya. Kakak tenang saja aku juga akan datang ke kafe 1 jam lebih cepat dari biasa aku datang"
"Kau ini. Tidak perlu seperti itu, silahkan saja Nay. Sudah kubilang kan, kalau ingin istirahat, tidak usah masuk dulu"
"Hehe tidak apa Kak aku baik-baik saja"
__ADS_1
Lega.... Akhirnya Kanaya punya waktu untuk bersiap sebelum dirinya ikut dengan Baby.
Waktu terus berlalu tanpa terasa malam semakin larut. Kanaya tengah mempersiapkan diri, Kanaya tampak ragu dengan penampilannya. Ia memandangi tubuhnya di depan cermin. Haha bagaimana bisa aku berdandan seperti ini.
Setelah menutupi dressnya dengan jaket panjang Kanaya segera meninggalkan rumahnya.
"Selamat datang cantik, siapa namamu"
"Kanaya"
Tersenyum dan menjabat tangan orang yang bertanya terhadapnya.
"Nay, ini mommy Riana. Beliau yang akan mengatur jadwal mu disini. Keruangan mana kamu harus pergi nanti mommy Riana yang akan membimbingmu"
"Iya kak terimakasih, tapi kak... "
"Tenang saja, aku sudah memberitahu mommy kau tidak mau tidur dengan laki-laki manapun"
Mommy Riana hanya tersenyum
"Baiklah, mommy rasa kamu sangat imut dan cantik. Hanya saja wajahmu terlihat kurang percaya diri"
"Sorry mommy, saya akan belajar lagi"
Sebenarnya Kanaya merasa canggung dalam posisi seperti ini.
Kanaya membawa nampan berisikan minuman, sepanjang lorong tangannya sedikit gemetar. Sampai ia tiba di depan pintu ruangan yang Mommy Riana arahkan. Kanaya menarik nafas dalam dam memejamkan mata sesaat.
Ayo! Kau bisa Naya
Pintu terbuka, sekumpulan laki-laki yang sepertinya seusia Kanaya tengah duduk di ruangan.
"Silahkan di nikmati Tuan"
__ADS_1
Kanaya menyimpan nampan di atas meja, deg pandangan nya bertemu dengan laki-laki yang ia kenali. Benar saja, laki-laki itu teman sekampusnya. Ya Tuhan apalagi ini?
Bersambung...